
Selesai sarapan pa hartawan menemui istrinya dikamar, semenjak hilangnya yuna bu rosa seperti kehilangan semangat hidup ia tak pernah keluar dari kamarnya, ia mengurung diri dikamar tak henti hentinya dia menangis.
ia merasa gagal menjaga yuna, karena yuna sudah dua kali mengalami penculikan. selama dalam pengasuhannya.
" mah, ko makanan cuma diliatin aja. dimakan dong mah. ucap pa hartawan
' oh ya mah, papah ditelpon pihak rumah sakit katanya pa karim minta ketemu sama papah.
tiba tiba bu rosa menoleh, " seperti pa karim mau bertanya nasalah yuna pah. ucap bu rosa.
" sepertinya begitu mah, papah juga bingung harus bilang apa sama pa karim. keluh pa hartawan.
' mamah mau ikut ke rumah sakit? tanya pa hartawan.
" tidak pah, mamah takut nggak bisa nahan perasaan. malah nanti jadi masalah baru.
' soal yuna gimana pa sudah ada kabar?
" belum mah, mamah terus berdoa ya biar yuna selamat dan cepat ditemukan kembali.
" iya pah.... sahut bu rosa sambil berurai air mata. jika sudah membicarakan masalah yuna, mamah rosa sudah pasti tak bisa menahan air matanya.
" ya sudah papah berangkat dulu, mamah jangan bersedih terus banyak berdoa ya. ucap pa hartawan.
bu rosa menciun punggung tangan suaminya, pa hartawan beranjak keluar kamar setelah berpamitan kepada istrinya.
*****
Sementara bari dan anak buahnya sudah berusaha menyusuri jalan mencari keberadaan yuna, namun hasilnya tetap nihil.
" bos semalem itu yang saya lihat anak itu tertabrak mobil, namun sayang saya nggak lihat dibawa kemana. mati atau hidup juga saya nggak tau. saya buru saja kabur karena takut mereka curiga ujar toli preman suruhan bari.
" Aaaaaargh.... brengsek, kalian suruh jagain anak bau kencur aja nggak becus, bentak bari kepada anak buahnya.
tring tring tring ....
" hallo.... gue sekarang udah dibandara sekarang lo dimana bro.... ucap seseorang disebrang sana.
" gue diprumahan A no 32.
" oke gue otewe sekarang.
setelah telpon terputus, ia meletakan ponsel diatas meja.
berdiri membuka pintu kamar, masuk kekamar menemui kekasihnya. nampak kekasihnya sedang menikmati makanan yang tadi pagi ia pesan.
" bar, gimana yuna?
" tidak ditemukan, tapi semalem anak buahku lihat yuna sepertinya tertabrak mobil. belum dikatahui selamat atau meninggal.
__ADS_1
" terus apa nggak bahaya jika ia lapor polisi, tanya putri.
" sebenarnya mau dia selamat atau mati pun akuasih berharap menemukannya. karena aku cuma butuh organnya saja. sayang sekali preman preman bodoh itu meninggalkan yuna saat tertabrak hingga kehilangan jejaknya.
" sial, memang ucap bari sambil melempar apapun yang ada didepannya.
putri yang melihat, bari marah ia bergidik ngeri,
" sebaiknya aku secepatnya pergi, ntaralah gue lagi yang organnya dijual. batin putri.
" bar, aku balik dulu ya. mau ke kampus juga hari ini ada jadwal tes penerimaan mahasisawa baru. ucap putri.
" oke honey, nanti aku hubungi lagi ya. ucap bari sambil memeluk putri dari belakang.
selesai menghabiskan sarapannya, putri langsung merapikan baju dan rambutnya. mengambil tas dan ponselnya lalu ia beranjak keluar.
bari yang melihat putri keluar dari kamar, menghampirinya.
" berangkat sekarang? tanya bari.
" ya nanti aku kesiangan, kalau ada waktu mau sekalian ke salon juga.
ucap putri sambil berjalan keluar, mangambil kunci mobilnya dari tas. membuka pintu mobil dan duduk dikursi kemudi.
" bar aku berangkat ya, pamit
" oke, hati hati honey. ucap bari sambil menatap kepergian putri.
*****
bugh.
ada seorang pria tak sengaja menabrak pa hartawan, hingga obat yang dibawa pria tersebut berhburan dilantai.
" pa maafkan saya! saya tak sengaja, ucap pa hartawan.
" nggak apa apa pa, justru saya yang nggak lihat lihat jalannya saking saya buru buru pa, jelasnya.
" seperti obatnya kotor, saya ganti yang baru ya pa, tawar pa hartawan.
" tidak pa, yang kotor hanya kemasannya saja.
" ini obat buat siapa pa? siapa yang sakit? tanya pa hartawan.
" se - sebenrnya yang sakit bukan siapa siapa saya, malahan saya nggak kenal sama sekali. cerita kemaren malam saya nabrak seorang anak perempuan, karena saya takut dilihat orang saya langsung bawa anak itu ke rumah sakit.
dan sampai sekarang anak itu masih belum sadarkan diri.
" saran saya, lebih baik bapa lapor polisi saja. mungkin ada orangtuanya yang sedang mencari.
__ADS_1
" ya ampun kenapa saya tidak kepikiran ya pa. makasih sarannya pa.
" sama sama, maaf pa saya mau jenguk kerabat saya dulu, permisi.
pa hartawan pun melanjutkan perjalannannya menuju ruang rawat pa karim.
setelah lama berjalan pintu ruang rawat pa karim pun telah nampak dan hartawan semakin menghampirinya.
"dengan ragu ia membuka gagang pintu dan mendorongnya. nampak pa karim sedang tak tetidur, bahkan ia langsung menatapku.
" selamat siang pa, bagaimana kabarnya hari ini tanya pa hartawan.
" kabar saya seperti yang anda lihat.
" maaf pa, saya baru kesini menjenguk bapa, saya masih sibuk. sedang ada masalah dikantor. ucap pa hartawan.
" apa itu masalah yuna anak saya.
" bu- bukan pa itu masalah kerjaan saya saja dikantor. ucap pa hartawan terbata bata.
" tolong pa, jangan ada yang disembunyikan dari saya, saya sebagai orang tua yuna bisa merasakan apa yang tengah dialami anak saya. ucap pa karim.
pa hartawan hanya tertunduk bingung apa yang harus ia katakan kepada bapanya yuna. apakah bapa yuna siap menerima kenyataan jika tau anak saat ini tengah diculik oleh preman preman itu.
" pa, nggak usah ditutup tutupi tentang kondisi yuna saat ini.
' sebab, setiap hari saya bermimpi jika yuna tengah dalam bahaya dan ia selalu memanggil saya dan minta tolong sama saya. .
" ya tuhan ternyata ikatan batin antara orang tua dan anak memanglah sangat kuat. bapanya yuna bisa merasakan jika saat ini anaknya kesayangannya sedang dalam bahaya. batin pa hartawan.
" baik pa, saya akan beritahu keadaan yuna. tapi saya mohon bapa bisa tenang dan mengatur emosi bapa ya. ucap pa hartawan.
" pirasat bapa mengenai yuna, benar adanya. jika yuna saat ini tengah dalam bahaya.
yuna diculik oleh seseorang, entah motif apa karena yang saya tau jika yuna itu tak memiliki musuh.
air mata pa karim pun jatuh tak terbendung, ia menangis sejadi jadinya.
tiba tiba saat tengaj menangis tersedu pa karim kejang kejang.
pa hartawan yang panik, langsung memencet bel darurat memanggil dokter.
tak lama dokter dan perawat datang.
" pasien kenapa pa? tanya dokter.
" nggak tau dok, setelah ia menangis tiba tiba kejang kejang.
" pa karim ada jantung, jadi diusahakan agar jangan menerima kabar yang membuatnya tertekan. ucap dokter.
__ADS_1
hallo reader tercinta maaf ya jika banyak salah penulisannya. maklum novel pertamaku.
mohon dukungannya ya like and coment. terimakasih