Puisi

Puisi
EPS 53


__ADS_3

POV AUTHOR.


"KIM SEOKJINNNNNNNNNN."


panggil Y/n dengan nada sedikit menekan. sesaat melihat suaminya itu tertangkap basah sedang duduk berdampingan dengan seorang wanita yang tak ia kenal.


Semua mata terbelakak kaget kearahnya secara bersamaan, dengan ekpresi yang berbeda-beda.


Seokjin saat itu benar-benar tercengang ketika melihat sorot mata istrinya yang benar-benar tajam menatap padanya.


Dengan kedua tangan yang sudah menyedekap didadanya, Y/n lalu berjalan pelan kearah Seokjin dan wanita itu.


Seketika ia sudah dihapan mereka. Y/n tiba-tiba langsung duduk di tengah-tengah Seokjin dengan paksa. Namun sialnya wanita itu cukup keras kepala, dan tak mau mengalah begitu saja. Ia malah semakin memperat duduknya disamping Seokjin, dan tak membiarkan Y/n duduk ditengah-tengah mereka.


"Ya!! Apa yang kau lakukan, eoh??" Tegur wanita bernama Nancy itu.


Y/n lalu tersenyum smirk, tanpa basa-basi ia langsung duduk dipangkuan Seokjin. Dan sontak membuat wanita itu tercengang kaget. Termasuk Jimin dan Jungkook, mereka yang hanya termelongo sedari tadi menyaksikan aksi sang ibu negara.


Terkecuali Seokjin. Ia malah mengulumkan mulutnya, menahan tawa melihat tingkah sang istri.


Disisi lain, wanita itu seakan tak terima dengan aksi Y/n. Dengan cepat ia langsung mendengus kesal dan menatap sinis kearah Y/n.


"Hey, Nona. Apa kau tak tau malu?? Kau main asal duduk saja dipangkuan Oppa." Tegur wanita itu.


Y/n balik menatap sinis kearah wanita itu, sembari tersenyum miring.


"Wae?? Aku tidak sopan?? Lalu, lebih tidak sopanan mana?? Jika ada seorang wanita asing yang berusaha mendekati pria yang sudah beristri, Hemmm?? Dan sejak kapan suamiku menjadi Oppamu, eoh??" Sindir Y/n yang sedikit menekankan suaranya.


"Haha, apa kau sedang mengaku-ngaku??" Tanya wanita itu seakan masih tak percaya.


Sedangkan disisi lain, Seokjin hanya bisa terdiam, membiarkan istrinya bertindak semaunya saat itu. Karena jujur saja ia sangat menyukai aksi sang istri. Baginya istrinya sangat keren saat sedang cemburu.


Y/n lalu menoleh kearah Seokjin dengan tiba-tiba. Dan membuat pria tampan yang kini sedang memangkunya sedikit tersontak.


Y/n tanpa basi-basi langsung mengalungkan kedua tangannya dileher sang suami, lalu ia pun memasang wajah manjanya.


"Suamiku, apa kau bisa beritahu wanita itu!! Aku ini siapamu, hemmm??" Pinta Y/n sedikit memasang wajah imut.


Kedua mata Seokjin benar-benar dibuat melotot dengan tingkah istrinya itu. Dengan cepat ia langsung menggangukan kepalanya. Jujur saat itu Seokjin masih tak menyangka jika Y/n akan bersikap seperti itu.


Seokjin lalu menoleh kearah wanita itu yang sedang memasang wajah kesal pada Y/n.


"Eoh, maaf Nona, dia memang istriku. Jadi aku mohon!! Jika bisa Nona jangan mendekatiku lagi seperti tadi. Karena istriku sangat menakutkan jika sedang marah." Jelas Seokjin, yang seketika langsung mendapatkan cubitan kecil dibagian perutnya oleh sang istri.


Y/n dan Seokjin hanya melemparkan tatapan, dan senyuman yang berbeda.


Y/n tersenyum sebal, sedangkan Seokjin tersenyum malu.


Wanita itu lalu tertegun, dan menatap kearah Y/n.


"Eoh, maaf. Aku kira kau belum menikah, maaf sudah mengganggu waktu kalian. Aku ijin permisi dulu." Ucap wanita itu yang langsung pergi meninggalkan tempat itu dengan wajah malunya.


"Wah, bukankah wanita itu cukup berani untuk mendekati Hyung." Ujar Jimin sesaat wanita itu sudah tidak terlihat lagi.


"Eoh, aku sampai tak bisa berbuat apa-apa barusan. Untung Y/n cepat kembali, jika tidak." Sambung Jungkook sambil menggelengkan kepalanya.


Y/n lalu turun dari pangkuan Seokjin dan langsung duduk disampingnya sambil memasang wajah kesal pada sang suami.


"Sayang, kau kenapa, Hemm??" Tanya Seokjin yang langsung mendekatkan diri pada Y/n.


Dengan cepat Y/n langsung menggeser duduknya, sedikit menjauh dari sang suami. Seokjin seketika tertegun sesaat melihat tingkah sang istri saat itu.


"Wae?? Kau marah??" Tanya Seokjin kembali.


Y/n tak menjawab perkataan Seokjin, ia malah sibuk meneguk minumannya yang kini sedang ia pegang.

__ADS_1


Jimin dan Jungkook saat itu pun merasa suasana sedang tidak baik.


"Emmm, kurasa sekarang akan terjadi sebuah perang dunia. Bagaimana kalau kita pergi untuk berkeliling Jungkook-si.??" Ajak Jimin sambil memberi kode mata pada Jungkook


Jungkook pun langsung mengerti dengan maksud Jimin. Dengan cepat ia langsung menganggukan kepalanya.


"Kau benar Hyung!! Sedari tadi kita hanya duduk disini saja. Mendingan kita berkeliling dulu." Balas Jungkook.


Jimin lalu menoleh kearah Seokjin dan Y/n.


"Ah Hyung, Y/n kita ijin dulu untuk berkeliling sebentar ya!! Kami tinggal dulu. Jika butuh sesuatu kalian bisa mencariku di sebelah sana." Ijin Jimin yang langsung membawa Jungkook pergi begitu saja.


Seokjin hanya menganggukan kepalanya dengan wajah datarnya.


Saat Jimin dan Jungkook sudah pergi, Seokjin kembali mendekat kearah y/n yang masih terus memasang wajah cemberut.


"Wae?? Jangan diam seperti itu terus!! Apa kau marah padaku eoh??" Tanya Seokjin.


Y/n lalu menoleh kearah Seokjin dengan sorot mata yang sinis.


"Haiss,, Kau itu. Baru saja aku tinggal sebentar ketoilet, tapi kau sudah berani mendekati wanita lain." Cetus Y/n, seketika langsung memalingkan wajahnya kembali.


Seokjin mengkerutkan keninganya.


"Tidak, aku tidak mendekati wanita itu. Dia sendiri yang terus mendekatiku. Jika kau tak percaya, kau bisa menanyakannya pada Jimin dan Jungkook." Bela Seokjin.


"Eoh, lalu kau hanya diam saja saat wanita itu mendekatimu?? Dan tak berusaha untuk menolaknya. Dasar semua pria memang sama saja. Pasti kau senangkan didekati wanita cantik itu?? Dan kau juga sangat menikmatinya bukan??" Gerutu gadis itu yang tanpa sadar sudah terang-terangan menunjukan rasa cemburunya.


Seokjin lalu terkekeh gemas.


"Wae?? Apa kau sedang cemburu padaku??" Tanya Seokjin.


"Ti-tidak, aku hanya kesal saja." Ucap Y/n menyangkal perkataannya.


Seokjin lalu terkekeh kembali, sembari bergeser lebih mendekat kearah Y/n yang kini sudah duduk diujung sofa.


"Wae?? A-aku tidak cemburu Seokjin." Bantah Y/n yang mulai terlihat gugup.


"Benarkah?? Kalau begitu sini duduk lagi dipangkuanku!! Bukankah tadi kau menyukainya, hemm??" Goda Seokjin kembali.


"Tidak mau." Tegas Y/n, denganĀ  wajahnya yang berhasil memerah karena malu dengan tingkah Seokjin.


"Sungguh?? Kau tidak mau, hemm??"


Y/n lalu berdecak kesal, sembari mendorong bahu Seokjin sedikit menjauh darinya.


"Sudah Seokjin!! Jangan terus menggodaku!! Apa kau mau, aku benar-benar marah padamu?? Dan tak mau lagi berbicara padamu, eoh??" Ancam gadis itu.


Seokjin lalu mengkerucutkan bibirnya seketika, dan langsung menatap melas kearah sang istri.


"Tidak mau!! Kau tau sendiri aku paling tidak tahan jika sehari saja tidak bicara denganmu. Jadi sudah yah jangan marah lagi. Kumohon!!" Bujuk Seokjin sambil memeluk istrinya itu.


Y/n Hanya tersenyum tipis. Jujur ia sudah tak tahan melihat suaminya yang mulai terlihat sedih olehnya.


"Baiklah, kali ini aku maafkan. Tapi jika sekali lagi aku melihatmu bersama wanita lain, aku tidak akan segan-segan untuk tidak mau lagi berbicara denganmu, mengertikan??." Pinta sang istri sambil menaikan kedua alisnya.


Seokjin lalu mengangguk antusias.


"Baiklah, sayang aku mengerti. Tapi nanti malam kita buat baby yah??" Ucap Seokjin yang tiba-tiba membuat gadis di pelukannya itu terbelakak kaget.


Dengan cepat Y/n langsung memukul bahu Seokjin, dan sontak membuat pelukan Seokjin pun terlepas karena kaget.


"Wae?? Kenapa kau memukulku, hemm??" Tanya Seokjin kebingungan.


"Apa kau tak mau melakukannya?? Kenapa?? Bukankah malam ini adalah jatahku, Eoh?? Apakah kau be---."

__ADS_1


Seketika Y/n langsung membungkam mulut Seokjin dengan cepat.


"Ya!! Kim Seokjin. Bisakah kau berhenti bicara??" Tegur Y/n yang langsung melepaskan tanganya dari mulut Seokjin.


"Aiggoo. Kenapa kau membungkam mulutku?? Aku hampir kehabisan nafas karenamu." keluh Seokjin dengan tersengal-sengal.


"Maafkan aku Seokjin. Habisnya kau tak mau berhenti bicara, Aku jadi terpaksa melakukannya." Jawab gadis itu.


"Jika kau menolakku, katakan saja. Tapi jangan membungkam mulutku dengan tanganmu, dengan bibirmu misalnya." Ucap Seokjin yang lagi-lagi menggoda Y/n di akhir kalimatnya.


"Haiss, kau ini. Bukan begitu maksudku!! A-aku tidak menolaknya. Tapi, apakah kau bisa jangan memintanya ditempat seperti ini?? Aku sangat malu, Seokjin. Bagaimana jika ada orang lain yang mendengarnya??" Jelas Y/n berbisik ketelinga sang suami.


Seokjin seketika tertegun, lalu seperdetik ia terkekeh kembali.


"Hehe, maaf. Aku lupa." Jawab Seokjin.


"Sudahlah, lupakan!! Lebih baik kita nikmati pestanya malam ini." Ajak Y/n, sembari tersenyum.


Seokjin balik membalas senyuman Y/n, mereka pun akhirnya berdamai dan kembali menikmati malam pesta itu.


...


Ditempat yang berbeda, disebuah club malam.


"Mana janjimu Solbin?? Kau bilang setelah rencana ini berhasil, kau akan menepati janjimu untuk menjadi kekasihku bukan?? Aku menagih janjimu sekarang!!" Ucap Pria bertubuh tinggi itu, yang kini sedang meneguk minumannya, sembari duduk disebuah meja club.


"Tapi, apa?? Rencana kita gagal total. Kau sudah gagal menjalankan rencananya, eoh." Bantah Solbin sambil menatap sinis.


Pria bernama Namjoon itu pun seketika langsung menggebrak meja dihadapannya. Dan membuat Solbin tersontak kaget.


"Apa kau sedang mempermainkanku, eoh?? Kau pikir aku melakukan ini karena keinginanku?? Apa kau tak pernah sedikit pun melihat ketulusanku padamu?? Bahkan aku rela dibenci oleh kakak tiriku sendiri demi berpihak padamu. Dimana perasaanmu Solbin-si??" Pekik Namjoon menatap tajam gadis dihadapannya itu.


"Ingat Tuan Namjoon!! Aku tak pernah memintamu untuk menyukaiku selama ini. Kau juga tau sendiri bukan?? Dari dulu aku hanya mencintai Seokjin. Tapi dengan bodohnya kau masih mau membantuku. Apa kau pantas untuk menyalahkanku, eoh??" Cetus Solbin yang langsung bangkit dari duduknya.


Namjoon lalu tersenyum smirk.


"Ya, kau benar!! Aku memang pria yang sangat bodoh. Saking bodohnya aku rela berkorban demi seorang wanita yang tidak tau diri sepertimu Nona Solbin. Tapi kau juga musti Ingat!! Kartu kejahatanmu ada padaku." Tekan pria tinggi itu yang juga ikut bangkit dari duduknya.


"Eoh, kau mengancamku sekarang??" Tanya Solbin sambil menyedekapkan kedua tangannya didada.


"Tidak, aku hanya sedang memperingatkanmu. Dan sebaiknya kau berhenti mengejar cinta Seokjin Hyung!! Karena jika kau masih berani berbuat hal yang tidak-tidak lagi pada keluarganya. Akan kupastikan kau akan hancur olehku." Ancam Namjoon langsung membalikan badanya.


Seketika ia terdiam, dan kembali berbalik arah menatap tajam keraah Solbin.


"Dan satu lagi. Kau juga musti ingat, kau sudah berbuat kejahatan Jung Solbin. Demi mendapatkan kepuasanmu, kau sudah melenyapkan nyawa seseorang yang tak berdosa." Ujar Namjoon sambil tersenyum miring, dan langsung pergi begitu saja meninggalkan gadis itu.


Ketika Namjoon sudah tidak terlihat lagi, Solbin langsung berteriak frustasi. Ia terus menjambak rambutnya berkali-kali, mencoba menahan amarahnya yang kini mulai meluap-luap.


"Apa dia bilang?? Dia ingin menghancurkanku?? Apa sekarang dia lebih berpihak pada Wanita ****** itu?? Tapi kenapa, eoh?? Aku benar-benar dalam bahaya sekarang." Gumam gadis itu yang terus menunjukan wajah paniknya.


...


1 jam kemudian. Setelah pertengkarannya bersama Solbin. Akhirnya Namjoon memutuskan untuk pergi menemui sang ayah, yang kini masih bekerja.


Saat itu ia sudah duduk bersama ayahnya, dengan secangkir kopi panas yang kini sudah mereka nikmati masing-masing.


"Ada apa kau kemari Namjoon?? Tumben sekali, kau datang kemari." Tanya Ayahnya menatap bingung putranya itu, yang sedari tadi hanya terdiam.


Namjoon lalu menarik singkat nafasnya, saat ayahnya bertanya padanya.


"Aku sudah menyerah mendapatkan cinta Solbin, yah." Jawab Namjoon sambil tersenyum jengah.


Kedua mata ayahnya itu seketika terbelakak kaget. Dengan cepat pria bernama asli Kim Jungki itu, bersikap normal kembali.


"Wae?? Bukankah kau sangat mencintai Solbin??" Tanya Ayahnya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2