Putih Abu Abu

Putih Abu Abu
Part 53


__ADS_3

Karena semalem pa karim tak bisa tidur nyenyak, pagi harinya jadi telat bangun pagi padahal ia sudah semangat sekali ingin memulai semua proses penyembuhannya.


ceklek.....


seseorang membuka pintu, ternyata suster yang masuk ruang rawatnya.


'' selamat pagi pa, ternyata bapa sudah bangun.


'' maaf sus, saya baru bangun malem susah tidur. kangen sama putri saya sus...


'' loh malah jadi nggak bisa tidur ya pa, semangat terus ya pa, biar bisa nemenin anaknya.


'' iya, saya mau mandi dulu.


pa karim diantar ke kamar mandi oleh perawat pria membantu pa karim yang tengah beraktivitas dikamar mandi.


selesai mandi pa karim sarapan dan meminum obatnya. ia menolak saat perawat akan memindahkannya ke ranjang ia lebih memilih di kursi roda, karena sedang menunggu kedatangan pa hartawan. yang akan mengajaknya ke ruang rawat putrinya.


ia begitu ingin menemui anaknya walau hanya sekedar melihat karena yuna masih belum sadarkan diri walau sudah melewati masa kritisnya.


pa karim juga saat ini tengah menjalani terapi untuk kesembuhan kakinya, belajar merangsang kembali motoriknya agar saraf sarafnya kembali berfungsi.


* * *


Putri yang telah membuka matanya setelah ia tidur selama sehari semalam, ia mengedarkan pandangannya. " aku berada dimana? ini kamar siapa lirihnya.


bangun dan duduk ditepi ranjang, ia kembali mengingat kemaren ia pingsan lalu satelah itu ia tak tau lagi apa terjadi.


'' kenapa aku bisa tidur selama ini, padahalkan aku hanya pingsan. gumamnya


'' ada yang nggak beres ujarnya sambil bergegas keluar kamar, mencari jalan keluar. ia berpikir akan melarikan diri keluar dari apatemen entah milik siapa.


ia membuka pintu namun sayang terkunci tak bisa dibuka, '' sial '' teriak putri sambil menendang pintunya.


'' woy , siapa pun yang diluar tolongin gue. teriaknya sambil memukul mukul pintu apartemennya.


'' his.... pengganggu nggak bisa gitu biarin gue tidur tenang. ujar jeni menggerutu karena teriakan putri.

__ADS_1


jeni dengan malas bangun beranjak dari tempat tidurnya, membuka pintu kamar.


dilihatnya putri memukul mukul pintu apartemen milik sandi, jeni geleng geleng kepala. '' dasar cewe murahan '' gumamnya.


'' kalau lo, masih teriak teriak, gue telpon seseorang buat ikat tangan dan mulut lo.


mendengar ada yang berbicara, putri membalikan badannya. matanya memicing


'' siapa lo? tanya putri.


'' gue, tunjuk jeni kepada dirinya sendiri.


' menurut lo?


'' lo ya, gue nggak ada masalah sama lo ya. jadi lo nggak usah deh cari gara gara sama gue.


ancam putri.


'' terus kalau gue cari gara gara sama lo, lo bakal culik gue gitu?


putri tersentak mendengar penuturan perempuan yang entah siapa namanya. '' jadi lo udah tau kalau yuna diculik? tanya putri.


bahkan gue juga pengen balas dendam sama sandi dan panji yang udah mempermainkan persaan gue.


'' kenapa lo bisa dendam sama sandi,? tanya putri


'' cinta gue udah ditolak sama dia bahkan, setelah dia mendapat apapun yang ia mau dariku.


'' lalu kenapa lo bisa bantu dia nyekap gue? tanya putri.


'' ya karena gue lagi nyari kesempatan buat balas dendam sama dia, dimana kesempatan itu ada gue tak akan menyianyiakannya.


putri menyerigai mendengar penuturan dari perempuan ini,


sepertinya gue akan memanfaatkan perempuan ini buat balas perlakuan sandi. batinnya..


tak disangka putri mengulurkan tangan kepada jeni, '' boleh dong gue kenal lo? ucap putri.

__ADS_1


boleh ucap jeni sambil membalas uluran tangan putri dan berjabat tangan.


'' kita frend ya, aku putri kamu? tanya putri


'' aku jeni, '' lo sebenarnya kenapa sih culik yuna gue penasaran banget pengen kaya lo. lo keren banget bisa balas dendam seperti itu. ucap jeni


'' sebenarnya, nggak fatal banget sih, hanya aku kesel saja ia pernah mergokin aku sama bari. aku takut dia menceritakan sama panji tentang semua yang ia tau. makanya aku minta bantuan bari untuk memberi pelajaran ke yuna. maksud aku hanya menakut nakuti saja, kalau masalah organnya yang akan dijual itu aku sama sekali nggak tau dan nggak nyangka jika memang bari adalah penjahat.


'' oh seperti itu, ucap jeni sambil mengangguk anggukan kepalanya.


' kamu pasti laperkan bagaimana kalau kita makan dulu, tadi aku sempat masak loh.


'' serius, ya udah ayo makan. nanti setelah makan aku mau pulang ya. ucap putri.


'' iya boleh, tapi kamu harus makan dulu biar ada tenaga, ucap jeni sambil memberikan sepiring makanan dan segelas jus.


jeni dan putri makan bersama disofa sambil bercerita apapun, seperti putri nyaman sekali dengan jeni. tanpa terasa putri telah menghabiskan satu piring makanan dan segelas jusnya.


'' masakan kamu enak banget jen, liat aku sampai menghabiskan semuanya ujarnya.


'' bagus dong kalau gitu, sahut jeni sambil mengambil piring dan gelas bekas makan putri. membawanya kedapur lalu mencucinya.


selesai mencuci piring jeni menghampiri putri, dilihatnya putri tengah tertidur disofa. jeni tersenyum puas kerjanya selesai.


lalu ia mengambil ponselnya disaku celana mengirim rekaman pembicaraan antara dia dan putri tadi.


lalu mengambil tas dan jaketnya, hendak pergi meninggalkan apartemen karena. semua tugasnya telah selesai.


* * *


Sandi tersenyum puas dengan hasil kerja jeni, lalu ia menyeruput sisa kopinya dan pergi ke kasir untuk membayar kopinya. sandi saat ini tengah berada kantin dirumah sakit, semalam ia kembali ke rumah sakit. selesai kembali dari apartemen menyusun strategi penjebakan untuk putri agar ia mengaku.


'' kamu memang keren jen ucap sandi, senyum senyum sendiri saat mengingat jeni yang selalu membantunya.


tanpa sadar ia membuka galeri melihat foto jeni, sambil tersenyum ia pun tersadar.


'' kenapa gue harus memandang foto dia kurang kerjaan banget. ucapnya sambil menutup semua aplikasinya. lalu menyimpan ponselnya disaku celana. bergegas kembali ke ruanh rawat yuna.

__ADS_1


bersambung


terimakasih reader tercinta sudah baca novelnya, jangan lupa dukungannya ya untuk yuna dan panji dengan like dan votenya ya.


__ADS_2