
Sebelum membaca jangan lupa ya dukungannya, like, komen, vote dan hadiah.
'' kamu langsung dari rumah, tanya yuna.
'' nggak na, aku habis daftar kuliah.
'' hah kuliah, sahut yuna sudah mulai ya. lirihnya.
'' iya aku sekalian mau ngingetin kamu buat daftar juga na. kamu daftar dikampus aku daftar aja, biar kita barengan. ujar utari.
'' iya aku juga mau kuliah., tapi aku nggak ada biaya buat kuliah tari.
'' loh bukannya keluarga panji mau biayain kamu hingga lulus kuliaah. tanya utari.
'' dulu bilangnya begitu, tapu melihat pengorbanan keluarga panji yang begitu banyak. aku jadi malu masa iya aku minta dibiayain kuliah.
' sementara pengobatan bapaku saja biayanya sudah sangat besar. lirih yuna
'' aku ngerti na, semoga ada jalan lain ya biar kamu bisa kuliah.
' sepertinya panji juga belum daftar kuliah ko.
yuna terlihat diam seolah berpikir, apa yang akan ia lakukan.
* * *
Ditaman rumah sakit dua orang pria tampan sedang duduk dibangku taman yang panjang.
semua wanita yang lewat selalu menoleh kearah mereka, seolah menjadi pemandangan yang menyegarkan mata.
" lo belum menjelaskan sama gue, ada apa lo sama tari sicewe yang biasanya lo kerjain lo katain. jangan bilang lo jatuh cinta sama cewe yang udah lo maki maki. ucap panji.
ghani menggaruk keningnya yang tak gatal sambil terkekeh, pertanyaan lo panjang amat kaya kereta api.
'' slow bro gue udah punya jawaban atas semua pertanyaan pertanyaan yang muncul dalam otak lo yang karatan ini.
ucap ghani.
'' ya udah buruan cerita, lo mau bikin gue mati panasaran.
'' cie cie cie penasaran, penasan banget atau penasaran aja? ledek ghani.
'' Sialan, penasaran banget gue. kesel panji
ya sudah, lo udah siap kuping lo bersih semuakan? sudah pasti bisa mendengar semua yang akan gue ceritain.
'' udah buruan banyak banget iklan.
'' gue sebenarnya nggak ada apa apa sama utari, hanya tadi saat dia pulang dari kampus A. gue kebetulan daftar kuliah disana juga, ya udah gue ajak aja utari buat nengok yuna. gimana pinterkan gue. ujar ghani
'' loh, lo ko nggak bilang bilang sih udah daftar kuliah? kesal panji karena ghani mengabaikannya.
'' lo nggak nanya, sahut ghani enteng.
__ADS_1
'' panji merogoh celana mengambil ponselnya, mengusap layar diponselnya, mencari kontak papah har.
'' hallo ada apa ji? papah baru sampe rumah.
apa adaasalah dirumah sakit.
'' bukan pah, aku sama yuna belum daftar kuliah pah.
'' kamu daftar on line juga bisa kan kamu sedang merawat yuna dan pa karim.
' kamu mau ambil jurusan apa, biar anak buah papah yang urus.
'' kalau aku mau komunikasi aja pah, kalau yuna aku nggak tau. nanti ditanya dulu.
'' ya sudah kamu tanya aja dan pikirkan jurusan apa yang paling kalian minati.
biar bisa bantu papah dikantor.
'' iya pah nanti panji berunding dulu sama yuna.
pa hartawan memutuskan panggilan telponnya, panji menyimpan kembali ponselnya disaku celananya.
berdiri dan menarik lengan ghani, " heh lo ngapain sih narik narik gue kaya gini? lo pikir gue orang buta apa dituntun kaya gini.
tak menoleh sedikit pun panji terus saja berjalan menyusuri lorong rumah sakit sampe akhirnya tiba didepan pintu ruang rawat yuna.
ceklek membuka pintu, tampak yuna sedang tertawa renyah bersama utari sahabatnya.
'' na aku mau nanya?
'' kenapa?
'' kamu mau jurusan kuliah apa?
kita daftar kuliah, papah yang akan mendaftarkan. kita tinggal sebut aja mau jurusan apa.
'' aku sepertinya nggak mau kuliah, ucap yuna sambil menundukan kepalanya.
'' loh kamu ini gimana na, katanya kamu mau kuliah mau menggapai cita citamu mau bikin bapamu bangga. nah kenapa sekarang jadi berubah begini!
'' aku nggak mungkin terus jadi beban keluargamu yang sudah sangat baik sama aku dan bapaku.
'' loh kamu jangan bahas masalah biaya pengobatan pa karim, itu sudah jadi tanggung jawabku karena semua kecelakaan ini aku yang membuat walau pun tak sengaja.
yuna tak menjawab hanya menunduk lesu,
'' iya na, benar apa kata panji kamu harus jadi orang sukses membuat bapamu bangga.
utari ikut menyemangati ayuna.
'' na kamu harus semangat untuk kuliah, dan gue yakin kita akan kuliah ditempat yang sama iya nggak? ghani meyakinkan yuna.
'' baiklah aku akan ikut daftar kuliah, ucap yuna
__ADS_1
'' nah gitu dong, ucap panji semangat.
' kamu mau bil jurusan apa na? tanya panji.
'' aku mau masuk kedokteran, aku mau mengobati orang orang yang tak mampu.
' inget dulu ibu sakit lumayan parah biasanya setelah makan obat warung sakit ibu akan langsung membaik. tapi waktu itu ibu harus dirawat. sedangkan bapa tak memiliki uang buat rawat inap ibu.
' entah kenapa ibu sering sakit kepala, jangankan untuk rawat inap. rawat jalan pun aku dan bapa tak punya uang hingga sampai ibu meninggal aku tak pernah tau ibu mengidap penyakit apa. ucap yuna dengan berurai air mata.
utari memeluk yuna, mengelus ngelus punggung yuna. '' yang sabar ya na, ucap utari.
kalau gitu kamu yakin mau ambil kedokteran sekolahnya lama loh na, sama nilai kamu juga harus diatas rata rata. ucap panji
'' kalau soal nilai mah, gue yakin nilai yuna 100 semua. timpal ghani.
utari dan panji mengangguki perkataan ghani, '' kamu yakin na mau ambil jurusan kedokteran?
ucap panji meyakinkan keputusan yuna.
'' kalau boleh aku mau berpikir dulu.
'' ya sudah kamu pikirkan dulu matang matang, nanti jika sudah yakin kamu kabari aku. kita ke kampus sama sama.
'' kabar bapa gimana ya ji, masih sama seperti saat tadi aku tinggal aku belum melihat lagi kondisi pa karim.
'' kamu mau ketemu pa karim na? tanya panji.
yuna menganggukan kepalanya. sabagai tanda setuju. ' kalau gitu aku anter, sahut panji.
'' eh g, jawab yuna spontan.
'' loh kenapa memangnya.
'' ehmm aku mau dianter utari aja boleh? pinta yuna.
panji terdiam nampak berpikir, mungkin yuna ada sedikit privasi ingin membicarakan hubungan kami mungkin, batin panji geer.
'' boleh deh, hei ghani lo ambilin kursi roda sono diluar.
ghani yang mendengar perintah panji mencebikan bibirnya, ' gini nih kalau nasib upik abu. nggak duduk sedikit langsung ditindas majikan. gerutu ghani
sambil beranjak dari duduknya pergi ke luar mencari kursi roda untuk yuna.
nampak kursi yang tak dipakai deket ruang perawat. nampak perawat jaga sedang duduk sambil berbincang.
'' sore mbak mbak cantik, aku pinjem satu kursi rodanya boleh? izin ghani.
'' silahkan diambil aja mas.
'' kalau minta no hp nya boleh?
bersambung.....
__ADS_1
jangan lupa lik3 komen dan votenya ya, buat yuna dan panji terimakasih reader tercinta.