
POV AUTHOR.
"Ya Kim Seokjin. Berhentilah bertingkah seperti anak kecil!! Aku hanya menyiapkan sarapan untuknya karena dia juga perlu makan."
"Baiklah, Aku minta maaf. Kalau begitu aku akan membantu memasak saja hari ini." Ujar Seokjin tersenyum lebar.
"Hemm,, aku memaafkanmu."
Y/n lalu membalas senyuman Seokjin dan langsung fokus kembali kesayurannya. Sedangkan Seokjin mulai menyiapkan bahan-bahan lainnya.
Saat itu mereka pun sibuk memasak berdua didapur dengan kebahagiaan yang terpancar dari wajah mereka. Tak henti-hentinya Seokjin terus mengkecup ujung kepala istrinya, hingga istrinya pun merasa kerepotan.
"Ya, berhentilah menciumi kepalaku Seokjin-ah!! Aku jadi susah untuk membereskan pasakanku dengan cepat." Geturu Y/n kesal.
"Hehe, mianne." Jawab Seokjin kembali tersenyum lebar.
Y/n hanya membuang nafas berat dan kembali memasak.
...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Beberapa hari kemudian.
Y/n sudah terbiasa dengan sikap manjanya Seokjin yang baru ia ketahui beberapa hari yang lalu. Tapi tak menjadikannya kesal ataupun geram dengan perubahan sikap manja suaminya itu, ia malah menyukai sikap manja dan cemburunya pria berwajah tampan itu.
...
Hingga tak terasa 2minggu sudah berlalu. Seokjin sudah mulai bekerja seperti biasanya. Walaupun sejujurnya ia masih belum siap meninggalkan istrinya sendirian dirumah, tapi karena tuntutan pekerjaan ia terpaksa harus kembali bekerja.
Ia lalu mempercayakan sepenuhnya pada Enwoo agar menjaga istrinya dengan baik, karena saat itu Enwoo sudah mulai tinggal bersamanya. Dan Enwoo dengan senang hati menerima permintaan saudaranya itu.
Hari kehari, minggu ke minggu Seokjin semakin memperhatikan istrinya itu. Setiap kali ia bekerja, ia selalu menyempatkan waktu untuk menelfon istrinya, hanya sekedar menanyakan kabar tentang istrinya yang masih berdiam diri dirumah.
Sedangkan Enwoo ia masih terus berusaha menyelidiki kasus penculikan itu, sembari terus menjaga Y/n agar tetap aman.
Tak terasa rumah tangga Y/n dan Seokjin sudah berjalan selama 3bulan, mereka semakin romantis, dan tentunya semakin memperlihatkan kasih sayang mereka.
Jika bertanya tentang keluarga Y/n!! Tentu pasangan pasutri itu tidak memberi tahu mereka, karena mereka takut keluarga Y/n akan hawatir.
Y/n pun juga belum sempat untuk berkunjung kekediaman orang tuanya karena Seokjin belum menginjikannya untuk bepergian.
Sudah 2bulan, Y/n terkurung didalam rumahnya sendiri, hingga saatnya Y/n merasakan kejenuhan pada dirinya. Entah sampai kapan ia harus berdiam diri dirumah sedangkan kasus penculikannya masih belum menunjukan kemajuan.
Saat itu Y/n sedang duduk disofa ruang tamu, ia hanya bermain game di ponselnya sembari menunggu suaminya pulang. Itulah yang sering ia lakukan setiap harinya untuk membuang rasa bosannya.
Tiba-tiba Enwoo saat itu datang menghampirinya.
"Hey Nuna!! Kau sedang apa??" Sapa Enwoo duduk disalah satu sofa lainnya.
Y/n lalu mematikan ponselnya dan langsung menoleh kearah Enwoo.
"Masih sama seperti biasanya." Jawabnya malas. Ia lalu membuang nafas berat.
"Enwoo-ah." Sambungnya memanggil pria di hadapannya.
__ADS_1
Enwoo mengangkat kedua matanya sambil berdeham.
"Sampai kapan aku harus terus berdiam diri dirumah?? Aku sangat ingin kembali seperti dulu lagi!! Menghirup udara segar diluaran sana. Aku rindu semunya, aku rindu keluargaku, aku rindu teman-temanku." Keluh gadis itu dengan wajah begitu sedih.
Enwoo hanya tersenyum kikuk sambil mengaruk-garuk tengkuk lehernya yang tidak gatal itu. Ia lalu membuang nafas singkat dan kembali melihat gadis dihadapannya dengan wajah sedih terlihat jelas diwajahnnya.
"Nuna, jika Nuna sudah mulai merasa jenuh lebih baik Nuna mengajak Seokjin Hyung saja bagaimana?? Eoh, dan kurasa Seokjin Hyung juga akan mengijinkannya jika Nuna pergi bersamanya." Tutur Enwoo yang seketika merubah wajah gadis itu menjadi bersemangat kembali.
"Eoh, kau benar. Aku akan mengajaknya nanti, gomawo Enwoo-ah." Ujar Y/n tersenyum bahagia.
"Sama-sama Nuna." Balas Enwoo tersenyum simpul.
"Kenapa selama ini aku tidak pernah terpikir untuk mengajak Seokjin?? Gumam gadis itu.
Tak lama setelah percakapan mereka selesai, mereka pun kembali pada kesibukan mereka masing-masing.
...
.
.
.
.
.
.
.
.
Malam pun sudah tiba, Y/n sudah selesai mengurus suaminya yang sudah pulang satu jam yang lalu. Saat itu ia duduk di tepi kasur tepat disamping suaminya yang sedang sibuk dengan laptopnya.
Wajahnya terlihat sangat gugup saat ingin memulai pembicaraan.
"Ada apa sayang?? Sedari tadi kau hanya mondar-mandir tak jelas." Ucap Seokjin dengan tatapan yang masih pokus pada laptopnya.
"Eoh, A-aku sebenarnya ingin itu A-anu---"
"Kau ingin jalan-jalan keluar??" Tanya Seokjin sembari menoleh kearah Y/n.
Kedua mata gadis itu seketika terbuka lebar.
"Kenapa kau bisa tau aku ingin pergi keluar??" Tanya Y/n kebingungan.
Seokjin tersenyum lembut sembari mengelus pipi istrinya itu.
"Enwoo sudah menceritakan semuanya padaku sayang. Dan aku sungguh tidak tau kalau sebenarnya kau merasa tersiksa dengan keputusanku agar melarangmu untuk keluar rumah. Maafkan aku Y/n aku pikir aku sudah membuatmu tertekan, tapi semua ini aku lakukan karena aku tidak ingin melihatmu kenapa-napa." Tutur Seokjin penuh bersalah.
Y/n lalu tersenyum simpul sambil memegang jemari Seokjin yang sedang mengelus pipinya.
"Aku mengerti, semua itu demi kebaikanku. Tapi kali ini aku benar-benar ingin pergi keluar, kau bisakan menemaniku??" Tanya Y/n penuh harap.
"Tentu, besok kita akan liburan bagaimana??"
"Sungguh??" Tanya Y/n antusias.
Seokjin mengangguk mantap sebagai jawabannya.
"Gomawo Seokjin, memangnya kita akan liburan kemana??" Tanya gadis itu kembali.
"Besok kita akan liburan kepantai, dan aku minta kau jangan jauh-jauh dariku. Kau harus selalu disampingku." Pinta suaminya itu.
"Baiklah, aku sangat bahagia mendengarnya. Bahkan ini melebihi yang kuharapkan." Ujar Gadis itu tersenyum sumbringah pada suaminya itu.
Seokjin hanya terkekeh gemas melihat tingkah istrinya itu.
"Kalau begitu kau siapkan dulu perlengkapannya sayang!! Karena kita akan menginap satu hari disana. Nanti setelah aku selesai mengerjakan pekerjaanku, aku akan membantumu berkemas." Ucap Seokjin.
Y/n menggelengkan kepalannya dengan cepat.
"Tidak, kau tak perlu membantuku!! Fokus saja keperkejaanmu. Biar masalah berkemas aku saja yang bereskan." Tolak Gadis itu.
__ADS_1
"Haha, baiklah kalau itu maumu aku akan kembali bekerja." Jawab Seokjin mencium kening Y/n sekilas dan kembali pada laptopnya.
Y/n hanya tersenyum dan segera bergegas untuk menyiapkan keperluaannya besok.
...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Keesokan harinya, tepat jam 08:00 pagi.
Y/n dan Seokjin sudah siap dengan beberapa perlengkapannya di depan mobil Seokjin. Begitu pun Enwoo yang juga ada disana.
"Enwoo aku titip rumahku padamu selama aku pergi." Ujar Seokjin setelah memasuki mobilnya bersama istrinya.
"Ne Hyung, kau tenang saja. Bersenang-senanglah disana!!" Jawab Enwoo melambaikan tangannya saat melihat Seokjin menjalankan mobilnya itu untuk pergi.
Tak lama kemudian Seokjin sudah pergi dari rumahnya, dan Enwoo kembali masuk kedalam rumah.
...
.
.
.
.
.
.
.
.
Di tempat yang berbeda.
Di Restoran Tempat Hoseok dan Taehyung bekerja.
"Wae?? Kenapa harus aku yang pergi kesana?? Bukannya kau yang harus pergi kesana??" Gerutu Hoseok pada temannya.
"Haisss,, moodku sedang tidak baik. Aku hanya tidak ingin membuat suasana disana semakin kacau, jadi kumohon bantu aku kali ini!!" Jelas Taehyung yang sedang duduk dikursi kerjanya, yang kini sudah bersetatus manager.
Hoseok hanya berdecak sebal dengan sahabatnya itu.
"Baiklah, hanya satu kali lagikan?? Kau selalu menyuruhku ini itu, dan kau bilang hanya kali ini saja. Hahh,,,,, menyebalkan. Sampai kapan kau mau seperti ini hemm?? Y/n sudah menghilang selama 2bulan, dan kau hanya berdiam diri dengan tak keberdayaanmu itu, Kenapa kau tak mencoba untuk mencarinya??" Gerutu Hoseok.
Taehyung lalu menyandarkan punggungnya kekursi sembari mencubit pangkal hidungnya.
"Aku sudah mencarinya, bahkan aku setiap hari mendatangi rumah orangtuanya dan jawabannya tetap sama. Y/n baik-baik saja." Jelas Taehyung frustasi.
Hoseok hanya bisa bungkam saat sahabatnya itu mengeluh lelah, karena jujur saja semenjak Y/n tak ada lagi mengabarinya. Taehyung menjadi pria yang pendiam dan pemurung. Tidak tau seberapa besar kerinduan yang ia rasakan untuk gadis tercintanya itu. Namun bisa terlihat ia sangat menderita sangat ini.
...
Bersambung.
__ADS_1