
'Hening, kekehan sandi diseberang sana tak terdengar lagi.
" coba ulangi "
" Yuna hilang kaka, ucap panji penuh penekanan.
" lo dimana? "
" gue dikantor polisi "
" oke gue otewe "
Telpon terputus, panji menyandarkan punggungnya didinding polsek. ia berpikir keras dimanakan keberadaan yuna saat ini. namun ia tak pernah terpikir sekali pun.
panji, masih tak bergerak dari tempat semula dengan pikiran yang kacaw dan entah. panji bersandar didinding, dan ghani duduk dilantai dikantor polisi dengan wajah putus asa. dan entah kemana kaki akan melangkah.
" panji "
suara seseorang yang tengah memenggilnya, membangunnya lamunan panji.
" ka ... yuna hilang "
" yuna hilang gimana, coba sekarang kalian jelaskan gimana kronologinya, ucap sandi sambil melihat panji dan ghani bergantian.
sedang panji, hanya diam saja sambil menekan matanya yang sudah memerah. panji menjambak rambutnya sendiri, dengan kedua tangannya.
ia yang begitu frustasi dengan kondisi yuna sekarang,
" yuna hilang ka, gue nggak bisa jagain dia dengan ucapnya yang tertahan karena menahan tangis.
sandi, menepuk nepuk dan mengusap bahu panji. memberi kekuatan pada adik tercintanya.
" hey, sudah jangan nangis, lo nangis sekarang nggak akan menyelesaikan masalah. ucap sandi yang kesel sama panji yang cengeng
panji geleng kepala, ia takut yuna dilukai oleh pria pria jahat itu.
" gue takut ka, takut yuna kenapa kenapa.
" gue, nggak akan pernah siap melihat orang yang gue sayang terluka.
" iya, tapi lo begini nggak akan menyelesaikan masalah.
" lo, nggak ngerasain apa yang gue rasain anjing. ucap panji.
" sekarang, kita cari keberadaan yuna. lo jangan cengeng gini, geli gue liatnya. masa cowo mewek sih. ucap panji geram karena liat adiknya nangis.
" sekarang kita pulang, minta tolong papa buat ngerahin orang orangnya papa buat mgelacak keberadaan yuna.
" yuna disimpen dilubang buaya pun lo pasti kejarkan gue yakin. ucap sandi ngejek adeknya.
__ADS_1
panji mengelap air mata dan ingusnya, " gue khawatir banget ka.
Astaga.....sandi geli banget campur kesel liag kelakuan adeknya, yang doyannya bolos sekolah sama tawuran, tapi giliran cewenya ilang mewek.
" ya ampun, adek gue halus sekali perasaannya, ujar sandi.
ghani pun yang sama sama tengah bingung memikirkan keberadaan yuna, tapi baru kali ini ia mengetahui sisi lain panji. yang manja kelewat batas sampe jiji gue liatnya, ghani membatin.
" padahal lo kalau lagi tawuran maco banget ji, sampai nggak pernah ada yang bisa ngalahin lo. nggak nyangka banget gue ucap ghani dengan wajah yang terheran haran.
" ih sumpah, gue nggak percaya ini panji. kalau gue nggak liat dengan mata kepala gue sendiri. ucap ghani sambil bergidik.
sandi yang melihat ghani terkekeh,
" lo tau, sangarnya aja ghani. tampang si nilai seratus terus tawuran seratus. giliran cewe dua aja gue ragu ejek sandi sambil nonjok lengan sandi.
" ayo, semangat apa perlu duel dulu sama gue biar lo semangat....
" dimana kejadiannya? kita pantau cctv yang ada didekat jalanan sekitar, seru sandi.
tring.... tring....tring....
ponsel berderinh begitu nyaringnya, cukup memekakan telinga, sedangka putri masih sibuk dengan perawatan wajahnya, iya baru saja menempelkan masker wajahnya yang instan.
lalu ia tepuk tepuk pipinya, saat baru ia memasang mentimun dimatanya ponselnya terdengar berdering, lalu ia berusaha menggapainya diatas nakas karena malas bangkit dari rebahannya.
bibirnya mencebik malas setelah melihat nama sipenelpon,
" yang, ktemuan yuk, kangen tau.
putri membuang napas kasarnya melalui mulut. bisa ia pastikan, bari saat ini sedang dalam posisi on, " aku hari ini agak sibuk barr, mau ngisi formulir sekalian bayar uang pendaftaran.
" kan bayarnya bisa besok atau bisa ditransfer aja kan.
" Aku udah janjian sama anak anak, sekalian mau liat kelas yang akan kita tempati.
" ya sudah aku tanya dulu ya sama anak anak jadi apa nggaknya.
" asiiik.... oke dech...
putri menyimpan ponselnya diatas nakas, dan meneruskan kembali ritualnya yang tadi sempat tertunda.
saat masih bersantai santai ponselnya kembali berdering nyaring sekali,
" cckk... ganggu saja gumamnya. " sambil menarik ponselnya kembali yang berada diatas nakas, cepat ia mengamati layarnya yang berkedip, kesal.
" cckkk.... dia lagi ganggu mulu kerjaannya ...
males banget angkat telpon dari ni orang kalau nggak kepikiran ini atmnya.
__ADS_1
akhirnya ia menggeser tombol warna hijau dilayar ponselnya.
" hallo barri, kan udah aku bilang aku nggak bisa aku sibuk.
" sayang, aku kangem banget please ucapnya memelas.
putri terkekeh kecil, " eh bukannya kamu masih sibuk ya. ?
" eh iya, hampir lupa. mau nanya. " gimana gadis yang kemarin bar?
terdengar tawa diseberang sana, tenang sayang dia aman, ada diapartemem aku.
hah... ? diapartemen? kenapa disana? matanya melotot saking terkejutnya.
" barri tertawa renyah, santai sayang kamu nggak akan tergantikan.
Biasa, ini teman seperjuangan aku minat pengen servis yang lebih hot katanya.
seminggu lagi ia akan kesini menjempunya, lalu membawanya ke luar negeri. nggak tau mau diapakan.
" lho, ko sampe dibawa keluar negeri segala sih bar? kalau keluarganya nyariin, terus lapor polisi gimana aku nggak mau terseret ya.
" tenang sayang aku udah tau tentang anak ini, anak ini nggak punya kerabat dijakarta, ia sebatang kara dijakarta ini.
" tapi bar, dia sepupunya panji. bagaimana kalau panji nyariin dan lapor polisi.
" kamu tenang saja semua aman, kamu nggak usah panik. kamu nggak akan terseret.
sejahat jahatnya putri, ia masih punya hati nurani. ia ngga sampa hati jika harus membuang jauh yuna dari keluarganya.
ia hanya berniat mengerjai yuna karena, ia takut rahasiannya akan terbongkar karena yuna tau rahasianya.
walau bagaimana pun ia masih polos dan belum pernah berbuat kriminal atau kekerasan seperti ini.
ia terduduk lemas ditepi tempat tidurnya. nggak bisa bayangi, kalau dia yang ada diposisi yuna. sekarang ia berharap tak ikut terserek dengan kasus yang bari buat.
" 'putri sayang ko diem aja sih.....
" eh iya barr....
" kamu tenang aja, rileks. kamu nggak akan terseret kamu akan aman.
" bar udah dulu ya, takut telat aku ke kampus dulu. bentar lagi teman aku jemput.
" cowok apa cewek? tanya bari yang tentu tak mau jika putri bermain dengan cowo lain.
" cewek ko bar, itu si seli aku hari ini mau ke kampus bareng dia.
" oh, ok, honey. ingat ya, kamu itu hanya punya aku, nggak boleh sama cowo lain.
__ADS_1
" iya, bar. ya udah, udah dulu ya. bay bay
putri memeutusan sambungan telponnya, dan menyimpan ponsel diatas nakas.