Putih Abu Abu

Putih Abu Abu
Part 112


__ADS_3

Keesokan harinya pagi - pagi sekali Yuna beserta seluruh keluarganya berangkat menuju kota Lembang untuk menginap di rumah bapaknya yuna yakni pak Karim.


Panji dan Sandi yang kala itu ikut mengantar hingga depan rumah sebab ia tak ikut ke desa tempat mertuanya tinggal karena ia harus bekerja.


'' Mas jangan lupa nanti siang ambil Rapotnya si kembar ya, ''


" Iya, kalian hati - hati ya, tega banget sih ninggalin papah '' rajuk Panji yang sedih di tinggal oleh anak - anak beserta istrinya.


'' ya elah, cuma satu minggu kali bini sama anak gue juga pada ikut biar mereka pada seneng - seneng nggak mumet di kota milu menikmati suasana pedesaan bagus buat tumbuh kembang anak lo '' ledek Sandi


'' jangan lupa telpon papah kalau udah sampe '' ucapnya.


'' siap papah '' sahut si kembar


Semua tertawa melihat tingkah Panji yang seperti anak kecil kehilangan permen lolipopnya, Panji melihat mobil yang di tumpangi oleh Yuna dan anak - anaknya pergi hingga menghilang tak lagi terlihat.


'' Lo tuh udah kaya anak ayam yang kehilangan induknya, lo libur kerja kan bisa nyusul mereka ke sana. Mereka kan nggak pergi ke Amerika cuma ke Lembang. '' kesal Sandi


'' Lo bener juga ya, ko gue nggak kepikiran ya dua hari juga week end gue nyusul deh ah kesana. Lo tau gue khawatir banget sama Yuna takut die lahiran di sana. ''


" Ya elah lebay banget sih, di sana juga banyak kali dokter. ''


'' Ya sudah kita berangkat ke kantor dulu '' ajak Sandi.


'' Lo temenin gue ke sekolah dulu ambil rapot anak gue, gue ntar di jegal sama nenek lampir lagi susah hidup gue. "


" Lo kagak berani sama ***** macem dia, Ji? " tanyanya.


'' Gue takut tertular penyakit menular kalau di deketin die. Kalau ada lo kan dia takut sama lo. "


'' Jadi lo pikir gue body guard lo gitu " kesal Sandi.


" Bukan gitu ka, lo kan anak tertua sudah selayaknya jagain adek lo ini dari segala mara bahaya. "

__ADS_1


'' ih najis gue '' ucap Sandi seraya masuk ke dalam mobil sport milik Panji diikuti oleh Panji bergegas mereka menuju sekolah Nala dan Nathan.


Mobil Panji meluncur membelah jalanan di pagi hari yang masih lengang, Tak memakan waktu yang lama mereka sudah sampai di sekolah Nala dan Nathan di sana sudah banyak orang tua murid yang menunggu pembagian rapot anaknya masing - masing.


Panji ke luar dari Mobil Sport merah miliknya, dengan setelah jas dan kaca mata hitam bertengger di wajahnya menambah level ketampanan Panji dan Sandi yang sama - sama ganteng.


Ibu - ibu yang melihat Panji dan Sandi turun dari mobilnya tampak riuh karena melihat cowo keren turun dari langit.


'' Lo bisa liatkan betapa riuhnya ibu - ibu di sini tampak syok melihat ke gantengan gue. '' ujar Panji geer.


" Lo jangan geer coba aja sekarang ada Nala sama Nathan hilang loh rasa percaya diri lo yang sudah melewati ubun - ubun itu. '' kesal Sandi yang melihat adiknya ke geeran baru aja mewek - mewek di tinggal anak bini melangkah sepuluh langkah aja udah lupa anak bini. batin Sandi seraya menggeleng - gelengkan kepalanya. .


" Ayo ka masuk '' ajaknya.


" Lo aja masuk sendiri, gue tunggu di mobil aja '' ucapnya seraya masuk ke jok penumpang.


Tak lama Panji sudah keluar lagi dengan dua rapot di tangannya, ia bergegas menuju mobilnya masuk ke dalam dan duduk di jok kemudi.


" Cepet banget lo '' tanya Sandi


" Lo liat mobil kuning di belakang sepertinya dari tadi ngikutin kita " ucap Panji


" Udah gue liat dari tadi, itu mobil udah ngikutin kita dari sekolah. " sahutnya Sandi.


" Lo tau kira - kira siapa dia? " tanyanya.


" Siapa lagi kalau bukan ***** "


" Enaknya di kerjain nih. " ucap Panji


" Tumben ogak lo jalan. "


" Lo jalan ke arah timur, jalanan sepi gue ada kejutan buat dia. " ucap panji tersenyum miring melihat mobil yang sedari tadi mengikutinya.

__ADS_1


'' Sip gue setuju. "


Panji menjalankan mobil dengan kecepatan yang normal agar bisa di ikuti oleh orang sedari tadi menguntitnya.


Ia berbelok ke arah yang sudah di arahkan oleh Sandi.


Dengan penuh percaya diri mobil itu terus mengikutinya seolah ia merasa menang karena Panji berjalan ke arah yang sepi.


Setelah melihat beberapa orang yang sudah di persimpangan Panji melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi hingga mobil itu tertinggal dan langsung di salip oleh dua mobil yang keluar dari arah berlawanan.


Putri memukul stir mobilnya ia baru sadar jika ia sudah di jebak oleh Panji, preman - preman yang sudah di bayar oleh Sandi ia memgganggu Putri memaksanya untuk keluar dari mobilnya dan menyekapnya di sebuah rumah kosong.


'' Lepas-lepasin gue sialan lo, bilang sama Panji kalau berani nggak usak nyuruh - nyuruh curut kaya lo buat berhadapan sama gue. '' teriak putri yang sebenarnya sudah ketakutan karena sudah di kelilingi oleh preman - preman yang berperawakan tinggi besar dan berkulit hitam hingga tampak sangat menyeramkan.


" Sudahlah nona jangan sok jual mahal kamu layani saja kami satu persatu bukannya kamu sudah biasa melayani penjahat seperti kami.'' ucap salah satu preman itu seraya mendekati putri.


'' Jangan sentuh gue jika tak ingin jari - jari lo patah. '' teriak putri berusaha mengancam.


" Aku rela kamu patahkan asal puaskan aku dulu " ucap salah satu preman yang baru saja masuk dengan kulit hitam dan rambutnya yang gimbal. membuat putri bergidik melihat penampilan preman - preman yang sungguh menyeramkan dan menjijikan itu.


'' Tolong lepaskan saya, saya akan memberikan berapa pun uang yang kalian mau asalkan kalian lepaskan aku" teriaknya memohon


Panji dan Sandi yang baru tiba di kantornya tertawa terbahak - bahak setelah berhasil mengerjai putri yang sedari tadi mengikutinya.


'' Kena tuh *****, biar di kerjai sama anak - anak yang kelaparan. '' ujar Sandi.


'' Jadi lo nyuruh si preman itu buat merkosa si Putri, '' ujar Panji


'' Ya terserah mereka aja maunya gimana "


" Lo jangan kejam - kejam anak - anak kita ada yang perempuan juga, lo jangan nyakitin anak orang lain. cukup kita kerjain saja jangan kita jahatin " ujar Panji


'' Lo bener kita punya anak perempuan, gue juga nggak sekejam itu kali. masih ada hati nurani gue juga lo pikir gue mati rasa gitu. ''

__ADS_1


bersambung...


terima kasih ya reader atas dukungannya jangan lupa like, komen vite dan hadiahnya buat novel pertama aku.


__ADS_2