
Puisi Sedih – Hening Dalam Hampa
puisi sedih
Oleh Nimas Parista P.
Hening raga tanpa isyarat
Membisukan darah dalam aliran
Dalam rintik langit mulai berucap
##
Harapan ataukah bualan saja
Hati sendiri tak pahami
Hening sejenak dalam jiwa
Merasakan kehendak tak berwujud
##
Janji langit akan bintang
Terjaga dalam ruang kosong jagat raya
Setitik cahaya kian tersenyum
Dalam untaian kata sang langit
##
Terhapusnya ukiran perih qalbu
Entah waktu atau takdir
Ataukah sekedar tanya dalam hembusan nafas
##
Mencari jawaban dalam tanya
Alasan bintang mengisi langit
Teringat janji ataukah keinginan hati
***
Puisi Sedih – Belenggu Mahkota

Oleh Nimas Parista P.
Terngiang sunyi hembusan angin
Terbangun jiwa dalam alunan takdir
Sesaat
##
Meronta
Terbatah suara lantunkan kutukan
Lepaskan lara pada dendam
##
Sekejap
Terpasang sudah mahkota
Di atas kepala sang raja
Membelenggu hati diantara dedaunan kering
Bersama tangisan langit
Kian membusukkan
##
Tak mampu lagi berdiri tegap
Sejenak ingin lepaskan segalanya
Sekedar hati ingin tertidur pulas
Namun mata tak sanggup pejamkan
Puisi Alam
***
Puisi Sedih – Rapuh

Oleh Vie_ta
Aku sangat sadar
Aku tahu keliru
Terlintas ingin menghindar
Terbesit ingin menjauh
##
Entah kenapa harus terjadi
Membiarkan smuanya berlarut
Emosi terbawa perasaan
__ADS_1
Yang mengukir berjuta pelangi
##
Membiarkan asa melambung ke awan
Terbang melepaskan angan …
Bermimpikan keindahan rasa
Bertaburkan bahagia dan kecewa
##
Hati meremuk ketika mengingat
Kadang ingin smua hilang …
Jadi puing-puing …
##
Berharap masih berarti
Menjadi bagian dari hidup..
Tak ingin lekang oleh bayangan
Yang tersimpan dalam kenangan
***
Puisi Sedih – Alang-alang

Oleh Rin Sha Hwa
Malam…
Benarkah indah?.
Namun…
Bulan pu tak nampak.
##
Siang…
Benarkah sejuk?.
Namun…
Matahari pun bergumam.
##
Hidup…
Mengapa ingin hidup?.
Mungkinkah?
##
Banyak orang berkata.
Roda kan berputar.
Benarkah?.
Namun.
##
Lihahatlah!.
Untuk apa daku hidup..
Bila hidup ini.
Bak alang-alang di selokan
***
Puisi Sedih – Jangan Tanya Lagi
puisi untuk hati yang sedih
Oleh Paulus Padamaley
Kembali semilir bayu senja
Yang pernah menggerai bahasa rindu
Kini meniti bayang ilusi merejas puisi pilu
Dalam desah nafas ditiap ejaan kataku
##
Dan sekujur rasa ingin bertandang
Meminta seruang hasrat dalam satu pandang
Saat kelopak senyum menantang
##
Namun tak apalah
Mungkin aku dapat mengusap ramah di jiwaku
Menghimpun selaksa riuhnya rindu di bibir imaji asa
Dengan sebatas sapa yang terpaksa menyapa
##
__ADS_1
Maka jangan tanya lagi
Bila sisanya tiada yang terisi
Adakah rasaku terbagi
Setelah senja lepas pergi
Terbalut dalam awan malam ini
***
Puisi Sedih – Bila Cinta

Oleh Rizaallutfie
Ketika seorang anak manusia memiliki
Cinta kepada seseorang.
Yang merasakan cinta tidak hanya hatinya.
Tapi, seluruh tubuh dan jiwanya
##
Hatinya akan meneruskan perasaan itu ke tangannya.
Membuatnya selalu berupaya membantu
Memudahkan setiap urusan hidupnya.
##
Hatinya akan meneruskan perasaan itu
Ke kakinnya dan membuatnya bersedia
Berjalan beriringan dengan orang yang
Di cintai.
Tidak berlari tidak juga terlalu lambat.
##
Hatinya akan meneruskan perasaan itu
Ke matanya.
Hingga tidak lagi fisik menjadi penyebab
Hilangnya cinta.
Puisi Lingkungan
##
Seseorang menjadi tampak mempesona
Dan mata yang selalu memandang
Dengan aman dan melindungi.
##
Tidak hanya nyaman, bukankah pernah
Kamu temui tatapan mata yang
Merenggut dan menelanjangi dirimu.
Membuatmu takut dan berusaha berlari.
##
Ketika seorang anak manusia
Memiki cinta.
Maka hatinya akan meneruskan
Perasaan itu keseluruh sendinya.
##
Membuat seseorang manusia menjadi
Lebih ringan dan nyaman dalam
Menjalani hidupnya yang berat.
Hatinya akan meneruskan perasaan itu
Ke pikiranya.
Menjadikanya berfikir lebih jernih dan
Bijaksana.
##
Hanya saja bila tidak berhati – hati,
Tidak hanya cinta yang jatuh tapi juga
Seluruh bagian diri yang ikut
##
Merasakanya.
Tidak hanya cinta yang jatuh,
Tapi juga logikanya,
Mungkin juga impiannya.
__ADS_1
***