Putih Abu Abu

Putih Abu Abu
Part 38


__ADS_3

" massa, lo masih nggak paham juga sih! kesal ghani.


" bisa saja kan, gara gara lo putusin tuh si putri, lalu dia nggak terima. dan mengira lo selingkuh sama yuna.


sampe akhirnya, dia minta partner ranjangnya untuk bergerak. karena dia nggak mau main sendiri. makanya dia pake tangan lain buat melakukannya.


mata panji, membulat syok! " lo ada benernya juga sih, tapi gua rasa putri nggak sejahat itu. ya walaupun ia pernah bully yuna dulu ditoilet, tapi aku rasa jika main mafia gini dia sampe, ucap panji ragu.


" Astaga..... lo jadi manusia bego banget si! ngeselin banget.....


*****


lalu, ditempat lain, seorang gadis mungil meringkukdiatas tempat tidur. tepatnya disebuah rumah yang tak begitu besar namun, nampak mewah dan berkelas.


yuna yang tak hentinya menangis, dari semenjak ia diculik tiga hari yang lalu ia masih saja tdrus menangis. hingga matanya sbab dan bengkak, dan kepala pun pusing.


walau ia kerapdiberi makanan oleh para preman preman itu, namun ia tak pernah sekali pun memakannya. karena sungguh ia sudah tak mau peduli lagi dengan kesehatannya dan kehidupannya yanh selali menderita.


yang ada dalam benaknya hanya, hanya ada wajah panji yang ia harapkan akan datang menolongnya dan membawanya pergi.


" panji " , hiks hiks hiks..... kapan kamu akan menjempuku disini, aku takut sekali disini. semua orang yang ada denganku sekarang.


badannya yang begitu lemah, karna tak ada sedikit pun makanan atau minuman yang masuk kemulutnya. hingga untuk mengangkat kaki saja ia merasa begitu lemah, ia sudah benar benar putus asa dan tak peduli lagi jika harus mati.


karena kesedihan dan ketakutan yang mendalam, ia hingga berpikir akan mengakhiri hidupnya. mungkin dengan begitu orang tak akan menyakitinya lagi.


" ibu, kita akan segera berjumpa ucap yuna lirih.


disaat keputus asaan mendera batinnya, hingga memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. seketika bayangan bapaknya terlintas dipelupuk matanya.


yuna menangis tersedu mengingat ia begitu bodoh, dan menyerah pada orang orang jahat itu.


" tidak aku tidak boleh mati, jika aku mati siapa yang akan menemani bapa. ?


" siapa yang akan merawatnya?. ... bapa maafkan aku yang egois memikirkan diri sendiri. batinnya.


keputusasaannya yang hadir dihatinya, karena ia menantikan panji yang akan datang untuk menolongnya, namun yang dinantikan. tak juga menampakan batang hidungnya.


air matanya mengalir begitu saja, tanpa bisa dicegah. membasahi tempat tidur yang ia pakai.


ia menggenggam erat selimut yang ia gunakan untuk menutupi tubuhnya, ia terisak membayangkan bapanya yang menanti kedatangannya tapi tak kunjung.


" bapa ..... hiks hiks... bapa, sekarang pasti menunggu kedatanganku. aku takut pa.... aku takut.


drett....


seorang preman yang ditugaskan menjaganya masuk, membawa piring berisikan makanan untuk makan siang yuna.

__ADS_1


saat ia menyimpat piringnya diatas nakas, ia berdecak.


" ck ck ck.... desis seseorang yang mengantarkan makanan untuknya, sambil meletakan piringnya yang baru.


" heh .... heh..... heh.... makan tuh mewek mulu. bentak preman itu. sambil menarik narik selimut yuna berharap yuna terbangun


namun yuna diam saja, karena ia merasa takut dengan pria pria itu.


yuna yang tak bergeming, ketika dipanggil panggil pria itu. hingga akhirnya pria itu pergi meninggalkan yuna.


setelah preman itu pergi, yuna kembali menangis tersedu meratali nasib buruknya.


" ya tuhan tolonglah aku, jauhkan aku dari orang orang berniat jahay padaku. batinnya.


*****


" gimana tuh anak, masih nafas ujar salah satu preman yang ditugaskan untuk menjaga yuna.


" tuh anak kagak mau makan, gue lihat nasinya masih utuh dipring. yang tadi pagi gue kirim . ucap salah satu preman.


" maunya mewek terus, jadi kasian gue liatnya, keinget anak perawan gue.


" bahkan sekarang ada dua piring disana, bisa mati dia kalau kagak makan mulu ucap preman itu.


" lo coba lagi aja, ajak ngomong kali aja dia mau makan ucap preman itu.


setelah mendengar kabar dari orang suruhannya, barri bergegas menuju rumah yang dipakai untuk menyekap yuna.


setelah sampai ditempat yang dituju, ia bergegas masuk dan membuka jaketnya lalu melemparnya ke sofa.


ia merebahkan tubuhkan disofa, sejenak berpikir lalu ia berdiri, berjalan menuju kamar yanh dipakai menyekap yuna.


melihat bosnya sudah didalam mereka menyapa dengan membngkukkan badannya.


" bos " sapa mereka


tak menjawab ia bergegas masuk melihat yuna yang tergulung selimut.


" gimana keadaannya? tanyanya.


menatap serius kearah kedua anak buahnya yang berdiri disampingnya.


" dia nggak pernah mau makan bos, ucap salah satu preman.


" iya bos padahal kami sudah melakukan sesuai intruksi dari bos. sahut yang satu lagi.


" brengsek, merepotkan saja. geramnya kesal.

__ADS_1


lalu ia berdiri nampak sedang berpikir. ia menggaruk keningnya yang tak gatal.


menatap yuna yang tidur dengan terbungkus selimut dengan membelakanginya.


lalu ia tertawa menyerigai dengan gelengan kepala sambil menatap tajam kearah yuna.


" bangun, bentaknya sambil menarik keras selimut yang dipakai yuna hingga terlepas dari tubuh yuna.


yuna yang merasa selimutnya telah ditarik paksa dan mendengar apa yang tengah mereka bincangkan dari tadi.


yuna dengan gemetar dan takut ia berusaha menahan tangisnya agar tak pecah, dengan perlahan dan takut ia mulai membalikan badannya.


mata terbelalak kala menatap bari yang kini, tengah berdiri dihadapannya. " kamu " pekiknya karena memang yuna pernah melihatnya dua kali bersama putri, namun ia tak pernah mengetahui siapa namanya.


" kenapa om om ini ada disini? apa dia yang tengah menyekap dan menculikku tapi kenapa ada masalah apa dia dengan aku. batin yuna


barri tersenyum menyerigai.


" kenapa kamu terkejut, kamu tau aku siapa? tanyanya pada yuna.


" sudah nggak usah banyak drama, kamu makan saja jika tak ingin mati kelaparan.


" atau kamu, ingin segera aku membunuhmu, bentaknya dwngan tatapan yang tajam.


yuna yang mendengar itu semakin ketakutan, dan menelan pelan ludahnya, ia ingat jika orang ini yang bersama putri.


lalu ia menatap bari dengan badan yang bergetar karena takut.


" kenapa kamu culik aku dan sekap aku disini? tanya yuna.


bari berjalan mengitari yuna sambil mengamatinya.


" kamu nggak tau, letak salahmu dimana hah. bentak bari.


yuna menggelengkan kepalanya, -karena benar benar merasa tak memiliki masalah dengan siapapun termasuk dengan putri. batinnya.


kamu telah membuay masalah dengan kekasihku, maka dari itu. jika kamu membuat masalah dengannya sama saja kamu membuat masalah denganku ucap barri.


yuna yang tak mengerti apa masalahnya ia menangis tersedu, tak menyangka ia akan bernasib seperti ini. tak menyangka ika akan mendapat masalah yang tak pernah ia mengerti sebabnya.


******


hai reader, ini novel pertamaku maaf ya jika penulisannya banyak salah.


mohon dukungannya buat author ya. jangan lupa like dan vote.


terimakasih reader tersayang salam sayang dari author.

__ADS_1


__ADS_2