Putih Abu Abu

Putih Abu Abu
part 44


__ADS_3

tok tok tok....


masuk,,,, pah .... sandi dan panji masuk bersamaan, langsung menghampiri ranjang dimana yuna terbaring.


" pah, ini bagaimana kronologinya sampe yuma bisa tertabrak seperti ini sih?


" tenang dulu, kamu duduk dulu.


" kenalkan ini pa mardi dan istrinya bu tini.


pa mardi ini tak sengaja menabrak yuna karena yuna yang tiba tiba berlari kedepan mobil yang dikendarai pa mardi. hingga pa mardi tak bisa mengendalikan laju mobilnya.


" mungkin saat itu yuna tengah dikejar kejar preman bayaran itu pah.


" iya mungkin saja. nak


" tapi beruntung pa mardi baik hati mau membawa yuna kerumah sakit, tidak membiarkan yuna dijalanan.


" iya pah, seandainya yuna nggak dibawa pa mardi ini. mungkin dia sudah dipreteli.


" hah ko, dipreteli sih? pa mardi heran


" iya pa, jadi yang menculik yuna itu berniat mengambil organ organ dari tubuh yuna. ucap sandi.


" biadab itu manusia ucap pa mardi.


" iya memang sekarang lagi marak penculikan anak yang saya denger memang untuk diambil organnya. awalnya saya kira itu hanya kabar burung tapi ternyata benar adanya. ucap bu tini.


" semoga mereka diberi hukuman yang setimpal.


" amin, ucap panji, sandi, dan papah serempak.


" lebih baik kamu segera kabari pihak kepolisian nak ucap papah kepada sandi.


" iya pah.


" maaf pa, tapi bapa tidak akan memenjarakan suami saya kan, ucap bu tini.


" tentu tidak bu, walau kondisi yuna memang tertabrak oleh bapa tapi bapa sudah menyelamatkan anak saya secara tidak langsung.


" iya pa, malah kami berterima kasih sekali sama bapa dan ibu ucap panji. sambil terus memperhatikan wajah yuna yang keningnya dibalut dengan perban.


*****


Pa karim yang baru sadar dari komanya untukk yang kedua kali, kini kondisinya lebih lemah dari kondisi sebelum koma.


bahkan untuk sekedar melirik dengan matanya saja pa karim tak mampu melakukannya. dalam hati dan pikirannya masih memikirkan anaknya yang tak pernah menemuinya lagi.


namun ia ingat sekali pada saat ia koma yuna hadir dalam mimpinya...


saat itu aku berdiri disebuah taman yang indah dan luas, aku merasa ingin pergi tapi kenapa hati seperti ada beban yang belum terselesaikan.

__ADS_1


kenapa hatiku begitu berat, tapi aku merasa hidupku sunyi sekali. sendiri tak ada yuna atau pun istriku yang akan menemani hari hariku. jika begini aku lebih baik pergi saja untuk apalagi aku disini.


lalu aku mulai melangkahkan kakiku berjalan menuju cahaya putih yang bersinar, saat aku mulai melangkah kearah cahaya itu.


" pa, bapa, pa, kesini pa, bapa mau kemana? bapa jangan tinggalin yuna ucapnya lantang. sambil berlari kearahku


" pa, bapa mau kemana? .... aku mau ikut sama bapa ya? aku mau ikut kemana pun bapa pergi, didunia ini semua orang jahat pa.


' aku takut pa, maka dari itu aku akan ikut bapa saja.


" tapi nak, kamu masih muda semua mimpi mimpimu belum kau gapai. kamu harus kembali disini bukan tempatmu nak.


" tapi pa, sama tempat bapa juga bukan disini tapi bersamaku, bapa berjanji akan menjagaku. tapi kenapa bapa memutuskan meninggalkan aku?


" baiklah nak, bapa tidak akan pergi. tapj kita harus sama sama kembali ya nak. bapa juga nggak mau kehilangan kamu. hanya kamu alasan bapa masih ada didunia ini.


mimpi itu, kenapa aku mimpi seperti itu. apa yuna tengah memperjuangkan hidupnya. apa orang orang yang menculik yuna telah menyakiti anakku.


" ya tuhan jagalah anakku, berikan dia umur yang panjang dan dijauhkan dari orang orang yang berniat jahat padanya.


****


pa hartawan masuk ke ruang rawat pa karim, ia mencoba berkomunikasi dengan pa karim.


" pa, apa bapa sudah baikan.


namun pa karim tak bereaksi apapun, ini pa karim kenapa apa dia marah ataukah kondisinya belum stabil. pa hartawan membatin.


" bapa harus fokus sama kesehatan bapa, supaya dan yuna bisa berkumpul kembali. apa bapa tak ingin menemani yuna? padahal yuna selalu berharap jika bapa selalu ada disampingnya dan menjaganya.


setelah pa hartawan berbicara panjang lebar, namun pa karim tak memberikan reaksi apapun. hanya air matanya saja yang mengalir.


seperinya aku harus segera menemui dokter, agar tau kondisi sebenarnya tentang pa karim.


' kalau begitu saya tinggal dulu ya pa, saya janji jika kondisi yuna sudah membaik saya akan mengajak yuna menemui bapa.


saya pamit ya pa, semoga bapa semakin membaik.


pa hartawan meninggalkan ruang rawat pa karim bapanya yuna. ia kembali ke kamar yuna, nampak panji yang terus menggenggam tangan yuna.


kening pa hartawan berlipat melihat anak bontotnya menggenggam terus tangan yuna, apa dia menyukai yuna? batin pa hartawan.


ehm....


panji terkejut, ternyata papahnya sudah ada dibelakangnya. dan memperhatikannya.


" eh papah sejak kapan papah disitu?


" sudah lama, namun kamu tak menyadarinya.


" apa kamu menyukai yuna? tanya pa hartawan

__ADS_1


panji menggaruk keningnya yang tak gatal.


" bagaimana ya pah?


" apa aku tak boleh menyukainya, karena dia saudara angkatku?


" boleh nak, tapi kamu harus bisa mengambil hati bapanya yuna dulu.


" kamu taukan, apa alasannya.


panji mendadak lemas, " iya pah aku tahu aku salah, tapi kan pah aku nggak sengaja"


" papah tau nak, tapi hati orang kita tak tau jadi jika kamu menyukai yuna kamu harus siap kemungkinan terburuk kamu akan ditolak oleh bapanya.


" iya pah, panji juga udah memikirkannya. papah doain ya, supaya bapanya yuna luluh.


" iya papah selalu doain semua anak anak papah.


' mamah udah dikabarin belum jika yuna udah ditemukan?


" belum pah, aku lupa.


'' ya sudah biar papah yang telpon mamah. lalu pa hartawan merogoh jasnya mengambil benda pipih dan mengaktifkannya, lalu mencari kontak dengan nama mamah lalu menekan tombol hijau.


tut.... tut..... tut.....


panggilan tersambung


" hallo mah.


" iya pah, sahutnya disebrang sana.


" mah yuna sudah ditemukan, dan sekarang yuna sedang dirawat dirumah sakit yang sama dengan pa karim bapanya yuna.


" alhamdulillah.... ya sudah mamah segera kesana ya pah.


" ya sudah, kamu nggak usah buru buru. hati hati dijalan nggak usah ngebut. pake taxi aja nanti pulang bareng papah.


" iya pah, sudah dulu ya mamah mau siap siap.


panggilan pun terputus, " panji.." bu tini sama pa mardi kemana?


" katanya pulang dulu pah, nanti juga malem kesini lagi pah bantu jagain yuna katanya.


pa hartawan mengangguk anggukan kepalanya.


" kamu udah ada kabar lagi dari sandi, mengenai perkembangan siapa dalang sebenarnya dibalik penculikan yuna?


' belum pa.


mohon dukungannya ya reader dengan vote and like. terimakasih reader tercinta.

__ADS_1


__ADS_2