Puisi

Puisi
EPS 14 PERTEMUAN KELUARGA


__ADS_3

POV Y/N.


1Jam kemudian Aku sudah sampai di rumah Seokjin. Lalu Seokjin pun turun terlebih dahulu dari dalam mobil untuk membukakan pintu untukku. Aku pun turun saat itu juga. Lalu melihat kearah keluargaku. Terlihat mereka sedang sibuk menatap sebuah rumah mewah milik orangtua Seokjin yang berada di hadapan mereka. Tak jauh berbeda dengan Ekpresiku dulu saat pertama kali melihat rumah itu, mereka seakan takjub melihat kekayaan Seokjin.


Seokjin pun hanya tersenyum kearah keluargaku, dan mulai berkata.


"Ayo, sebaiknya kita masuk kedalam!!"


Keluargaku hanya menganggukan kepala mereka tampa berkata apapun. Mereka pun berjalan memgikuti Seokjin dari belakang. Sedangkan aku hanya tersenyum kecil melihat tingkah keluargaku sendiri.


Saat Aku dan keluargaku sudah masuk kedalam rumahnya. Ibu dan Ayahku tak hentinya berbicara tentang rumah Seokjin. Begitu pun dengan Yoongi Kakakku.


"Ini sulit di percaya. Apa kita ada di sebuah istana??" Ujar Ayahku menyapu semua ruangan yang kami lewati, dengan mata dan mulut yang terus terbuka.


"Aku merasa malu untuk menginjakan kakiku di rumah semewah ini. Rasanya Ibu tidak pantas berada disini Seokjin." Ujar Ibuku pada Seokjin.


"Eoh, Kenapa Ibu berkata seperti itu?? Ibu pantas disini, jangan pernah Ibu mengatakan hal semacam itu lagi!!" Jawab Seokjin merangkul pundak Ibuku.


Aku yang melihat moment itu seketika menatap kagum kearah Seokjin. Sambil berjalan menuju ruang tamu, aku dan semua Keluargaku hanya saling berbisik satu sama lainnya karena merasa gugup saat itu. Walaupun ini pertemuan yang kedua kalinya. Aku tetap saja merasakan gugup, padahal ini hanyalah sebuah kebohongan.


Beberapa detik kemudian, Aku dan keluargaku sudah sampai di ruang tamu. Terlihat Keluarga dari pihak Seokjin sudah menunggu kami dengan senyuman di wajah mereka. Mereka pun bangkit dari duduk mereka dan langsung menyapa hangat keluargaku.


"Y/n. Apa ini Ibumu??" Tanya Ibu Seokjin sembari menunjuk kearah Ibuku.


Aku hanya menganggukan kepalaku sembari tersenyum.


"Benarkah?? Ya tuhan Ibumu benar-benar cantik Y/n. pantas saja kecantikannya menurun pada dirimu." Ujarnya sembari memeluk hangat Ibuku.


"Ah,, Nyonya terlalu memujiku berlebihan." Jawab Ibuku terkekeh.


Saat itu semuanya sibuk dengan acara perkenalan keluarga, mereka saling sapa, saling bersalaman, saling bertukar cerita. Sedangkan Aku dan Seokjin hanya duduk berdampingan di kursi yang sama tampa sepatah katapun keluar dari mulut kami.


Perasaan canggung pun terlihat dari raut wajah Seokjin, begitu pun dengan diriku sendiri.


"Y/n." Panggil Seokjin Memulai pembicaraan.


Aku pun hanya berdeham tampa melirik kearahnya.


"Apa kau sudah mempunyai jawaban untuk--".


"Seokjin, Y/n." Panggil Ibunya Seokjin yang tiba-tiba memotong perkataan Seokjin.


Aku dan Seokjin pun mengangkat kedua mata kami ke arahnya.


"Seokjin, coba kamu ceritakan pada kami semua. Tentang awal pertemuan kalian bertemu!!" Tanya Ibunya dengan Antusias.


Kedua mataku dan Seokjin seketika berubah membulat bersamaan. Aku pun melihat kearah kedua orangtuaku dan juga Yoongi. Mereka menatap hawatir kearahku. Begitu pun dengan Seokjin yang melirik kearah Kakeknya.


Tangan Kami hanya saling siku satu sama lainya, seperti memberi kode jawaban apa yang harus kami berikan pada mereka.

__ADS_1


Aku hanya menelan ludahku pahit-pahit.


"Ya!! Kenapa kau menanyakan hal itu lagi?? Sudah Ayah bilang mereka akan malu menceritakannya." Ucap Kakeknya mencoba memalingkan pembicaraan.


"Ayah, Aku tidak memaksa mereka. Aku hanya ingin tau saja bagaimana mereka bisa bertemu." Jawab Ibunya memasang wajah cemberut.


"Aku akan menceritakannya!!" Ucapku dengan tiba-tiba.


Seketika. Semua mata melihat kearahku dengan Ekpresi wajah yang sudah siap mendengarkanku bicara. Begitupun dengan Seokjin yang melihatku dengan tatapan panik.


"Y/n. Kau sudah gila??" Cetus Seokjin dengan nada rendah. Aku hanya melirik kearahnya tampa kata.


Sedangkan Ibunya terlihat begitu semangat melihat kearaku.


"Benarkah?? Ayo sekarang ceritakan pada kami semua!!" Ucap Ibunya sembari menatap penuh kearahku.


"Ibu, kenapa Ibu memasang wajah seperti itu??" Cetus Seokjin pada Ibunya.


"Kenapa?? Ibu hanya sedang bersiap-siap untuk mendengarkan Y/n bercerita." Jawabnya dengan santai.


Seokjin hanya membuang nafas panjang lalu melihat kearahku. Lalu berbisik.


"Kau dalam bahaya sekarang Y/n."


Aku pun tertegun, lalu balik berbisik kepadanya.


"Sudah kau diam saja. Serahkan semuanya padaku." Ucapku tersenyum dan memberi kode jempol kearahnya.


Aku pun melihat kearah keluargaku yang menatap panik kearaku, Aku hanya tersenyum kearah mereka. Dan mulai mengarang cerita saat itu juga.


"A-awal kami bertemu, saat itu. Aku sedang mengatarkan makanan untuk Kakakku. Dan tak sengaja waktu itu. Aku bertemu dengan Seokjin. Dan--" Seketika aku pun tak bisa berfikir lagi. Otakku tiba-tiba buyar seketika. Hampir beberapa detik aku hanya terdiam berusaha keras untuk melanjutkan perkataanku.


"Aku menyukai Y/n pada pandangan pertama." Sambung Seokjin dengan tiba-tiba dan tentu saja Aku tertegun mendengar ucapannya. Aku melihat kearahnya. Mata kami pun saling menatap satu sama lainnya, sampai beberapa detik. Tatapan kami pun buyar dengan surakan suara dari Semua orang yang berada disana.


Seokjin dan Aku pun langsung memalingkah wajah kami masing-masing.


"Kiyowo. Kalian benar-benar manis. Pertemuan kalian itu seperti film-film di tv saja." Tutur Ibunya menatap hangat kearah kami.


Aku pun hanya tersenyum kikuk kearah mereka. dan membuang nafas lega.


...


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


Jampun sudah menunjukan pukul 15:00.


Aku dan keluargaku sudah selesai mengadakan acara pertemuan itu, keluargaku pun sudah masuk kedalam mobil mereka. Begitu pun denganku yang sudah masuk kedalam mobil Seokjin. Kami pun pergi saat itu juga.


...


.


.


.


.


.


.


.


.


Saat di perjalanan. Aku hanya terdiam melihat kearah kaca mobil. Sedangkan Seokjin sibuk mengemudikan mobilnya.


Aku pun melirik kearahnya.


"Kim-Seokjin." Panggilku mencoba mencairkan suasana agar tidak terlalu hening


Seokjin hanya berdeham tampa melirik kearaku.


"Tentang yang kau bilang bahwa kau mencintaiku--"


Tiba-tiba Seokjin pun menyisikan mobilnya ke pinggir jalan dengan mendadak, dan membuat perkataanku terpotong karena saat itu aku merasa kaget.


"Ya!! Kenapa kau berhenti mendadak?? Kau membuatku kaget." Tegurku dengan kesal.


Seokjin pun mengusap wajahnya dengan kasar, lalu melihat kearahku dengan tatapan tajam.


"Apa kau fikir ucapanku itu sungguh-sungguh?? Apa kau fikir aku benar-benar mencintaimu. Kau jangan terlalu percaya diri Y/n, bahwa aku benar-benar menyukaimu. Ingatlah kau itu siapa??" Cetusnya sedikit membentak padaku.


Aku pun menggeram kesal kearahnya.


"Ya!! Lagi pula siapa yang beranggapan bahwa kau menyukaiku Seokjin. Aku belum selesai bicara kau sudah berasumsi sendiri. Aku hanya ingin bilang, kalau Aku ingin berterimaksih karena kau sudah membantuku melanjutkan cerita palsu pada keluargamu, itu saja. Dan satu lagi Seokjin, Aku tak pernah berharap mendapatkan cinta dari orang sepertimu, dan aku juga tak akan pernah mencintaimu, kau paham!! Sudah turunkan saja aku disini, aku muak dengan sikap egoismu itu." Ujarku balik memarahinya dan langsung turun dari mobilnya saat itu juga.


"Pria macam apa dia, benar-benar menyebalkan." Gerutuku sembari berjalan mencari Taxi.

__ADS_1


Dari kejauhan terlihat Seokjin keluar dari dalam mobilnya, dan berlari kearahku.


"Ya!! (menepuk keningku) Apa lagi yang dia mau." Ucapku kesal.


__ADS_2