
POV Y/N.
Saat itu aku sudah selesai dari mandiku, dengan kaos putih dan celana jeans pendek yang kukenakan, rambut yang kuikat kuncir agar terlihat simple. Saat semuanya sudah beres aku langsung turun kembali kebawah untuk sarapan pagi.
...
Sesampainya dibawah Seokjin sudah menungguku dimeja makan. Aku duduk bersebelahan dengannya.
"Cepat makanlah buburnya sebelum dingin!!" Ucapnya tersenyum.
Aku menganggukan kepalaku dan langsung menyantap semangkuk bubur dihadapanku. Aku makan dengan lahap sedangkan Seokjin hanya memandangiku saat makan.
Akupun menyadarinya dan menoleh kearahnya.
"Wae?? kenapa kau melihatku seperti itu??"
Seokjin langsung memalingkan wajahnya dariku, memgusap wajahnya karena kaget.
"Ah, tidak. Aku hanya suka saja melihatmu makan dengan lahap seperti itu." Jelasnya tersenyum.
Aku hanya mengangkat kedua alisku dan kembali meyantap sarapanku.
Beberapa menit kemudian aku sudah selesai dengan sarapanku, bangkit dari dudukku berjalan cepat menuju ruang tamu.
menghempaskan tubuhku kesofa, Bersender sambil mengelus perutku karena terasa penuh. Seokjin terkekeh melihatku, lalu duduk disampingku sambil membawa semangkuk air hangat dan handuk.
Aku melihat kearah mangkuk tersebut.
"Kau mau apa??" Tanyaku menggeser dudukku sedikit menjauh dari Seokjin.
"Ya!! Matamu harus di kompres, kau mau matamu seperti itu terus??" Ujarnya sembari memasukan handuk itu kedalam mangkuk berisikan air hangat.
"Ah, Baiklah." Aku hanya terdiam saat Seokjin akan mengkompreskan handuk itu kemataku.
"Pejamkan matamu!!" Suruhnya, aku hanya menuruti perintahnya dan memejamkan mataku.
"Tunggu ponimu itu mengahalangi wajahmu, sebaiknya akan kuikat dulu." pergi mencari ikat rambut. Padahal aku bisa saja menarik rambutku menggunakan tanganku, tapi saat itu aku ingin dia melalukan sendiri.
Tak butuh waktu lama Seokjin menemukan jepitan rambut milikku yang tak sengaja aku tinggal di meja makan saat kamarin aku menyiapkan sarapan untuknya.
Seokjin kembali duduk dihadapanku, tapi kali ini ia duduk lebih dekat didepanku. Ia mulai menjepitkannya di rambutku, wajahnya saat itu terasa sangat dekat, deru nafasnya pun terasa diwajahku, Mata kami saling bertemu. sempat beberapa saat kami hanya terdiam menatap satu sama lainnya dan merasakan panas diwajah kami masing-masing.
Perasaanku mulai tak karuan, aku dan Seokjin langsung memalingkan wajah masing-masing.
"Sudahlah, kau tak perlu mengkompresku!! Aku bisa sendiri." Ucapku mencoba menghindar.
"Ah, baiklah kalau begitu aku pergi kekamarku dulu." Ujarnya bangkit dari duduknya dan langsung pergi kekamarnya.
Aku membuang nafas panjang.
__ADS_1
"Perasaan macam apatadi??" Gumamku. Mengambil handuk dan mangkuk itu dan langsung mengkopres mataku sendiri.
...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
3Hari sudah berlalu.
Seokjin sudah kembali untuk bekerja.
Pagi itu Seokjin sedang bersiap-siap untuk pergi kekantor, sedangkan aku sibuk membuatkan sarapan untuknya.
"Cepatlah makan rotinya, kau perlu sarapan agar bisa bekerja dengan baik." Jelasku membawakan beberapa lapis roti di piring untuknya.
"Baiklah." Seokjin mengambil salah satu roti dan memakannya.
Aku tersenyum melihatnya makan dengan lahap, entah kenapa aku menyukai cara makannya. Saat Seokjin sedang sibuk dengan makanannya aku memutuskan untuk pergi kedapur, sekedar membereskan peralatan di dapur.
Setelah 5menit Seokjin selesai dari sarapannya. Seokjin datang menghampiriku yang sedang ada didapur.
"Y/n." panggilnya berdiri disampingku.
Aku hanya berdeham menoleh kearahnya.
"Aku sebenarnya--."
"Kau mencintaiku??" Tebakku memotong perkataannya.
Seokjin tertegun, menelan ludahnya singkat. melihat kearahku.
"Bagaimana kau tau??"
"Entahlah, aku hanya asal menebak." Jawabku.
__ADS_1
"Maaf Y/n aku tidak bisa menyembunyikan lagi perasaanku ini, Sejak kau hadir dihidupku perasaanku tumbuh dengan sendirinya. Tapi kau jangan hawatir, kau tak perlu membalas rasa cintaku ini. Aku mengerti, ini mungkin terlalu cepat untukmu. Tapi aku benar-benar tulus mencintaimu." Ungkapnya dan langsung pergi membalikan badannya.
"Kim Seokjin." panggilku yang menghentikan langkahnya.
Seokjin terdiam dan kembali membalikan badannya kearahku.
"Ya." Jawabnya.
Aku menelan ludahku singkat. menarik nafas panjang mulai berkata padanya.
"Ayo kita mulai dari awal." Ucapku yang membuat mata Seokjin membulat.
"Maksudmu apa Y/n??"
"Jika kau benar-benar mencintaiku, Aku akan memberimu kesempatan untuk mendapatkan hatiku, yakinkan aku untuk bisa mencintaimu. Dan aku akan menjadi milikmu seutuhnya." Ucapku.
Seokjin langsung memelukku dengan erat, beberapa kali ia menciumi puncak kepalaku.
"Terimakasih Y/n kau sudah mau memberiku kesempatan. Aku akan berusaha membuatmu jatuh cinta padaku.
Aku hanyut dalam pelukan Seokjin sembari memikirkan wajah Taehyung.
"Maafkan Aku Taehyung, hatiku goyah." (Batinku)
Saat itu aku merasa sudah tidak ada harapan lagi untuk hubunganku bersama Taehyung, dan memutuskan membuka hatiku untuk Seokjin dan memulainya dari awal. Walaupun rasanya berat untuk bisa melupakan kenangan bersama Taehyung selama 3tahun lamanya.
Seokjin melepaskan pelukannya. Memegang kedua pipiku dengan lembut, menatap hangat wajahku, dan.
Cup,,
Bibir indahnya menempel dibibirku, seketika mataku tercengang olehnya. Bibirnya mulai bermain-main dibibirku, dan aku pun merasakannya. Ia terus melumati bibirku walaupun tak ada respon dariku, aku hanya memejamkan mataku merasakan setiap gerakan bibirnya.
Kurang dari satu menit ia melepaskan ciumannya. Mengelus pipiku dengan ibu jarinya, ia tersenyum simpul kearahku.
"Kau adalah kado terindah untukku. Aku sangat bahagia Y/n." Ucapnya memeluk erat tubuhku kembali.
hampir beberapa saat kami hanya saling berpelukan, sampai saatnya aku melepaskan pelukannya.
"Sudah, sebaiknya kau pergi kekantormu sekarang. Kau bisa terlambat." Ucapku mencoba memalingkan pembicaraan karena malu.
"Sepertinya aku tidak akan bekerja, aku masih ingin bersamamu." Godannya.
"Seokjin. Jangan menggodaku terus!!" Teriakku semakin malu.
"Haha, iya-iya. Aku akan pergi, jaga dirimu baik-baik!! Aku mencintaimu." Mengusap pipiku dan pergi membawa kopernya.
Aku hanya tersenyum simpul melihatnya pergi, dan duduk di kusri meja makan. Menyenderkan tubuhku dengan fikiran di kepalaku.
Aku menghelas nafas panjang.
__ADS_1
"Sebaiknya aku segera mencari Taehyung, dan membicarakan hubunganku dengannya. agar semuanya bisa segera selesai." (Batinku)