
Jangan lupa like, komen, hadiah dan vote nya buat para reader yang budiman.
'' kamu lihat yuna yang kamu sakiti,.... kesal bu dina.
' mulai sekarang kamu boleh pilih jalan yang kamu suka, karena sudah terbukti dengan jalan yang kamu pilih hidupmu seperti apa.
' mengedepankan ego, iri dengki, menindas orang lain sesukamua. inget put, karma pasti akan menghampiri kamu.
' setiap tanaman yang kamu tanam maka kamu pula yang akan memetiknya.
' buang ego dan dendammu nak, karena itu akan semakin melukaimu.
ucap bu dina sambil melangkahkan kaki meninggalkan putri semata wayangnya, soal hati jangan ditanya.
hatinya sungguh perih, melihat anak yang ia harapkan justru hancur berkeping keping masa depannya.
siapa yang menyangka anak perempuan baru lulus sekolah menengah atas malah berurusan dengan pihak kepolisian karena tindak kriminal. tak pernah sedikit pun terlintas jika anaknya akan bertindak kriminal sejauh ini.
ia sebenarnya tau jika putri konsumtif, mainannya club malam terus. walau dina mengetahui dan mengkhawatirkannya namun ia tak pernah melarangnya.
putri menangis melihat kepergian ibunya, ia sakit hati merasa diabaikan oleh ibunya yang lebih memihak keluarganya yuna dibandingkan ia anaknya.
'' kenapa mamah jahat sekali, bahkan disaat aku begini pun mamah tak peduli. gumam putri.
Aaaaaaa...... putri berteriak hiks hiks hiks.... putri menangis histeris, bukan karena penyesalan tapi karena kemarahan dan egonya yang lebih besar.
'' hus.... berhenti nangis berisik, disini dirumah sakit banyak orang sakit. hardik petugas polisi yang sedari tadi mengawalnya.
petugas polisi yang menjaganya pun membawanya ke rawatnya.
bu dina bersembunyi dibalik dinding mendengar putri berteriak.
'' maafin mamah nak, semoga kamu lekas menyadari kekeliruanmu! mamah sayang kamu nak.gumamnya
* * *
seminggu berlalu dari semenjak putri meminta maaf, putri kini telah kembali lagi ke penjara untyk menjalani hukumannya. karena sandi tak mau mencabut tuntutannya walau pun yuna memohon kepadanya, sandi tetal bersikukuh untuk memenjarakan putri.
dengan alasan, supaya ada efek jera untuk putri agar dikemudian hari ia tak melakukan lagi kesalahan yang sama.
yuna pun sudah diperbolehkan pulang, karena memang secara fisik ia sudah lama pulih. namun secara psikis ia masih merasa takut jika bertemu dengan orang yang baru ia kenal.
hingga menjalani terapi selama satu minggu dan sekarang sudah diperbolehkan pulang oleh dokter.
__ADS_1
kepulangan yuna disambut hangat oleh mamah dan papah hartawan mereka sangat bahagia putri kesayangannya kembali ceria dan akan segera mulai kuliah.
terapi yang dijalani pa karim pun semakin hari perkembanganya semakin bagus, pa karim sudah bisa berjalan walau masih harus menggunakan tongkat.
namun setidaknya ia tidak lagi menggunakan kursi roda yang membuatnya begitu bergantung dengan orang lain.
pa karim belum diperbolehkan pulang karena masih dalam tahap observasi secara menyeluruh, mengingat ia koma dalam jangka waktu yang begitu lama.
kebahagiannya yang bertambah saat mengetahui yuna bisa melanjutkan kuliah sesuai dengan cita citanya, yuna ingin sekali menjadi dokter.
walaupun keinginan yuna diwujudkan oleh papah angkatnya, tapi pa karim sudah sangat bersyukir dan bahagia. melihat yuna bisa menggapai cita citanya.
usaha panji pun selama ini tak sia sia, karena pa kari sudah mulai membuka hatinya untuk panji. tentunya bukan karena orang tua panji yang membiayai kuliah yuna. melainkan karena panji memang layak sebagai calon menantunya.
setelah mengenal panji lebih jauh, pa karim jadi lebih menyukai panji ternyata panji anak yang baik dan sopan sama orang yang lebih tua.
setiap hari panji selalu datang sesuai janjinya, ia akan menemani makan siang dan membawakan makanan untuknya.
bahkan setiap pa karim, dijadwalkan untuk terapi pun panji selalu menemani pa karim sambil menyemangatinya.
sebenarnya pa karim ditawarkan untuk rawat jalan saja sama pa hartawan, tapi ia enggan untuk tinggal dirumah pa hartawan ia malu jika kondisinya masih seperti saat ini. ia merasa akan lebih merepotkan keluarganya pa hartawan.
padahal pa hartwan sendiri merasa senang jika pa karim mau tinggal bersama mereka, hingga dirumah tidak akan sepi lagi.
'' loh buat apa pah? apa papah mau beli rumah baru lagi? tanya bu rosa.
'' iya mah, papah mau beli rumah buat pa karim
sepertinya ia nggak mau kalau tinggal disini. makanya ia lebih memilih dirumah sakit hingga sembuh.
'' iya pah, pah mamah setuju lebih baik papah beli rumah buat pa karim.
' mungkin ia merasa segan kalau harus disini, padahal kalau mamah sih seneng pah berasa punya saudara. apalagi kan disini juga ada yuna.
'' iya, tapi ya sudahlah. wajar juga kalau pa karim sepertin itu mah. mamah berpikir juga mau buatkan usaha buat pa karim tapi apa ya mah, papah bingung! keahlian pa karim itu dalam bidang apa. terang pa hartawan.
'' lebih baik kita tanya yuna aja dulu pah, jangan dibuatkan dulu. takutnya kalau sesuai ide papah malah nggak cocok sama pa karim.
'' iya mah papah setuju, mamah juga nanyanya jangan bilang tentang rencana kita. nanti yuna malah nolak lagi.
'' ya engga lah mamah udah paham kalau soal begitu mah.
'' syukur deh, papah jalan dulu ya mah.
__ADS_1
'' hati hati dijalan pah. ucap bu rosa sambil mencium punggung tangan suaminya.
setelah mobil suaminya tak menghilang dari pandangan, bu rosa kembali kedalam.
'' apa yuna dan panji hari ini ada jadwal kuliah, lebih baik aku liat dulu ke kamar. gumamnya.
tok tok tok...
na ..... yuna.... namun ta ada jawaban.
bu rosa membuka pintu kamar yuna, tak nampak yuna namun kamarnya sudah rapih dan tertata.
'' kalau kamar anak perempuan wangi rapih sedap dipandang. gumam bu rosa sambil tersenyum bahagia.
menutup kembali pintu kamar yuna, hendak ke kamar panji. namun sebelum sampai panji terlebih dahulu keluar dengan pakaian yang rapih ala ala kantoran gitu.
'' kamu udah rapih mau ngantor? tanya mamah
'' iya mah, kebetulan hari ini nggak ada jadwal kuliah. ucap panji buru buru pakai sepatu
'' ko buru buru gitu sih, emang ada apa? tanya mamah.
'' aku ada meeting mah, mendadak.
'' kamu tau yuna kemana, ko nggak ada dikamarnya? tanya mamah rosa.
'' yuna ada kuis mah, tadi pagi pagi sekali dia berangkat. sahut panji.
' ya udah mah aku berangkat dulu. ucapnya sambil mencium punggung tangan mamahnya.
'' hati hati jangan ngebut...
'' iya mah.
bu rosa tersenyum melihat anaknya ....
bersambung.....
jangan lupa dukungannga buat novel aku ya reader yang budiman, aku sangat berharap like, vote, komen, dan hadiah dari kalian. terima kasih
baca juga novel aku yang baru ya
__ADS_1