Putih Abu Abu

Putih Abu Abu
Part 115


__ADS_3

'' Uch gantengnya, namanya siapa Na? " tanya mamah rosa


" Narendra aji hartawan "


" wah bagus namanya orangnya ganteng sekali" puji bu Rosa.


" wah Yuna kesampean juga lahiran di kampung pak Karim " ujar ka Sandi meledek


" Iya ka, mungkin karena terlalu khawatir akhirnya jadi kesampean ketakutan mas Panji "


" Apa sih lo, bisanya nheledek doang "


Semua tampak larut dalam kebahagiaan, pak karim dan pak Hartawan bergegas pulang ke rumah untuk bersiap menyambut ke datangan anggota baru.


Semua tetangga tampak antusias walau mereka tak begitu mengenal Yuna namun pak Karim begitu terkenal dengan kebaikan - kebaikannya, kedermawanannya.


ia selalu menyumbangkan hasil penannya sebagian kepada warga yang kurang mampu dan mesjid kadang dengan memakai nama istrinya yang sudah meninggal kadang dengan nama yuna atau pun dirinya sendiri.


Setelah belanja semua keperluan sayuran dan daging - daging semua tetangga dengan beramai - ramai memasak makanan di dapurnya pak Karim.


Pak Hartawan yang melihat kebersamaan di daerah pedesaan itu sungguh takjub,


" Disini masih solid ya pak " ujar pak hartawan.


" Iya pak, disini tetangganya kompak saya saja terkejut melihat kebersamaan yang sungguh indah ini.


Dulu saja ketika saya tinggal di Sukabumi tetangga saya nggak seperti di sini paj sangat jauh bahkan cenderung cuek saja, kalau misalkan kita dapet musibah yang melihat keadaan kita hanya berapa orang bisa di hitung terlebih saya orang miskin pak mana mau irang kaya mau bergaul dengan saya yang hanya orang miskin.


Dulu di kampung saya kalau ada syukuran atau hajatan tukang masaknya ya bayar sama yang bantu - bantu juga mesti di bayar.


Makanya dulu saya nggak sanggup untuk mengadakan syukuran ya begitu nggak ada uang buat bayar orangnya.


Namun ketika saya di sini lain lagi semua tetangga hadir mau saya sakit saya hajatan semua selalu saya saja terharu melihat kebaikannya warga sini yang tak pilih - pilih ketika bergaul.


" Mendengar penuturan bapak sya jadi tertarik buat bikin Villa di sini saya pasti akan lebih sering ke sini kalau punya Villa."


" Kenapa harus bangun Villa rumah saya saja luas pak, hanya ya kalau rumah saya ini ya begini sederhana saja. " ucap pak karim


" Tapi kalau bapak sudah punya istri lagi saya nggak enak berlama - lama nginep di rumah bapak. " ujar pak hartawan.

__ADS_1


" "Saya belum kepikiran untuk menikah lagi pak, saya sudah bahagia melihata anak semata wayang saya bahagia. " lirihnya


" Memang kebahagiaan anak itu prioritas kita sejak muda ya pak, hingga lupa kebahagiaan diri sendiri jika sedang bersama anak. "


" Pak maaf apa bapak jadi pesan kambing pada saya " ujar ibu setengah baya namun masih cantik.


" Jadi bu buat aqikah cucu saya, saya pesan kambingnya 2 saja karen Cucu saya laki - laki. "


" Oh ya sudah kalau gitu kapan bapak mau lihat - lihat kambingnya untuk memilih kambing yang sesuai. "


" Seperti nanti saja bu agak sorean, saya mau lihat pekerja dulu hari ini belum saya lihat. nanti setelah pulang dari kebun saya mampir ke rumah ibu ya " ucap pak Karim.


Lalu ibu lili pun pamit setelah menawarkan kambingnya sama pak Karim, pak hartawan sejak tadi hanya memperhatikan saja pak Karim yang tengah berbincang dengan bi Lili tanpa ikut menimpali.


Namun setelah bu Lili pergi Pak Hartawan kembali menghampiri pak Karim untuk bertanya mengenai kambing.


" Jadi bapak sudah pesan kambing juga buat Narendra cucu kita. ? " tanyanya


" Sudah pak "


" Kalau gitu pakai ini pak" ucap pak Hartawan seraya memberikan kartu atmnya pada Pak Karim.


" Sepertinya biar saya saja pak yang urus semua syukuran aqikah Narendra ini, saya juga ingin membahagiakan anak serta cucu saya. " ujarnya


Mereka bergegas menuju ke rumah bu Lili untuk memilih kambing mana saja yang akan di ambil oleh pak Karim untuk aqikah cucunya.


Tak lama mereka sampai ditempat yang di tuju tampak kambing - kambing yang begitu banyak dan berperawakan besar.


" Wah kambingnya cakep - cakep ya pak" ujar pak Hartawan.


ketika kami sedang melihat - lihat datangnya bu Lili menghampiri kami.


" Gimana pa mau ambil yang mana ? " tanyanya


" Sepertinya Ku ambil yang ini lalu yang sedikit coklat itu sama itu bu ucap pak karim sambil menunjuk kambing yang berkepala putih.


" ko tiga pak bukannya dua ? " tanya pak Hartawan


" Yang satu buat yuna, sejak kecil yuna belum aku aqikahkan karena tak memiliki uang untuk membeli kambing. " jelas pak Karim

__ADS_1


" Oh begitu, memangnya kalau anaknya sudah besar boleh pak? "


" boleh pak, asal dengan izin anaknya "


" Oh begitu, karena yang saya tahu hanya sampai batas umur 12 tahun kan ya wajibnya." ucap pak hartawan .


" Memang sekarang yuna tak lagi wajib aqikah, namun karena dia anak satu - satunya dan kebetulan saya pun lagi ada lebih rezekinya ya sudah buat kebahagiaan yuna."


" Amin, tapi sepertinya kebahagiaan yuna juga kalau melihat bapak memiliki pendamping lagi '' ucap pak Hartawan menggoda.


" Tapi saya belum bisa melupakan istri saya yang sudah meninggal pak, di dalam hati tetap saja ia juaranya. "


Mereka tertawa bersama bisa juga ya pak karim, "tapi pak kalau saya perhatikan ibu juragan kambing itu sepertinya tertarik sama pak Karim " ucap pak hartawan


" Ah mana mungkin bapak salah liat kali nggak mungkin bu Lili tertarik sama saya orang miskin pak. ''


" Ya tuhan bapak ini gimana sih? "


'' Jelas - jelas saya liat kalau ibu tadi curi - curi pandang loh sama bapak. ''


" Mungkin ia hanya melihat bukan curi - curi pandang. "


Ketika mereka sedang berdebat masuklah mobil keluarga besar pa hartawan membawa anggota keluarga baru mereka.


" Yuna bawa ke kamarmu saja bapak tadi sudah beli kasur bayi sama selimut buat si ganteng cucu bapak ini " perintah pak karim.


" Kasurnya lebih baik bawa di ruang tengah saja pak barangkali tetangga ingin melihat cucunya pak Karim," ujar bu rt .


" bener juga kata bu rt masa kalau ada yang jenguk harus ke kamar ribet juga " ujar pak Karim.


'' Ya sudah biar bapak pindahkan ke ruang tengah saja " ucapnya seraya bergegas berjalan menuju kamar Yuna untuk mengambil Kasur bayi yang baru ia beli "


" Loh pak ko di dapur banyak orang sih? " tanya yuna


" Mereka tetangga sini mereka berniat bantu bapak masak - masak sama bikin kue kampung buat syukuran aqikah si ganteng besok " jelas pak karim.


.'' Oh gitu pak "


'' Na, satu lagi bapak juga mau minta izin sama kamu ? "

__ADS_1


bersambung ....


reader tercinta jangan lupa ya dukungannya buat nivel pertama aku jangan lupa like komen dan vote nya


__ADS_2