
Sebelum baca jangan lupa dukungannya ya buat novel aku dengan like,komen,vote dan hadiah.
terima kasih.
sandi berlari ke ruang rawat mamah rosa, tampak panji dan jeni yang tengah menangis dikursi tunggu pasien.
" Panji.... panggil sandi.
merasa ada yang memanggilnya namanya, panji menoleh ke asal suara ternyata sandi yang datang.
" ada apa ? tanya sandi .
" mamah ka, entah kenapa mamah bisa kembali kritis, padahal sebelumnya keadaan mamah sudah sangat baik. ucap panji serak.
sandi duduk disamping panji memeluk erat adik semata wayangnya, kita berdoa buat mamah ya ? ucapnya
" iya ka.
sandi memang sangat menyayangi adiknya.
menit bahkan setengah jam berlalu tapi dokter kunjung membuka pintu.
brak .... dokter keluar, dengan cepat sandi bangkit dari duduknya.
" bagaimana dengan mamah saya dok ? tanya sandi.
kesadarannya sempat menurut, dan tekanan darahnya naik, mungkin ada seseorang yang ia tunggu kehadirannya hingga ia bereaksi sangat keras.
" kira kira apakah ada diantara keluarga yang belum menjenguk ibu rosa ? tanya dokter.
" ada dok adik saya yang perempuan ia belum bisa menemui mamah karena kondisi psykisnya pun belum pulih.
" mungkin ibu rosa ingin mendengar suara anak perempuannya itu, coba di cek kembali kondisinya mungkin bisa dipaksakan kesini.
karena saya khawatir jika tekanan darahnya naik lagi, khawatir tak bisa terselamatkan. jelas dokter.
'' baik dok akan saya usahakan. ucap sandi.
" jen... apa kamu tau kondisi terakhir yuna, panggil sandi.
mereka memang sangat dekat hingga mamah sangat mengkhawatirkan yuna dari pada putranya.
" karena mamah tau jika putra putranya sangat kuat dan tabah berbeda dengan yuna yang begitu rapuh. ucap jeni sedih
'' apa kondisi yuna sangat parah ? tanya sandi
'' yuna sudah hampir gila san. jika tak ditangani cepat.
__ADS_1
" pantas saja mamah begitu mengkhawatirkannya. karena ia begitu menyayanginya.
'' aku mau liat yuna, sandi beranjak. aku ikut ucap jeni.
sampai diruang rawat yuna, tampak ia sedang tidur dengan wajah yang pucat mata yang sembab.
keluar dokter yang baru saja selesai, visit.
'' bagaimana kondisi adik saya dok ? tanya sandi.
'' pasien baru saja histeris, sepertinya ini bukan pengalaman buruk pertamanya ya. jadi sangat sulit sekali baginya menerima dan melupakan kejadian yang tengah dialaminya
" panji menarik napas dalam. bingung dengan semua kejadian yang menimpa keluarganya.
'' baik dok terima kasih.
sandi duduk bersandar didinding sambil menjambak kasar rambutnya sendiri, ia sangat frustasi dengan kondisinya saat ini.
Aaaaargh.... apa yang harus aku lakukan untuk kalian, kalian saling membutuhkan namun semuanya tak memungkinkan. teriaknya....
jeni yang melihat sandi yang begitu kacau,
" bagaimana kalau mamah sama yuna dirawat dalam satu ruang rawat yang sama.
setidaknya mamah bisa merasakan tangan hangat yuna begitu pun dengan yuna bisa melihat mamah mungkin dengan begitu akan membuat kondisi mamah dan yuna akan sama sama membaik, ujar jeni..
" boleh juga ide kamu jen, kalau gitu aku akan membicarakan dengan dokter dokter yang menangani mamah dan yuna terlebih dahulu.
baiklah mas kalau gitu aku mau mandi ganti baju dulu nggak enak, ujar jeni.
" maaf ya sayang kamu malah direpotin seperti ini., sampai mandi pun kami dirumah sakit. lirih sandi meresa bersalah.
'' tak apa mas, aku seneng ko bisa bantu kamu walau hanya seperti ini. ya sudah sana ke bagian administrasi dulu ya, biar cepat beres.
" iya sayang...
" eh mas, kamu jangan lupa panji juga ia sangat tertekan kamu ajak dia ke bagian admin biar nggak ngelamun mulu. mikirin duit
'' iya nanti aku kesana dulu, ucapnya sambil melangkahkan kaki meninggalkan jeni di kamar rawat yuna.
setelah sandi pergi bergegas mandi dan berganti pakaian sebelum perawat datang untuk memindahkan yuna, jeni mengemas semua bawaannya.
panji yang sudah tampak segar tak murung seperti saat baru kajadian, sandi mengajak panji ke bagian administrasi untuk berkonsultasi mengenai pemindahan yuna dan mamah menjadi satu ruangan.
setelah selesai, mengurus pemindahan kamar yuna dan mamah ke kamar yang lebih besar karena mamah dan yuna akan dirawat dalam satu ruangan.
setelah berbicara panjang lebar dengan dokter yang menangani mamah dan yuna, walau pun alot. namun karena berbicara demi kebaikan mamah secara psykologis dan yuna akhirnya dokter mau tak mau menyetujuinya.
__ADS_1
setelah semua pemindahan selesai, kami tak lupa mangabari papah. agar secepatnya ia ke rumah sakit.
'' Assalamualaikum... ucap seseorang mengagetkan sandi.
" waalaikumsalam.... pa karim, bapa tau yuna pindah kesini.
'' iya papahmu yang memberitahu bapa, bagaimana kondisi yuna dan bu rosa nak ? tanya pa karim.
" belum ada kemajuan pa. ucap sandi sendu.
mari pa saya antar bapa masuk ke dalam, ajak sandi.
berdiri dari duduknya berjalan mengiringi langkah pa karim, masuk ke ruang rawat yuna.
pa karim menatap putrinya yang masih tertidur akibat efek obat penenanh yang disuntikan dokter.
duduk disamping ranjang yuna, '' nak berapa kali kamu dalam kondisi seperti ini. bapa tak sanggup melihatmu dalam kondisi yang selalu terbujur sakit diranjang pesakitan.
kuatkan hatimu nak, semua akan baik baik saja. kamu harus yakin akan ketetapan tuhan nak. semua yang terjadi didunia ini, pasti atas izin Allah kamu harus berbesar hati menerima semua cobaan yang menimpamu.
yuna membuka matanya, menggenggam tangan pa karim.
'' sayang bangun, kamu harus ikhlas dala menerima semua ketetapan Allah nak.
semua yang terjadi padamu, pada mamahmu, ibumu itu semua atas ketetapan Allah kamu harus bisa berlapang dada sayang.
bapa yakin kamu anak yang kuat, yuna memeluk erat pa karim.
" makasih pa, bapa sudah mengingatkan yuna. sejenak yuna tak bisa menerima semua yang terjadi hatiku selalu menolak untuk berkata ikhlas.
maafkan yuna pa, yang sejenak melupakan perkataan dan petuah petuah bapa. ucap yuna
'' tak apa nak, bapa paham sekali jika yang menimpamu bukanlah perkara yang mudah, mengadulah sama Allah minta jalan terbaik darinya. ucap pa karim.
sandi tak percaya dengan apa yang ia lihat ternyata sharinglah yang dibutuhkan okeh yuna, yuna butuh dipahami dan ikut mengudangi bebannya.
selama ini tak ada yang bisa memberi kekuatan bagi yuna karena semua sibuk dengan kesibukannya masing masing.
ternyata bonding obat paling ampuh untuk semua penyakit, mamah pun bisa tenang setelah ia merasakan berada didekat yuna.
ternyata dokter terbaik untuk mereka adalah asih sayang dari orang terdekat mereka itu sendiri.
tuhan kenapa aku jadi sebodoh ini dalam memahami kebersamaan.bahkan istriku pun aku abaikan hanya untuk mendapat kepuasan untuk membalas perbuatan mereka.
padahal sejatinya tanpa kita balas pun tuhan akan memberikan hukuman pada mereka yang telah berbuat kezdaliman. batin sandi
bersambung dulu ah ..
__ADS_1
terima kasih....