
Yuna tersenyum kala putri bungsunya menyuapinya,
" mah, enak nggak buburnya ? " tanya nala.
" Hmm, enak sayang. ''
" Mamah mamamnya yang banyak ya, biar cepat sehat kalau udah sehatkan boleh pulang.
kalau mamah lama lama di rumah sakit nala nggak ada teman mah. nala sama ka nathan sedih. ''
'' iya, nanti mamah cepat pulang ko sayang.'' ucap yuna sambil mengusap sayang rambut panjang nala.
'' hmm mah, nalakan di rumah nggak ada siapa siapa boleh nggak kalau nala pergi ke mall sama opa sama oma. '' pinta nala.
'' hmmm.... gimana ya, '' yuna berpura pura diam berpikir ingin sekali dia ngerjain anak anaknya itu.
'' gimana ya pah, boleh nggak ya ? '' yuna pura pura bertanya kepada panji.
'' kalau menurut papah sih kayanya , boleh '' ucap yuna bersamaan dengan panji.
'' Hore... mamah sama papah udah izinin aku pergi, kalau gitu sekarang papah suap ya mamah dulu biar mamah cepat sehat. " ucap nala memberikan mangkok bubur kepada panji.
'' Nah aku sama ka nathan oma dan opa, pergi ke mall ya pah mah '' ucap nala.
'' boleh sayang hati hati ya jangan nakal, nurut sama opa oma ya sayang mamah. '' ucap yuna.
'' iya mah '' sahut nala dan nathan bersamaan.
setelah mamah rosa dan papah hartawan berangkat ke mall membawa anak anak untuk bermain tinggallah panji dan yuna saja di rumah sakit.
ka sandi pun sudah pulang ke rumahnya, karena ia pun tak bisa berlama lama di luar rumah karena Jeni sedang dalam kondisi hamil besar.
panji merapikan kembali bekas makan yuna dan memisahkannya, setelah merapikan bekas makan panji lanjut mengambil buah dan dikupasnya untuk yuna.
'' Aaaaa .....'' ucap panji sambil menyodorkan potongan buah apel ke mulut yuna.
hingga yuna menghabiskan satu buah apel.
" mau jeruk juga ? " tanya panji.
" ih mas ini aja aku terpaksa makan ini kalau aku nggak lagi hamil aku males banget makan mas. masih mual ini mulut juga pahit. " ucap yuna panjang lebar mengungkapkan apa yang tengah ia rasakan dengan badannya saat ini.
" sabar ya sayang, demi anak kita " ucap panji.
" iya mas. "
__ADS_1
tak lama dokter dan suster tiba akan membaw Yuna ke ruangan lain untuk di periksa lebih lanjut.
suster meminta yuna untuk pindah ke kursi roda, tapi karena nggak tega aku menggendong yuna untuk di pindahkan ke kursi roda.
kami bergegas menuju ruang USG, disana yuna dibaringkan diatas ranjang ditutupi dengan kain bagian pahanya dan perutnya di usap usap oleh alat USG transducer untuk ditempelkan ke perut yuna.
setelah sebelumnya dioleskan jel, kami sudah bisa mendengar detak jantungnya. lalu dokter menggeser lagi transducernya semua tampak nggak jelas mungkin hanya dokter yang mengerti.
" usia janinnya udah berapa minggu dok ? "
tanya panji.
" usianya sudah menginjak 8 minggu, janinnya bagus '' ucap dokter.
" apa jani kami kembar dok? " tanya yuna.
" nggak untuk kehamilan sekarang ibu hamil satu bayi saja. '' ucapnya.
'' alhamdulillah kalau sehat semoga sehat terus hingga lahiran ya sayang '' ucap panji mengelus sayang istrinya.
'' jadi gimana dok, apa istri saya sudah boleh pulang ? " tanya panji.
'' karena panasnya sudah normal dan janinnya pun sehat, ibu sudah boleh pulang ko asal selama satu minggu ini bed rest ya.
'makanan juga di jaga ya bu, lebih makan makanan yang bergizi saja kurangi makan pedas. '' jelas dokter.
'' ini vitamin sama penguat kandungannya jangan lupa di habiskan ya bu, '' ucap dokter sambil menuliskan resep untuk yuna.
selesai di periksa panji dan yuna pergi ke apotik untuk nebus resepnya, panji yang mengantri sedang yuna duduk di kursi roda menunggu panji.
pandangannya melihat ke lobi dimana banyak orang yang datang dan pergi untuk berobat,
" yuna '', panggil seseorang
karena merasa seperti ada yang memanggilnya, yuna menoleh ke asal suara.
" putri " ucap yuna
terlihat putri yang tengah berdiri di belakang yuna, putri tampak segar dan cantik seperti biasanya.
'' putri apa kabar ? " tanya yuna
" aku baik baik aja, kamu kenapa sakit ? " tanya putri.
" aku habis dari dokter kandungan put, aku lagi hamil muda baru aja habis check up.'' jelas yuna.
__ADS_1
" oh kamu lagi hamil anak pertama ya? " tanya putri
" bukan, ini anak ke tiga kami put. "
'' oh yang lainnya mana? " tanya putri.
" ada ikut sama mamah dan papah karena aku lagi sakit. kamu sendiri disini kenapa ? ada yang sakit ? " tanya yuna.
" nggak put, aku habis check up rutin kandungan semenjak aku keguguran wakRtu itu aku jadi sulit memiliki anak '' sahut putri.
" ya ampun semoga secepatnya membaik ya put, " ucap yuna.
" putri " panggil panji yang baru datang sehabis menebus resep obat.
'' eh panji, apa kabar.?'' tanya putri mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
" baik put, kamu dimana sekarang udah punya anak berapa? " tanya panji.
" aku belum punya anak ji, '' sahut putri.
" sabar mungkin Allah belum mengizinkan.'' sahut panji.
kalau gitu aku pamit ya put, aku belum jemput anak anak di rumah mamah '' ucap panji.
" kami duluan ya put, '' pamit yuna.
'' iya silahkan ''
panji mendorong kembali kursi roda yang tengah yuna duduki, hingga ke parkiran rumah sakit.
sampai di dekat mobil saat yuna akan naik mobil panji memapah sang istri dengan lembut dan sayang.
putri memperhatikan kebersamaan yuna dan panji yang begitu mesra dan terlihat sekali jika panji amat mencintai yuna.
uh andai saja aku yang dulu tak putus dengan panji, mungkin saat ini aku sudah menikah dengan panji dan telah memiliki banyak anak seperti yuna, andai tak ada yuna mungkin panji tak akan pernah berpaling dari aku.
tapi sekarang aku sudah menikah selama lima tahun tapi tak bisa memiliki anak hingga saat ini, berbagai macam cara telah ia lakukan namun hasilnya selalu nihil.
putri yang saat ini telah menikah dengan pengusaha kaya berasal dari singapura, ia dulu di jodogkan oleh ibunya untuk menikah dwngan pria asal singapura, yang berstatus sebagai duda.
bu dina memaksa putri untuk mau menerima pinangan duda kaya raya itu, bukan karena matre namun tak ada lagi pria yang bisa menerima putri apa adanya dengan kondisi yang sudah hancur karena salah bergaul.
akhirnya putri menikah dan setelah menikah putri diajak pindah ke singapura untuk menetap disana. baru sebulan terakhir ini putri berada di indonesia.
namun ia selalu rutin berobat ke dokter kandungan untuk memulihkan kembali rahimnya yang sempat rusak akibat keguguran di lapas dulu.
__ADS_1
karena setelah ke guguran putri tidak menjalani perawatan hingga setelah menikah barilah terdeteksi jika rahimnya tengah bermasalah.
bersambung.....