Puisi

Puisi
EPS 16 MULAI DEKAT


__ADS_3

POV Y/N.


Beberapa hari kemudian.


Aku masih bekerja seperti biasanya. Berdiri di depan pintu lestoran, memberi senyuman merekah kesetiap tamu yang datang maupun pergi. Sedangkan Hoseok ia sedang sibuk melayani tiap tamu yang sedang memesan makanan padanya.


Jam istirahat pun tiba, Aku dan Hoseok masuk keruang khusus pegawai. Aku menyenderkan tubuhku kekursi, sedangkan Hoseok berdiri di sampingku dengan menyedekapkan kedua tangan didadanya.


Aku menoleh kearahnya.


"Heseok-ah." Panggilku.


Hoseok berdeham melihat kearahku


"Apa kau tau Taehyung kemana?? Sudah beberapa hari ini dia menghilang dan tak memberiku kabar. Aku sangat mencemaskannya." Tanyaku sembari menundukan kepala, memasang wajah sedih.


Kedua mata Hoseok terangkat kembali melihat kearahku.


"Benarkah?? Dia tidak menghungimu sama sekali. Aku kira kalian masih saling memberi kabar." Tanyanya balik.


Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku.


Bola mata Hoseok seketika melihat keatas, ia seperti sedang mengingat-ngingat sesuatu di kepalanya, Entah apa yang sedang ia fikirkan tapi aku bisa merasakannya.


Susanapun seketika hening, karena kami sibuk dengan fikiran masing-masing.


"Y/n-ah. Sebenarnya ada hal yang ingin kusampaikan padamu, ini tentang Taehyung." Ujarnya dengan tiba-tiba memecah keheningan.


Mataku seketika terbuka lebar. memandang kearahnya dengan antusias.


"Oyah, tentang apa??" Menggeserkan kursiku mendekat padanya.


"Saat terkahir Taehyung datang kemari, ia membawa seorang wanita cantik bersamanya." Bisik Hoseok.


Kedua mataku lagi-lagi terbuka lebar mendengar perkataan Hoseok barusan.


"Apa!!" Teriakku bangkit dari dudukku, Hoseok pun terbelak kaget memundurkan badannya.


"Wanita cantik?? Dia siapa??" Sambungku menatap tajam kearah Hoseok.


Hoseok menelan singkat ludahnya, sembari mengusap-ngusap ujung rambutnya.


"Ya, aku tidak tau wanita itu siapa, Taehyung belum sempat menceritakannya padaku karena wanita itu tiba-tiba mengajak Taehyung pergi dengan tergesa-gesa." Jelas Hoseok.

__ADS_1


Aku mengusap poniku kebelakang dengan kasar, membuang nafas panjang dengan satu tangan menyampai di pinggangku.


"Kim Taehyung, rupanya kau ingin bermain-main di belakangku." Gumamku geram saat itu, Hoseok hanya terdiam sembari menepuk-nepuk keningnya.


"Taehyung kau dalam masalah besar." Ucap Hoseok berjalan pergi meninggalkanku.


Setelah pekerjaanku selesai. Aku langsung besiap-siap untuk menemui Seokjin di suatu tempat, karena sebelumnya Aku dan Seokjin sudah membuatkan janji hari ini.


5menit kemudian aku sudah berdiri didepan lestoran, menunggu Seokjin datang menjeputku, karena sebelumnya aku sudah memberi alamat tempatku bekerja. Taklama kemudian Seokjin akhirnya datang, ia membukakan kaca mobilnya tersenyum kearahku. Tampa basa-basi aku pun langsung berjalan menghampirinya lalu masuk kedalam mobil.


Saat sudah didalam mobil.


Aku melirik kearahnya.


"Kita mau kemana??"


"Hari ini kita akan mencari pakaian pengantin untuk pernikahan kita nanti." Jawabnya sembari mengemudikan mobilnya.


Aku hanya menganggukan kepalaku dan melihat kekaca mobil, Aku berfikir walaupun ini hanya pernikahan palsu, tapi rasanya ini seperti sungguhan. Aku dan Seokjin akan benar-benar menikah.


1jam kemudian aku dan Seokjin sudah sampai di sebuah toko yang di penuhi dengan berbagai gaun pengantin yang berjajar rapih.


Aku dan Seokjin berjalan menyusuri setiap lorong, melihat-lihat gaun yang akan kupilih nanti. Tiba-tiba saja seorang pelayan toko itu datang menghampiri kami.


"Ada yang bisa saya bantu??" Tawarnya tersenyum.


Aku dan Seokjin menoleh kearahnya.


"Ahh,, Tolong carikan gaun pengantin yang cocok untuk calon istriku." Jawab Seokjin dengan santai.


Aku tertegun memandang kearah Seokjin yang baru saja menyebutku calon istrinya.


"Baiklah, Ayo Nona ikut saya!!." Ajak pelayan itu padaku. Aku hanya menganggukan kepalaku dan berjalan mengikutinya dari belakang.


Sedangkan Seokjin, ia memilih duduk di ruang tunggu.


30menit kemudian aku sudah selesai dengan gaun pertamaku, aku keluar dari ruang ganti menemui Seokjin di temani pelayan tersebut.


"Seokjin bagaimana??" Tanyaku kepanya.


Seokjin yang sedang asik memainkan Game di Hpnya seketika mengankat kedua matanya kearaku dengan salah satu kaki menyilang dikakinya yang lain. Matanya menyapu semua penampilanku dari atas sampai bawah.


Seokjin hanya terdiam tampa kata. Mata dan mulutnya pun terus terbuka saat melihatku memakai gaun panjang berwana putih, Dengan dada yang tertutup membuatku nyaman memakainya.

__ADS_1


Aku menatap aneh kearahnya.


"Seokjin-ah. kenapa kau malah bengong??" Tanyaku kembali sedikit mengeraskan suaraku.


Seketika ia pun tersadar dengan teriakanku. Mengusap wajahnya dan membuang nafas singkat.


"Eoh, ya kau cantik memakai gaun itu, (Menoleh kearah pelayan) Apa ada gaun lain yang harus di coba lagi??" Tanyanya.


"Ada 1 gaun lagi tuan. Ayo Nona ikut saya kembali!!" Aku pun pergi untuk memcoba gaun yang kedua.


30menit kemudian aku sudah selesai dengan gaun keduaku. Tapi saat itu aku merasa tidak nyaman dengan gaun yang kukenakan. berjalan mundur mengahmpirnya, dengan tangan yang menutupi dadaku.


Aku berhenti tepat di hadapan Seokjin dengan badanku yang membelakanginya.


Seokjin memiringkan kepalanya dengan satu halis terangkat melihat kearahku.


"Ya!! Kenapa kau membelakangiku?? Aku tidak bisa melihat gaunmu dengan jelas!!" Ujarnya megampiriku.


"A-aku tidak bisa membalikan badanku Seokjin." Jawabku dengan posisi yang masih sama.


"Memangnya kenapa?? Sudahlah jangan membuang-buang waktu. Kita harus pergi ketempat lainnya." Ujarnya mulai kesal berdiri di belakangku.


"Ta-tapi." Ucapku ragu.


Karena taksabaran, Seokjin saat itu langsung membalikan badanku dengan kedua tangannya, Aku berusaha menahannya dengan sekuat tenaga. Dan alhasil, dia berhasil membalikan badanku.


"Singkirkan tanganmu!!" Suruhnya menarik tanganku.


Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku, dan terus berusaha menahan tangan Seokjin yang terus menarik-narik tanganku.


Seokjin mendengus kesal, dengan sekuat tenaga ia menyingkirkan tanganku.


"Ayo lepaskan Y/n!! Kau ini keras kepala." Ujarnya dan berhasil menarik tanganku.


Tanganku pun terlepas.


Seketika Matanya berubah membulat, saat melihat belahan dadaku terpangpang jelas di matanya. Matanya kabur tak karuan terlihat jelas bahwa dirinya sedang salah tingkah. Ia pun langsung membuang pangdangannya dariku. Dan aku pun langsung menutupi dadaku kembali dengan kedua tanganku.


"Ya!! Sudah kubilang aku tidak mau memperlihatkannya, tapi kau terus memaksa." Gerutuku merasa malu karena setengah payudaraku terlihat olehnya.


"Ya, ya. Aku minta maaf. (Mengibas-ngibaskan tangan ke wajahnya) Sudahlah Gaun itu tidak cocok untukmu. pilih gaun pertama saja!! (Menoleh kearah Pelayan) Tolong siapkan gaun yang pertama!!"


Pelayan itu pun pergi bersamaku untuk menyiapkan gaunnya. Sedangkan Seokjin ia duduk kembali dengan raut wajah yang masih syok.

__ADS_1


__ADS_2