Putih Abu Abu

Putih Abu Abu
Part 91


__ADS_3

Seminggu sudah mamah rosa dirawat dirumaj sakit dan kondisinya masih sama tak sadarkan diri, mamah masih koma.


sedangkan yuna saat ini kondisinya sudah membaik, sudah tidak ketakutan dan lebih bisa mengendalikan diri. .


panji walau pun ia juga sempat mengalami trauma, namun karena cepat ditangani hingga kondisi lebih baik dari yuna.


berbeda dengan yuna yang begitu kesulitan untuk kembali seperti biasa, karena ia sudah berkali kali mengalami peristiwa yang membuat jiwanya terguncang.


hingga untuk kali ini. akan sangat beruntung jika yuna bisa melewati semuanya. karena catatan trauma yuna yang begitu beruntun dan semua begitu membekas karena yang menjadi korbannya adalah orang orang tersayangnya.


hingga sulit baginya untuk lepas dari semua tragedi itu.


sedangkan otak dari peristiwa itu sudah disekap oleh orang orang suruhan pa hartawan dan dijaga ketat oleh mereka.


sebenarnya bukan putri otak untuk tragedi yang menimpa mamah rosa kali ini, namun sandi sengaja menangkap putri. untuk menangkap otak sebenarnya dibalik tragedi ini.


walau memang semua drama ini berawal dari dendam putri sama yuna, hingga menjadi separah ini dendam yang semakin dalam dan melebar.


" lepasin gue anjing.... putri berteriak dengan matanya yang masih ditutup sedangkan tangan dan kakinya masih terikat.


'' sandi ingat betul saat putri dan bari datang ke acara pernikahannya sebagai pertanda ia mengibarkan bendera perang.


saat ini putri disekap disebuah gudang bawah tanah, yang jauh dari hiruk pikuk kota.


sandi tau jika ia selalu ada yang memata matainya seperti tadi pagi saat ia pulang dari rumah sakit menuju kantor, ia diikuti oleh dua orang pria.


tapi sandi tak kalah cerdik ia menyuruh anak buahnya untuk membeli out fit untuk ia keluar dengan out fit yang berbeda saat keluar dan masuk kantor agar mereka terkecoh.


sandi masuk dengan setelah kantor jas dan celana navi sedangkan saat keluar ia memakai kaos panjang dan celana jeans panjang hitam. dengan memakai jenggot dan kaca mata hitam.


serta memakai mobil andi asisten pribadinya.


benar saja mereka tak mengikuti, mereka masih mengira jika sandi masih ada didalam gedung kantor.


sandi tak berbicara karena ia belum mengetahui pasti apa bari dibalik semua ini, ia tau pasti jika bari bukan orang biasa.


saat tuntunan hukum masih belum dicabut saja ia sudah bisa melenggang keluar penjara.


apalagi diluar penjara seliar apa sibari bikin sandi bergidik ngeri, hingga bari memberi kesan tak ada pergerakan dari sandi.


hingga tak membuat bari curiga.


sandi sudah kembali ke kantor, dan keluar saat jam kerja telah selesai. tak ada kesan mencurigakan untuk sandi. .


mereka memang bodoh, mereka mengawasiku tanpa mereka tau mereka pun kita awasi memang bodoh.


kamu memang pintar dan licik sekali bari, tapi aku bisa lebih licik dari kamu. batin sandi.


'' hallo bos....

__ADS_1


'' sepertinya tak ada yang mencurigakan bos ia hanya bolak balik dari kantor ke rumah sakit saja.


'' iya bos akan kami awasi terus ucap seorang pria yang selalu mengawasi keluarga pa hartawan dibawah pohon ia selalu menunggunya.


hingga sandi terpikir untuk memasang alat penyadap di pohon tersebut.


dan benar saja sandi mendengar percakapan antara orang tersebut dengan bosnya.


hah memang bodoh bodoh pintar ini orang tapi kebanyakan bodohnya ha ha ha....


sandi tertawa penuh dendam.


sandi yang baru sampai rumah dan selesai membersihkan tubuhnya ia turun kebawah akan membuat kopi.


saat ia sedanh menikmati kopinya, tampak datang pa hartawan yang baru plang dari rumah sakit.


" pah, sapa sandi sambil menyalami papahnya.


pa hartawan menghempaskan tubuhnya disopa,


" pah mau makan ? tawar sandi


" nggak papah mau kopi aja.


sandi bergegas ke dapur membuat kopi untuk sang ayah karena panji dan jeni sedang dirumah sakit menjaga yuna dan mamah rosa.


betapa tersiksanya anggota keluarga kami akibat dendam tak jelas sibari.


" pah gimana kondisi mamah ?


" masih sama aja san, papah juga stres dengan semua ini.


" kenapa cobaan keluarga kita selalu berat, apalagi yuna selalu saja dia yang menjadi korban paling menderita.


" oh iya pah, pa karim bapa yuna belum kita kabarin padahal sudah seminggu tapi kita melupakan begitu saja pa karim.


" Astagfirullah papah lupa, kenapa kamu nggak ingetin papah dari kamaren sih.


" pah aku juga baru inget aku terlalu sibuk mikirin sipelakor itu.


" iya bagaimana dia apa sudah ada pengakuan, belum?


" belum pah, hanya ngamuk ngamuk dan maki maki orang aja.


" perempuan murahan emang mulutnya loncer.


sekarang kamu mending telpon pa kariam aja. kasian dia nggak tau kabar anaknya. ucap papah.


sandi mengambil ponselnya diatas mini bar.

__ADS_1


lalu mengaktifkan ponselnya.encafi kontak pa karim.


menekan tombol biru,panggilan telah tersambung. tut tut tut....


" hallo .... suara pria disebrang sana


" hallo pa, apa kabar?


" sehat nak, gimana kabar disana?


" disini sedang tak baik pa, mamah masuk rumah sakit sudah satu minggu. ucap sandi


" loh sakit apa bu rosa, maaf saya tak pernah menghubungi saya setiap hari sibuk di kebun.


" iya nggak apa pa, mamah kena tembak pa, kemarin sempet kehabisan darah banyak dan sempat kritis pula.tapi sekarang sudah alhamdullilah membaik walau masih koma.


'' masya allah berat sekali cobaan yang kalian hadapi. semoga kalian kuat


" tapi pa, ada kabar buruk lagi yuna yang melihat mamah saat ditembak oleh seseorang hingga jiwanya terguncang.


dan yuna pun sekarang masih dirawat dirumah sakit yang sama dengan mamah.


" astagfirulllah yuna, kalau gitu bapa akan kesana sekarang juga.


" jangan pa, sekarang sudah malam berbahaya. lebih baik besok saja pagi pa.


bapa juga harus menjaga kondisi kesehatan bapa, dan keselamatan bapa. ujar sandi.


" iya nak, makasih buat kabarnya ya.


pa karim memutuskan panggilannya mungkin ia syok mendengar penuturanku mengenai anaknya...


sandi beranjak dari sofanya, ke kamar mengambil jaket.


" san, kamu mau kemana ? tanya pa hartawan


" ke rumah sakit pah nemenin jeni kasian jeni dan panji pasti mereka kelelahan menemani mamah dan yuna.


" iya nak, kamu sekalian bawa makanan dan vitamin buat mereka. ucap papah


" iya pah, nanti aku mampir disuper market. ucap sandi sambil menyalami papahnya.


sandi beranjak keluar menaiki mobilnya untuk ke rumah sakit, tak lupa ia mampir membeli makan untuk panji dan jeni direstoran jepang.


tak lama sandi sampai dirumah sakit, melihat dokter dan suste berlarian ke kamar mamah rosa,


sandi terkejut dan berlari ke kamar sang rawat sang mamah, tampak panji dan jeni yang tengah menangis.


bersambung.....

__ADS_1


terima kasih buat reader tercinta atas dukungannya.


__ADS_2