Putih Abu Abu

Putih Abu Abu
Part 63


__ADS_3

'' Kayanya kaki gue keseleo ini, gumamnya berusaha menarik kakinya yang sakit jika digerakan, menyeret kakinya agar bisa sampai ditepi jalan raya.


menunggu seseorang yang sudah dihubunginya agar, menjemput ke lokasi yang sudah ia kirimkan.


sambil menunggu ia duduk dirumput dengan kakinya yang berselonjoran karena sakit,.


panji merogoh kembali ponselnya disaku, ia akan memberi kabar panji.


✉ ji gue kaya akan telat datang ke rumah sakit, ada sedikit troble dijalan.


send panji.


✉ trouble apa? mau gue bantu?


✉ nanti gue jelasin disana, nggak usah ada temen gue yang mau jemput kesini


✉ ko dijemput segala, emang parah. ?


✉ lo diem aja disana nanti bonyok khawatir.


✉ ya sudah, cepetan kesini.


selesai berbalas pesan di what app sandi memasukan kembali ke saku celananya.


sandi kembali mencari tempat yang aman untuk bersembunyi, karena banyak orang yang berdatangan ke tempat kecelakaan mobilnya. .


ia melihat jika mobilnya yang tengah terbakar tengah jadi dipadamkan oleh pemadam kebakaran dan menjadi tontonan banyak orang, bahkan ada juga wartawan yang meliput.


hingga sandi bersembunyi dipepohonan yang rimbun yang menutupi tubuhnya.


orang orang yang mengevakuasi mobil kecelakaan tengah mencari pengendara mobilnya, bahkan sandi banyak mendengar jika ia di beritakan telah meninggal dan terbakar didalam mobil.


setelah setengah jam menunggu barulah orang kepercayaan sandi datang, '' sibos dimana yah?


sandi melihat mobil yang ia kenali sebagai anak buahnya, lalu ia mengirim pesan memberitahukan keberadaannya.


tring tring tring....


notipikasi pesan dari sandi masuk ke ponsel ali anak buahnya.


✉ li, gue ada di bawah pohon kertas disebelah utara.


setelah membaca pesan sandi mengedarkan pandangannya, sandi memberi tanda dengan menggoyang goyangkan pohonnya.


melihat ada pohon bergoyang, ali bergegas mendekat. benar saja jika bosnya tengah duduk.


'' lepas jaket sama topi lo perintah sandi.


ali melepas jaket dan topinya, memberikannya kepada sandi. dengan cepat sandi memakai jaket dan topi milik ali anak buahnya.


'' bantu gue berdiri, kaki gue nggak bisa dibawa jalan, pinta sandi.


'' siap bos , sahut ali.


sambil mengalungkan tangan sandi ke bahunya, lalu membantunya berjalan hingga masuk ke dalam mobil.


'' kemana bos?

__ADS_1


'' kita ke rumah sakit A aja.


'' siap bos sahut ali.


sampai dirumah sakit sandi langsung masuk IGD dan langsung mendapat penanganan untuk kakinya.


sandi merogoh saku celana mengambil ponselnya, mangaktifkan ponselnya mancari kontak panji.


✉ '' ji ' gue di IGD. send panji.


* * *


Panji sedang menemani yuna, sedari tadi yuna tak mau makan minum atau apapun itu ia hanya menangis sehabis itu ia tertidur.


mungkin yuna masih kaget dengan penuturan dari sang ayah, tapi aku selalu berusaha untuk menenangkannya. agar kondisinya tak semakin drop mengingat yuna yang baru saja bangun dari komanya.


sedari tadi yuna tidur karena sudah makan obat walau makannya hanya sedikit.


panji duduk disamping yuna memandang pilu sang kekasih yang nampak lemah sekali. panji menggenggam tangan kanan yuna, lalu mengecupnya sebentar. cepet sembuh ya na, kita akan berjuang bersama dihadapan ayahmu.


tring tring tring....


panji menggapai ponsel diatas nakas samping ranjang yuna, mengaktipkan ponsel melihat pesan yang masuk terlihat nama kaka disana lalu ia menyetuh namanya, ia baca pesannya. tanpa membalas panji langsung berdiri, beranjak meninggalkan yuna yang tengah teridur.


panji berjalan cepat sekali setengah berlari, karena ia khawatir dengan kondisi sang kaka yang saat ini sedang berada di IGD.


jalan panji semakin cepat tatkala terlihat pintu IGD, tanpa bertanya ia langsung masuk ke dalam ruang IGD. tepat sekali sandi berada di ranjang paling depan.


terlihat sandi yang sedang bermain ponsel.


sandi yang sedang fokus mengirim chat hingga terkejut. melihat sang ade yang panik, mengkhawatirkan kondisinya.


'' ka, lo kenapa bisa sampai begini? tanya panji saat sudah berada dekat dengan sandi.


melihat adiknya panik sandi tersenyum.


'' lo biasa aja, gue nggak selemah yang lo pikirkan. ucap sandi sambil menonjok bahu panji.


panji yang melihat kakanya seperti itu ia hampir menangis.


'' lo cengeng banget si, gue nggak kenapa kenapa?


' mamah, papah lagi dimana? tanya sandi.


papah dan mamah sejak tadi masih diruang rawat pa karim.


menunggu kondisi pa karim saat ini.


sandi mengusap wajahnya kasar, belum selesai satu masalah sudah timbul lagi masalah baru.


batinnya.


lo sebenarnya kenapa si, bisa sampe kecelakaan begini.


'' hah...... sandi membuang napas kasarnya. seperti ada yang dendam sama gue. ucap sandi sambil menyugar rambutnya kebelakang.


'' dendam, ucap panji membeo...

__ADS_1


'' tapi gue udah suruh orang gue buat selidiki.


' lo tenang aja, sekarang lo fokus aja sama yuna dan bapanya buat mereka percaya sama lo.


gue dukung lo.


'' tapi kesalahan gue gede banget ka, yuna kehilangan ibunya dan bapanya menjadi koma dan lumpuh pun itu gara gara gue.


'' apa bisa bapa yuna maafin kesalahan gue yang begitu besar.


'' lo kenapa jadi cemen gini sih. biasanya tawuran lo optimis aja. kenapa giliran ini jadi lembek gini sih.


kesel sandi, melihat adenya yang semakin lemah saja.


'' lo harus semangat, cuma lo sendiri yang bisa merubah situasi ini bukan mamah atau pun papah.


ini bukan masalah duit, tapi masalah hati jadi lo juga harus yakin bisa deketin yuna dan bapanya pake hati, karena duit papah yang banyak itu tak berguna saat ini buat ngebalikin kepercayaan pa karim.


'' gue yakin lo bisa, lo harus bisa.


yuna wanita baik baik layak untuk lo perjuangkan.


panji mendengar penuturan sang kaka, yang panjang kali lebar. hanya tertunduk lesu.


* * *


'' pah, sepertinya mamah mau ke kamar yuna dulu. gantiin panji dulu mungkin dia belum makan. ucap bu rosa.


'' iya mah. sahut pa hartawan lesu.


' papah juga lebih baik makan dulu pah, disini biar perawat saja yang jaga.


'' ya sudah ayo mah, kita liat kondisi yuna dulu.


pa hartawan dan bu rosa pun beranjak, keluar dari ruang rawat pa karim.


berjalan menyusuri lorong rumah sakit, tak lama mereka sudah sampai diruang tawat yuna. langsung membuka pintu dan masuk.


tak ada panji didalam ruang rawat yuna. hanya ada yuna yang terus mengigau meminta maaf kepada pa karim ayahnya.


'' maafin yuna pa, yuna nggak ada maksud membohongi bapa. '' teriak yuna.


bu rosa meletakan tangannya di dahi yuna...


'' loh pah ini yuna panas banget.... ucap panik bu rosa.


pa hartawan bergegas memencet tombol darurat disamping yuna.


tak lama dokter dan suster berdatangan,


'' dok, ini anak saya kenapa bisa panas begini?


tanya bu rosa.


'' iya bu akan segera saya tangani mohon bapa dan ibu tunggu diluar. ucap dokter mempersilahkan keduanya menunggu diluar.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2