
Melihat Pa karim dengan mata yang merah, dan tatapannya yang tajam seakan menghujam hati panji.
pa hartawan yang berusaha menenangkan pa karim, nun selalu ditepis olehnya.
'' pa tenang dulu, nanti setelah bapa tenang kami akan menjelaskan semuanya.
pa karim akhirnya sampai diranjang yuna, dengan tatapan yang mengintimidasi kearah panji.
panji yang sadar tengah ditatap dengan tatapan membunuh, membuat nyalinya menciut dan langsung menundukan wajahnya. karena sejujurnya saja ini yang takutkan selama ini. ia akan ditolak oleh bapanya yuna karena tragedi maut itu.
bu rosa yang melihat situasi ini sangat prihatin melihat anak menundukan kepalanya karena ketakutan, namun ia tak bisa berbuat apa apa karena memang anaknya salah. ia hanya bisa pasrah dengan segala kemarahan pa karim.
pa hartawan pun hanya bisa memandang sendu sang anak yang tertunduk karena rasa bersalahnya dan rasa takutnya yang sudah tak bisa ia bayangkan. namun ia hanya bisa pasrah dengan segala keputusan pa karim, karena memang sesungguhnya keluarga memang segalanya tak bisa dinilai dengan harta berapa pun.
pada akhirnya semua yang ada disana tertunduk tak bisa berbuat apa apa, hanya yuna yang tampak berusaha menenangkan sang ayah yang tengah murka.
'' pa, sudah jangan marah marah. ucap yuna sambil berusaha menggapai tangan pa karim.
'' pa kita bicarakan ini baik baik, jangan berbicara apapun ketika sedang emosi pa.
'' pa istigfar.... ucap yuna lirih, karena memang ia baru sadar dari komanya hingga tubuhnya masih begitu lemas bahkan untuk memiringkan badan pun ia belum mampu.
pa karim yang menatap dengan tatapan membunuh pun akhirnya menjatuhkan badannya disamping yuna dengaan menelungkup sambil menangis sejadi jadinya, bahkan tak sekedar menangis namun ia menjerit jerit meratapi istri dan keluarganya
yang sudah tak karuan kondisinya.
'' kenapa, ibu harus pergi secepat ini hiks hiks hik....... ucap pa karim sambil meraung raung. kenapa ini harus terjadi pada keluarga kita.
aaaarght...... pa karim berteriak.
yuna yang melihat ayahnya menangis histeris karena baru mengetahui kepergian istrinya untuk selama lamanya.
'' pa, yang sabar mungkin ini sudah suratan takdir dari yang maha kuasa jika ibu harus pergi dengan jalan seperti ini pa.
ucap yuna dengan menahan tangisnya agar tak pecah.
'' bapakan masih punya aku pa, bapa nggak boleh begini Allah nggak suka dengan hambanya yang lemah seperti ini. ucap yuna memberi semangat kepada ayahnya.
__ADS_1
namun pa karim masih tak bergeming ia masih menelungkup disisi ranjang yuna.
dengan punggungnya yang bergetar karena tangisnya.
melihat seperti itu bu rosa mencoba mendekati,
'' pa saya, suami, dan anak anak saya minta maaf atas semua musibah ini, semua terjadi diluar kuasa kami sebagai manusia.
saya berkata begini bukan berarti saya membenarkan tindakan anak saya, tapi justru saya banyak mengambil hikmah dari musibah ini.
saya paham betul bagaimana perasaan bapa saat ini kehilangan orang yang bapa cintai yang telah menemani dalam suka maupun duka tentu saja tidak mudah.
saya tak meminta apapun dari bapa, hanya minta maaf itu pun jika bapa berkenan memaafkan saya dan anak saya.
saya akan terima apapun hukuman dari bapa atau pun dari tuhan. untuk saat ini saya hanya mohon bapa tenangkanlah dahulu hati dan pikiran bapa.
lalu setelahnya saya dan keluarga saya akan menerima apapun konsekwensi atas musibah yang menimpa pada keluarga bapa.
ucap bu rosa panjang lebar, sambil menepuk nepuk bahu pa karim.
betul apa yang istri saya ucapkan, semua ini terjadi diluar kuasa kami. saya mohon maaf yang sebesar besarnya atas musibah ini.
pa hartawan berdiri dan melihat panji, yang tengah berdiri tak bergeming sedikit pun.
panji melihat papah dan mamahnya telah meminta maaf atas kesalahannya,
'' ya tuhan bagaimana ini, yang aku takutkan akhirnya terjadi juga. bapanya yuna marah dan mungkin saja akan melaporkanku ke polisi.
namun yang lebih menakutkan bagaimana jika pa karim tak pernah memaafkanku dan tak mau memberika restu, namun sebagai pria aku harus bisa melalui ini semua.
aku harus meminta maaf dan mohom ampun padanya, walaupun aku tak diretui setidaknya aku bisa mendapat maaf atas kesalahanku. batin panji.
panji melangkah perlahan memutari ranjang yuna, melihat anaknya berjalan kearah pa karim pa hartawan begitu bangga dengan sikap anaknya.
panji melihat ke arah pa hartawan, manatap papahnya seolah minta persetujuan dan pa hartawan menganggukan kepalanya memberi persetujuan. lalu melihat kearah bu rosa menatap mata bu rosa meminta persetujuan, bu rosa pun sama memberikan anggukan. lalu menunduk karena tak kuat menahan tangisnya.
berjalan kembali sampai tepat berada disamping pa karim yang masih menelungkupkan badannya dan masih menangis tersedu.
__ADS_1
panji menjatuhkan badannya ia berlutut disamping pa karim.
'' Pa, sa- saya minta maaf atas kejadian hari itu, saya tak menyangka akan terjadi musibah yang mengerikan seperti itu.
pada saat itu saya mengendara dalam kondisi habis begadang, karena kami tengah berlibur di pantai pelabuhan ratu. hingga saya hendak pulang saya belum dikit pun memejamkan mata. hingga terjadilah tabrakan maut itu.
saya sadar telah merugikan dan menyakiti banyak orang bukan hanya bapa yang menderita dan kehilangan anggota keluarganya tapi ada juga yang lainnya. maka dari itu saya mohon maaf yang sebesar besarnya.
banyak sekali yang telah sakiti salah satu bapa dan keluarga.
saya akan menerima apapun konsekwensinya asal bapa bisa memaafkan saya ucap panji.
dengan posisi masih tetap berlutut disamping pa karim.
tak disangka pa karim pun bangkit, dan-
plak...... plak.....
pa karim menapar panji dua kali, bu rosa yang melihat anaknya ditampar ia meringis dan menangis didada pa hartawan.
bu rosa sakit hati melihat anak kesayangan, ditampar seperti itu. yang bahkan ia pun belum pernah untuk sekedar mencubitnya saja.
namun ia tak bisa apa, karena memang panji salah karena telah membuat seluruh keluarga yuna menderita.
'' pa " yuna manggil bapanya ketika pa karim menampar panji.
'' pa, sudah sabar pa, sabar.....'' yuna tau, panji memamg salah karena menjadi penyebab ibu meninggalkan kita, lalu bapa koma bahkan dalam waktu yang lama. lalu kenapa kita harus saling menyakiti seperti ini pa. ucap yuna.
pa karim melihat kearah yuna dengan mata yang memerah dan air mata yang tak henti henti mengalir, dengan napas yang sesak
' ja- jadi kamu lebih membela laki laki ini ketimbang ayah dan ibumu.
'' bukan seperti itu pa maksud yuna.
Bersambung.....
halo reader tercinta jangan lupa dukungannya buat yuna dan panji ya dengan like dan votenya ya. terimakasih
__ADS_1