
POV AUTHOR.
Saat itu Seokjin sudah ada dikantornya. Ia duduk di kursinya sembari mengecek setiap lembar berkas-berkas pekerjaan yang ia terima.
Suara ketukan pintu pun terdengar. maniknya pun melihat kearah pintu itu.
"Masuk." Ucapnya sembari fokus kekomputernya.
Orang dibalik pintu itupun masuk, dan ternyata orang itu adalah kakeknya.
"Seokjin apa kakek mengganggumu??" Tanyanya berjalan mengahampiri Seokjin.
"Ah, tidak sama sekali. Ayo duduklah kek!!" Bangkit dari duduknya dan mempersilah kakeknya untuk duduk.
Kakeknya pun duduk, menyenderkan punggungnya kekursi kantor.
"Seokjin, bagaimana keadaanmu dan Y/n?? Apa kalian baik-baik saja selama tinggal bersama??"
Seokjin tersenyum simpul.
"Aku dan Y/n baik-baik saja kek, bahkan lebih baik dari sebelumnya." Jelasnya tersenyum merona.
"Ah, kakek lega mendengarnya. Oyah-- Kakek dengar saat acara penyambutan Namjoon,
Y/n bertengkar dengan Solbin. Apa Y/n baik-baik saja??" Tanyanya hawatir.
Seokjin membuang nafas singkat dan kembali melihat kearah kakekknya.
"Awalnya dia sempat drop dengan perkatan Solbin. Tapi untungnya dia orang yang kuat, dengan cepat Y/n bisa menerimanya dan kembali seperti biasanya." Jelas Seokjin duduk di hadapan kakekknya.
"Syukurlah, Solbin memang sedikit cetus pada setiap wanita yang mendekatimu, apalagi
Y/n sudah menjadi istrimu, dia akan semakin geram pada Y/n. Seokjin kau harus benar-benar menjaganya." Tutur Kakeknya memegang bahu Seokjin.
Seokjin tertegun.
"Kakek ternyata sudah tau tentang prilaku Solbin yang sebenarnya??" Tanyanya memegang jemari ringkih kakeknya.
Tuan He-Ceul hanya mengangguk.
"Sudah, kakek sudah tau semuanya. Hanya saja kakek berpura-pura tidak mengetahuinya, kakek mempunyai rencana lain untuk mereka." Ucapnya membuat Seokjin penasaran.
...
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
POV Y/N.
Saat Seokjin tidak ada dirumah, aku memutuskan untuk pergi menemui keluargaku. Dan siang itu aku sudah sampai didepan rumah orangtuaku.
Aku berjalan membukakan pintu rumahku.
Dan seketika mataku tercengang. Aku melihat Taehyung duduk diruang tamu bersama Yoongi kakakku.
Dengan sigap aku langsung membalikan badanku berjalan cepat menghindar dari Taehyung. Namun gagal, tanganku berhasil Taehyung tarik.
Aku terdiam kaku tak berani membalikan badanku. Mataku mulai berkaca-kaca.
Mendengarnya bicara seperti itu, aku langsung membalikan badanku kembali. Aku menatap geram kearahnya dengan amarah yang sudah lama kupendam.
"Kau bilang aku menghindar darimu. Yang seharusnya berkata seperti itu aku, bukan kau Taehyung. Setelah hubunganmu bersama wanita itu terbongkar kau tak sama sekali menghubungiku, kau malah menghilang tak memberiku kabar. Kau itu egois." Cerocosku.
"Y/n. Aku tidak berselingkuh darimu, dia hanya patner bisnisku. Dan aku tidak tau kalau dia menyukaiku." Jelas Taehyung berjalan lebih dekat kearahku.
Ia tak berhasil mendekatiku, karena
Aku melangkah mundur menghindar darinya.
"Lalu jika kau tak berselingkuh dariku, kenapa kau tak pernah menghubungiku??" Tanyaku.
Taehyung menghelas nafas singkat.
"Saat pertengkaran itu terjadi, ponselku rusak karena aku membantingnya. Aku frustasi karena kau bilang ingin mengakhiri hubungan kita. Aku selalu datang kerumahmu untuk mencarimu tapi kau selalu tak ada dirumah. Setiap hari aku mencarimu, tapi Ibu, ayah, dan Yoongi selalu bilang kalau kau tak lagi tinggal bersama mereka. Mereka bilang, mereka tidak tau keberadaanmu sekarang. Kau kemana sebenarnya Y/n??"
Seketika aku tertegun.
Aku menelan ludahku singkat.
"A--aku bekerja disebuah tempat yang jauh, dan A-aku terpaksa harus mencari kostsan disana." (Mengelak)
__ADS_1
"Kau sudah menemukan pekerjaan baru dimana??"
"Kau tak perlu tau aku bekerja dimana." Cetusku membuang pandanganku kesegala arah.
Taehyung tersenyum simpul kearahku.
"Baiklah, kau tak usah memberitahuku kau bekerja dimana. Melihatmu baik-baik saja sudah membuatku lega sekarang." ucapnya sendu.
Inilah alasan kenapa aku sulit melupakan Taehyung. Dia adalah orang yang benar-benar sabar saat menghadapi sikapku yang terkadang menyebalkan. Dia tak pernah marah sedikit pun padaku. Dia selalu bisa menahan amarahnya di saat aku membuatnya marah, ataupun kecewa.
Tangisanku pun pecah, aku menangis tepat dihadapannya. Taehyung yang terkejut melihatku menangis langsung memeluk erat tubuhku.
"Y/n. Jangan menangis!! Maafkan aku sudah membuatmu sedih, aku berjanji tidak akan berbuat hal bodoh lagi." Mencoba menenangkanku.
"Tidak, kau tidak perlu meminta maaf. Aku yang terlalu egois padamu. Maafkan aku karena aku tidak memberimu kesempatan untuk menjelaskan semuanya." Ujarku menenggelamkan wajahku dipelukannya.
"Y/n. Jangan pernah bicara lagi bahwa kau akan meninggalkanku ataupun berniat untuk mengakhiri hubungan kita. Aku tidak akan pernah mengijinkannya terjadi, aku sangat mencintaimu, aku tak mau kehilanganmu." Tuturnya dengan tulus.
Aku dapat merasakan ucapan Taehyung benar-benar tulus padaku. Tapi disisi lain, rasa bersalahku semakin besar. Aku merasa sangat berdosa karena menyembunyikan kebenaran pada diriku. Rasanya aku ingin menceritakan semuanya pada Taehyung tapi itu mustahil.
Hatiku lagi-lagi Goyah, aku bingung dengan perasaanku sendiri. Disaat hatiku mulai terbuka untuk Seokjin, dengan cepat Taehyung mengambil hatiku kembali.
Aku harus berbuat apa sekarang. Rasannya aku ini adalah wanita terbodoh sedunia karena sudah mempermainkan dua pria yang begitu baik padaku.
beberapa saat aku mulai melepaskan pelukan Taehyung. Berhenti dari tangisanku.
"Taehyung, aku mohon beri aku waktu untuk berfikir tentang hubungan kita. Sebaiknya kau pulang sekarang!!" Ucapku.
"Baiklah, aku mengerti. Aku akan menunggumu sampai kau mau memaafkanku, tapi aku tak pernah berharap kau akan memberikan jawaban mengakhiri hubungan ini, aku tidak akan bisa menerimanya. Ya sudah, kalau begitu aku pergi sekarang. Jaga dirimu baik-baik aku mencintaimu." Ujarnya mencium keningku dan pergi.
Aku menangis kembali saat Taehyung sudah pergi meninggalkanku, aku berlari masuk kedalam rumah. Menangis di belakang pintu rumahku, Yoongi yang melihat kejadian itu sedari tadi datang menghampiriku dan mengusap-ngusap punggungku mencoba menenangkanku.
"Y/n. Aku tau perasaanmu saat ini sangat hancur, bersabarlah hanya butuh satu tahun lagi, kau akan bersama Taehyung kembali." Ucap kakakku.
Aku menggelngkan kepalaku, menoleh kearah Yoongi.
"Bukan itu yang sedang kufirikan Oppa. Aku terlanjur nyaman bersama Seokjin, aku memberi Seokjin kesempatan untuk meyakinkan hatiku. Dan aku berniat untuk memulainya dari awal bersamanya dan mencoba mengakhirinya bersama Taehyung. Tapi disaat aku ingin mengakhiri hubunganku dengan Taehyung, lagi-lagi hatiku bimbang. Aku bingung harus memilih siapa?? Mereka berarti bagiku sekarang." Jelasku sembari terus menangis.
Yoongi mengusap depan rambutnya kebelakang, membuang nafas panjang.
"Lalu perjanjian kontrak itu bagaimana??"
"Perjanjian kontrak itu sudah tak berlaku lagi bagi kami." Jawabku sendu.
"Baiklah, ayo sebaiknya kita duduk di kursi saja, jangan disini." Ajaknya menarik tangan
ku untuk berdiri.
__ADS_1