Putih Abu Abu

Putih Abu Abu
Part 106


__ADS_3

Sebelum baca jangan lupa ritualnya ya, jangan lupa, like, komen, vote dan hadiahnya buat novel pertama aku. terima kasih


Pagi pagi sekali panji sudah bangun dan bersiap membangunkan si kembar, nala dan nathan.


tampak istrinya yang tertidur kembali setelah melaksanakan shalat subuh bersama, ia memang sudah kesusahan tidur malam karena perutnya yang semakin membesar.


aku menyelimutinya kembali kasihan rasanya melihat wajahnya yang sudah cubby karena efek kehamilannya. untuk bangun saja yuna sudah kepayahan.


aku berjalan perlahan sebisa mungkin tanpa mengeluarkan suara, agar tak mengganggu yuna yang kembali tertidur.


sampai di depan pintu kamar anak anak, panji membukanya perlahan tampak nala dan nathan yang sudah membuka mata namun masih belum mau beranjak dari tempat tidur.


melihat tingkah si kembar seperti itu aku geleng kepala sepertinya anak anakku mewarisi sifat malasku.


" sayang ayo bangun, kenapa masih rebahan di ranjang '' ujar panji.


seraya menciumin anak anaknya yang masih bau asem.


" aku malas pah aku masih mau tiduran saja, ucap nala sambil menarik kembali selimutnya.


alih alih kesal dan marah panji justru tersenyum melihat tingkah si kembar, " sayang kalau bangunnya lama nanti mandinya telat sarapannya juga telat.


" papah aku mau mandi tapi aku mau di gendong ke kamar mandinya, " rajuk nala.


'' boleh di gendong asal mandinya cepet ya "


ucap panji.


" siap papah, sahut si kembar bersamaan. "


'' kaka nathan nggak usah di gendong ya kaka kan kuat. '' puji panji.


" iya dong kaka kan cwo kata opah kaka harus kuat. '' ucapnya memuji diri sendiri.


" nah gitu dong itu baru jagoan papah "


selesai memandikan nala dan nathan, lalu memakaikan pakaian sekolah dengan telaten dan cekatan panji melakukan pekerjaan yang biasa di kerjakan yuna.


panji mengajak anak anaknya untuk turun sarapan, " pagi bi sri, ne mbo. " sapa si kembar bersamaan.

__ADS_1


" siapa ne mbo? '' tanya panji.


'' si mbo papah, kan udah nene nene jadi aku panggil ne mbo aja. " sahut nala .


" kamu ini ada ada aja. '' ucap panji geleng geleng kepala, mulai makan sarapan yang sudah sri dan si mbo siapkan.


selesai sarapan panji menyiapkan buat di bawa keatas untuk sarapan yuna. " nak, papah ke atas dulu ya ganti pakaian. sekalian bawa sarapan buat mamah. "


" pah aku juga mau ke kamar mamah dulu, " ucap nala.


" iya sayang di habiskan dulu sarapannya. "


panji bergegas naik ke atas masuk ke kamarnya.


" tampak yuna sudah segar dan berganti pakaian, " sayang kamu udah mandi? aku kira masih tidur."


'' nggaklah mas, aku kan udah hamil besar jadi harus banyak gerak, banyak jalan pagi biar gampang kalau lahiran. " ucap yuna.


" iya tapi jangan sampai kecapean ya, ayo sarapan dulu ini udah aku bawain. ''


" makasih mas, '' ucap yuna sambil mengambil roti mulai memakannya.


yuna memutar gelasnya memperhatikan isi susunya. panji yang melihat merasa aneh dwngan tingkahnya.


" aku heran ini ko susu seperti rasa jeruk padahal aku carin kemardn nggak ada tuh yang rasa jeruk. mas yang beliin? '' tanya yuna.


'' iya kemardn mas nyari nyuruh anak anak, biar kamu minum susu kan nggak mau minum susu kalau nggak rasa jeruk. '' ucap panji.


" itu dulu pas ngidam, sekarang udah nggak kali mas. ''


selesai rapih dengan pakaian kerjanya panji mengajak yuna turun, kebetulan di rumah panji memakai lip juga hingga tak menyulitkan yuna untuk naik turun tangga.


'' nak udah siap, ayo berangkat '' ajak panji.


'' siap pah, '' sahut si kembar


" mamah '' mereka berteriak memanggil ibunya. sambil berlati memeluk yuna.


" sayang hati hati meluk mamahnya pelan pelan ya, kan di perut mamah ada adik bayi. '' terang panji.

__ADS_1


" iya pah " ucap nala dan nathan.


" mah mamah kapan bisa antar jemput aku lagi " tanya nala.


'' nala , mamah itu lagi sakit belum boleh kemana mana. " teriak nathan.


'' kaka benar, mamah belum bisa pergi jauh jauh sabar ya sayang sekarang berangkatnya dianter papah dulu ya, nanti pulang di jemput oma seperti biasa. '' ucap panji.


'' yah.... ucap nala kecewa."


'' sayangnya mamah, jangan gitu dong mamahkan jadi sedih kalau liat kamu begini, sabar ya nanti mamah antar jemput kaka nala nanti kalau adik bayinya udah lahir ya sayang." ucap yuna mengelus lembut surai rambut panjang nala.


setelah berpamitan dengan yuna si kembar dan papahnya berangkat, panji akan mengantar si kembar ke sekolah terlebih dahulu lalu ia akan ke kantor untuk bekerja.


yuna mengantar kepergian anak dan suaminya hingga mobil panji hilang dari pandangan, setelah si kembar dan panji berangkat yuna turun ke taman bermaksud ingin berjalan jalan pagi.


karena yuna selalu menuruti semua petuah orang tuanya, mamah rosa yang selalu mengingatkan jika yuna harus sering berjalan di pagi hari supaya proses kelahirannya nanti lancar seperti saat melahirkan si kembar.


yuna berjalan sambil melihat lihat pohon jeruk shantang yang baru ia beli dua bulan yang lalu, terlihat pohonnya yang mulai berbuah ia nampak bahagia dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya.


" duh anak kesayangan mamah, ko senyum senyum sendiri sambil nyiramin pohon jeruk. '' ucap bu rosa mengagetkan yuna yang sedang termenung memandang kagum tanamannya.


" eh, mamah ko kesini bukannya mau jemput si kembar ya? " tanya yuna kaget.


" mamah sengaja kesini pengen liat kamu, tadinya mamah mau ke sini biar sekalian isa anter si kembar eh papah bikin telat aja. '' kesal mamah.


" mamah kenapa mah, biasalah papahmu kalau lagi lelet ya gitu. '' sahut mamah


'' oh ya na, tadi mamah liat kamu senyum senyum sendiri kenapa si na? mamah penasaran ni ada berita apa sih? " tanya bu rosa


'' nggak ada mah, aku tersenyum liat pohon jeruk aku yang baru di beli dua bulan lalu sekarang udah berbuah loh mah, aku seneng banget. bagus banget loh mah kalau buahnya udah banyak. '' ucap yuna sambil menunjuk nunjuk beberapa pohon jeruknya yang memang masih belum kuning hingga tak yerlihat udah berbuah. .


'' loh iya na, bagus banget kenapa kamu nggak beliin buat mamah sih. '' rajuk mamah rosa.


'' ya kalau mamah mau jeruk tinggal datang ke sini mah metik langsung dari pohonnya kan sehat. '' ucap yuna.


'' kalau gitu kamu anter mamah beli aja pohon jeruknya ya. ''


'' na, ini buahnya banyak banget ya kalau udah kuning semua bagus banget ini. lagian jeruk ini enak banget manis '' ujar mamah.

__ADS_1


'' iya mah makanya aku beli, aku belinya lagi perayaan mah jadi mahal. mungkin kalau beli sekarang udah turun sedikit kali mah.'' jelas yuna.


bersambung.....


__ADS_2