
POV Y/N.
Saat itu Aku sudah pulang dari rumah Seokjin, Karena sebelumnya Aku memutuskan untuk pulang naik Taxi saja, Walaupun Seokjin sudah menawarkan diri untuk mengantarkanku pulang.
Aku masuk ke dalam kamarku, dan melihat adikku Ha Na-eun Sudah tertidur dengan pulas di kasurku. Aku berjalan pelan menuju ke arahnya, Duduk di sampingnya lalu mengelus-ngelus keningnya.
"HaNa-eun, Apa kau tau?? Rasanya Kakak ingin sekali menjadi dirimu. Dimana Kau tak akan merasakan beban seberat ini, Kau hanya tau makan dan main saja." Gumamku.
Aku menoleh ke arah langit-langit rumahku, diam beberapa saat, dan seketika Aku teringat dengan ucapan Ibu Seokjin tadi sore.
Fless back On:
POV AUTHOR.
"Y/n, Apa Kamu bisa membantuku untuk membuat teh??" Ajak Ibu Seokjin pada Y/n.
Y/n hanya tersenyum dan bergegas mengikuti Ibu Seokjin.
Beberapa detik kemudian Y/n dan Nyonya Kim sudah berada di sebuah dapur. Mereka berdua pun langsung menyiapkan gelas dan teh yang akan mereka seduh.
Saat Y/n sedang fokus menuang-nuangkan Air kedalam gelas tiba-tiba saja, Ibunya Seokjin memanggi namanya.
__ADS_1
"Y/n-ah." (Memanggil).
Y/n pun menoleh ke arahnya.
"Ya, ada apa Nyonya??" Sautnya sambil Menaruh Teko panas itu di atas meja.
"Kalau boleh tau, Awal pertemuanmu dan Seokjin bagaimana?? Aku sebagai Ibunya jujur saja sangat terkejut ketika mendengar Dia yang tiba-tiba akan menikah, Karena sebelumnya Dia sangat dingin pada lawan jenisnya. Bahkan Aku sempat berpikir bahwa anakku mempunyai kelainan, tapi kehawatiranku itu sekarang sudah hilang berkat Kau Y/n." Tuturnya sambil memegang kedua tangan Y/n.
Y/n Pun seketika di buat tertegun dengan pertanyaan Nyonya Kim ibu dari Seokjin, karena sebelumnya Nyonya Kim tidak mengetahui masalah perjodohan mereka yang di lakukan Kakeknya Seokjin.
"A-aku, A-aku bertemu dengan Seokjin sa-."
Tiba-tiba kakeknya Seokjin datang menghampiri mereka.
"Sudahlah, Kau jangan menayakan hal itu padanya!! Kau bisa membuatnya malu." Ucap Kakeknya memotong perkataan Y/n.
Manik Y/n dan Nyonya Kim pun menoleh ke arah Tuan He-Chuel dengan bersamaan.
"Ah, Ayah. Mengagetkan saja, (Menoleh kembali ke arah Y/n). Baiklah kalau begitu Y/n Aku tidak akan memaksamu. Tapi Aku hanya meminta satu hal padamu, bahagiakanlah Seokjin, sayangilah Dia sepenuh hatimu. Dia anak baik Y/n. Di usianya yang sudah dewasa ini, dia hanya mendapatkan sedikit kasih sayang dari kami. Dia besar bersama Kakeknya, makanya Dia sangat menyayangi kakeknya melebihi apapun. Dan satu lagi, jangan menyerah dengan sikap egoisnya, sebernarnya dia anak yang baik dan sangat penurut jika kau bisa memeluluhkan hatinya." Mengusap pipi Y/n, lalu pergi mendahuluinya sembari membawa beberapa gelas berisikan teh.
Y/n hanya terdiam sembari memandangi Nyonya Kim pergi di tempat itu, Ketika punggung Nyonya Kim sudah tak terlihat lagi, ia lalu menoleh ke arah Kakeknya Seokjin.
__ADS_1
*F**lass. Back Off*.
POV Y/N.
"Ya!! Semua ini hanya membuat kepalaku semakin sakit, lebih baik Aku tidur saja sekarang." Gerutuku sembari menarik-narik kasar rambutku sendiri.
Aku pun mengambil selimutku lalu tidur di samping Adikku saat itu juga.
Ke esokan harinya Aku sudah terbangun dari tidurku, Aku hanya rebahan saja di kasurku, sedangkan adikku sudah pergi menemui Ibuku di ruang tamu.
Aku pun baru teringat dengan ponselku yang mati karena kehabisan baterai sejak kemarin, saking sibuknya dengan Seokjin Aku sampai lupa untuk mengecasnya.
Saat Aku sudah mengecasnya, Ponselkupun sudah bisa menyala kembali, dan tiba-tiba, Beberapa pesan pun masuk berturut-turut ke dalam Ponselku.
Aku membuka pesan itu, dan Seketika mata dan mulutku terbuka lebar, Aku di buat terbelakak saat melihat 100 pesan belum terbaca dari Taehyung.
"Aigoo!! (Menepuk jidatku) Aku sampai lupa tidak mengabari Taehyung, Dia pasti sangat hawatir padaku. Sebaiknya Aku hubungi dia sekarang!!" Ujarku yang langsung menelpon Taehyung.
Tutttt,, tuttttt,, tuttt..
(Suara telfon tersambung).
__ADS_1
❤Terus baca ya. jangan lupa like dan komen.😘