
Disebuah kamar, dirumah sakit seseorang yang tengah berbaring tak berdaya. dengan peralatan medis yang masih menancap dilengannya.
iya tengah termenung tak berdaya, dengan kondisi badannya yang belum sembuh sempura, kakinya yang belum bisa digerakan dan tangannya pun hanya satu yang bisa digerakan itu pun belum bergerak seluwes seperti dulu saat ia sehat.
ia tengah berpikir keras kenapa yuna, anaknya sudah beberapa hari ini, tak datang menjenguknya.
biasanya setiap hari ia datang walau tak pernah bermalam disini, ia akan datang untuk menemani dan bercerita akan kegiatan barunya disekolahnya yang baru.
dan keluarganya bu rosa dan pa hartawan pun tak ada berkunjung kesini, apa yuna sedang ujian? pikirnya.
kenapa perasaanku jadi tak enak begini, selalu terbayang wajah anakku. belum tuntas pertanyaanku tentang istriku sekarang anakku pun tak ada kabar.
semoga ayuna anakku baik baik saja.
pa karim berusaha menggerakan kakinya, tanpa disangka jika ia sudah bisa menggerakkan kakinya sebelah.
dirumah pa hartawan sedang berkumpul orang orang bayaran pa hartawan untuk mencari dan melacak keberadaan ayuna.
mereka menyewa detektif termahal dan tercanggih untuk mencari yuna, sandi memberikan rekaman cctv yang ia dapat dari kamera warga kepada orang orang yang dibayar untuk mencari yuna.
semua sibuk memperhatikan video rekaman tersebut, hanya ada dua mobil yang mereka pakai untuk menculik yuna.
dan salah satunya nomor plan palsu, dan satu lagi sedang dilacak kepemilikannya.
setelah menemukan nama pemiliknya adalah harianto barri utama,
" papah tau orang ini? tanya sandi"
" tau tapi nggak begitu kenal. sahutnya
setelah hartawan dan sandi mengetahui nama dari pemilik mobil itu.
sandi mengkerutkan keningnya, dan mengetuk ngetukan tangannya diatas meja. sebagai tanda ia sedang berpikir keras.
" hubungi panji dan teman temannya suruh kesini. ucap pa hartawan.
tanpa kata sandi mengambil ponselnya diatas meja, mengirim pesan untuk panji.
" ji, lo dimana? balik sekarang sklian ajak sohib lo semua. send panji.
panji yang masih kantor polisi bersama ghani, berjalan keluar setelah urusannya selesai.
tring tring tring....
ia mendengar ponselnya berdering, panji merogoh celananya mangambil ponsel dan melihat notifikasi pesan dari nama ka sandi.
lalu ia membukanya.
" ghan, lo ma anak anak disuruh kerumah kita diskusi tentang ilangnya yuna. ucap panji
__ADS_1
" ya udah ayo. sahut panji.
" ntar gue kirim pesan dulu ke elo dan alan, biar mereka nyusul ke rumah gue.
setelah panji mengirim pesan untuk alan dan elo, ia bergegas pulang bersama ghani.
pulang kerumah tujuannya, sampai didepan gerbang rumahnya. netranya menangkap adanya elo dan alan.
" langsung masuk ajak panji.
sampai dirumah langsung menuju ruang tengah, dimana telah ada papahnya dan sandi kakanya. yang tengah duduk disofa.
" gimana ka, ada perkembangan apa? tanya panji.
" sejauh ini belum ada, sahut sandi.
" kalian tau sesuatu mungkin tentang pergaulan yuna, tanya pa hartawan.
" yang kita tau yuna nggak pernah aneh aneh rajin belajar, bahkan jajan ke kantin aja kalau nggak dipaksa nggak mau om. ucap ghani.
hartawan manggut manggut,.
" lo tau, jika pemilik mobil yang menculik yuna itu adalah harianto barri utama.
" barri.... " ucap panji.
" iya yang lo vidionya sama putri, yang lo punya.
" hah.... lo punya vidio hot putri, ko nggak bilang bilang sih sama gue.... jahat banget sih lo. ucap alan.
" isshhhh..... mana bisa gitu, lo belum cukup umur curut. ucap panji sambil noyor kepalanya alan.
" iya gue anak paud ucap alan sambil mendelikan mata.
" nah lo, babang alan marah....ucap elo. sambil terkekeh.
" sudah sudah, masa lo kaga tau ji. sibarri ini pemilik salah satu mobil yang dipake buat nyulik yuna. dari profil yang gue lihat sibarri ini memiliki seorang istri dan anak. ia menantunya iren hutabarat dan rama hutabarat. seorang pengusaha tektil.
" sepertinya namanya sama kaya temen arisan mamah kamu ji, kamu tau nggak? tanya pa hartawan.
" nggak tau pah, sahut panji.
" kenapa bisa itu om om, nyulik yuna ada masalah apa sama yuna?
" gue kira lo kenal, karena sibarri ini ada hubungannya sama putri.
alan yang masih belum conec garuk garuk kepalanya yang tak gatal.
betewe, kak, gue mau nanya, suara alan membuat mereka yang ada diruangan tengah, mengarahkan padangannya semua kearah pada alan yang myengir, memperlihatkan rentetan giginya.
__ADS_1
" ini si om barri ini siapa sih sebenarnya? kamsud gue, dia ini pengusaha apa? suami siapa? atau bapaknya siapa?
lalu semua mata beralih menatap sandi, dan hartawan yang ternyata jadi saling pandang.
Barri ini seorang pengusaha tektil yang berada dibandung, dia meneruskan perusahaan milik mertuanya. selain itu ia juga memiliki beberapa cafe dijakarta, yang baru dibuka beberapa bulan yang lalu.
pergerakannya dalam bidang bisnis tidak terlalu bersih, tapi dia lumayan sukses dengan bisnis sampingannya tutur hartawan.
sandi menegakan duduknya, kedau Lisnua saling bertaut. maksudnya bisnis sampingan seperti apa pah?
hartawan memegakkan dudukmya, laluenggerdilam bahunya.
papah tau apa bisnisnya? tanya sandi.
" papah juga nggak tau persis, bisnis sampingannya seperti apa. tapi yang papah dengar keuntungan yang mereka dapat sangat besar.
hening beberapa deting hingga hitungan menit, sementara sandi mengepalkan tangannya. dia bersumpah akan membalas apa yang telah mereka perbuat terhadap yuna. jika yang dipikirkannya benar.
pa hartawan yang berpikir dalam, sepertinya benar iren itu temen arisan mamahmu ji.
lalu hartawan bangkit dari duduknya, coba papah nanya sama mamah dulu, sepertinya itu temwn arisan mamah. sambil berlalu menemui istrinya kebelakang.
panji yang masih berpikir, apa hubungan ayuna dengan si om om itu, kenapa mereka nyulik yuna?
" ini siapa sih, om om yang maen sama putri? tanya ghani.
" ya itu, sibarri om om hidung zebra yang dari tadi dibahas.sahut panji noyor kepala ghani.
" gila ya montok banget bodynya aduhai, sayang *****. ucap alan.
" nah itu lo tau, sahut elo sambil terkekeh.
ghani yang sedang melihat vidio putri dan barri diponselnya panji dapat menyimpulkan jika ini ulahnya putri.
" anjing, gue kagak tau.
ghani balik noyor bahu panji, sialan lo.
" udah nggak baik ributin *****, ucap alan.
dengan wajah tanpa dosanya.
" bodoh lo ternyata bukan bukan hanya isapan jempol semata, otak lo bener bener otak udang ucap ghani.
nggak terima dikatain otak udang, panji ngebogem tangan ghani. dengan wajah merah padam.
" lo apaan si anjing?
" masa lo kagak paham juga sih, !
__ADS_1
bisa ajakan putri sakit hati lo putusin terus balas dendamnya ke yuna.
" lah apa hubungannya sama yuna?