
Dirumah pa hartawan malam setelah kepulangan pa karim dari rumah sakit, mengadakan acara bakar bakar dihalaman belakang. untuk menyambut kepulangan pa karim yang sudah lama sekali berada dirumah sakit.
sahabat sahabat panji seperti ghani, alan dan elo sudah hadir sejak sore hari.
yuna mengundang sahabat dekatnya yaitu utari, karena semenjak yuna pindah sekolah dijakarta hanya utari yang dekat dengannya.
sebenarnya utari selalu enggan diajak pergi atau acara apapun, ia harus belajar untuk mengejar cita citanya.
terbukti walaupun orangtuanya tak mampu untuk melanjutkan pendidikannya, namun ia bisa masuk diuniversitas terbaik tentunya dengan kerja kerasnya untuk mendapatkan bea siswa.
'' ayo pa dimakan cuek saja sama anak anak, mereka memang begitu orangnya. ucap pa hartawan.
melihat panji dan kawan kawannya bercanda seperti anak PAUD
tiba tiba datang ka sandi dengan menggandeng perempuan cantik disampingnya.
'' mah, pah, kenalin ini jeni temen aku.
'' jeni silahkan duduk na, ayo ajak bu rosa.
'' kenalin juga ini bapanya yuna. ucap sandi. setelah menyalami semua jeni duduk disamping yuna.
'' hai ka. apa kabar?
'' baik na, kamu udah daftar kuliah? tanya jeni
'' loh masa hari gini baru nanya sih ka, udah semester berapa aku sekarang. ucap yuna.
'kaka nggak usah nervous gitu biasa aja, kami nggak makan daging manusia ko. ucap yuna
ghani yang mendengar perkataan yuna langsung menyela.
'' gila yuna bisa absurd bro sekarang. teriak ghani membuat panji dan yang lainnya melihay kearahnya.
'' ish....... ghani apaan sih lebay banget, ini juga yang ajarin kamu. ucap yuna mengerucutkan bibirnya.
'' ketularan lo lo pada pasti tunjuk sandi kepada panji dan kawannya.
'' jadi kita yang kena gue nggak terima. sahut alan sambil melahap abis sosisnya
membuat gang lain tertawa... melihat tingkat aneh anak abg....
sandi dan jeni mendekati para orang tua yang sedang berkumpul namun agak terpisah jauh.
'' mah, pah, dan pa karim, mohon maaf sebelum kami ikut bergabung ucap sandi sambil mengandeng tangan jeni.
lalu duduk diantara orang tua mereka,
'' sebetulnya ada yang ingin sandi sampaikan mah pah,
pa hartawan, bu rosa, serta pa karim diam memperhatikannya.
'' kami punya niatan untuk menikah pah, dan aku pengen sesegera mungkin melaksanakan niatan baik ini.
'' kira kira waktunya kapan? tanya pa hartawan.
'' lebih cepat lebih baik pah, niat baik harus disegerakan.
__ADS_1
'' oke kalau begitu apa satu bulan bisa tanya mamah rosa.
'' bis mah,
'' ya sudah kamu tenang saja mamah akan siapakan semuanya.
' kapan kira kira kami harus datang kepada orang tuamu nak, tanya mamah rosa.
'' aku sebatang kara mah, aku sudah tak punya keluarga. ucap jeni
'' ya ampun, bukannya kamu teman sandi saat di LA ya? tanya mamah rosa.
'' iya mah kami kenal saat kami sama sama masih kuliah, dan aku banyak bekerja paruh waktu untuk biaya hidup. karena untuk biaya kuliah aku mendapat beasiswa dari kampus.
'' ya ampun hidup kamu prihatin banget nak, tapi mamah bangga kamu bisa mandiri seperti ini.
'' jadi tante nggak masalah jika aku sebatang kara? tanya jeni.
'' kenapa kami harus mempermasalahkan, itu kan bagian dari takdir. siapa pun takan bisa mengatur sendiri takdirnya.
'' terima kasih tante aku terharu mendengarnya,
'' jangan panggil tante, mamah aja sama seperti sandi.
' oke besok kita mulai ke butik ya jen, sekalian sama yuna juga. senengnya mamah jadi punya dua putri. ucapnya sumringah.
'' ko nama aku disebut sebut, ada ka tanya yuna penasaran.
yang langsung bertanya ketika mendengar namanya disebut dalam obrolan orangtuanya.
'' kaka ih, aku nggak salah denger ya. aku yakin tadi mamah bilang nama yuna disebut.
'' ge er itu namanya. ucap sandi.
'' kaka sekarang jahat sama aku.... yuna merajuk.
melihat putrinya merajuk pada orangtua angkatnya hati pa karim menghangat, bahagia melihat putrinya diterima dan dicintai keluarga barunya.
tanpa ia sadar air matanya menetes, karena terharu. yuna sekilas melihat bapanya menangis, segera ia hampiri pa karim.
'' pa, kenapa ko bapa nangis? tanya yuna seraya duduk disamping pa karim.
yuna memeluk lengan sang ayah, menyandarkan kepalanya dibahu sang ayah.
'' apa bapa kangen sama ibu? tanya yuna.
'' pa karim geleng kepala, bukan ini tangis bahagia bapa.
yuna bangun mengangkat kepalanya, menatap heran ayahnya. '' tangis bahagia bagaimana pa?
pa karim tersenyum, mengelus rambut yuna yang panjang dan sedikit kriting, membuat anaknya semakin terlihat cantik.
'' nak, bapa bersyukur sekali, kamu berada ditengah keluarga yang baik. yang menerima dan menyayangi kamu dengan tulus.
yuna mengangguk setuju pernyataan ayahnya.
'' bapa benar aku beruntung.
__ADS_1
' papah dan mamah, sangat menyayangiku sama seperti menyayangi kedua putranya.
'' na, jagungnya mateng.... teriak alan.
'' iya ... sahut yuna.
'' pa aku gabung sama temen temen ya,
'' iya ucap pa karim mengangguk pelan sambil tersenyum.
'' pa ayo dimakan, ajak pa hartawan.
'' iya pa sahut pa karim.
'' sepertinya akan ada pesta besar ni, ucap pa hartawan.
'' iya dong pah, kita kan usaha buat anak anak. sekarang mereka menikah mamah ingin memberikan yang terbaik untuk mereka.
mendengar ucapan dang mamah sandi ikut menimpali.
'' mah aku nggak mau pernikahan yang terlalu megah. aku mau sederhana saja namun berkesan.
'' iya mamah ngerti banget selera kamu, pokonya kamu tau beres saja.
'' iya, tapi aku nggak mau terlalu banyak undangan mah.
'' kalau soal itu kamu tulis saja siapa yang akan kamu undang.
'' pernikahan anak anak kita akan diadakan dihotel yang paling megah ucap mamah antusias.
'' mamah seneng sekali kaya bari dapet lotre. ucap pa hartawan.
'' mamah seneng banget diberi kesempatan untuk mengurus pernikahan putra putriku.
' inilah saat yang aku nanti nantikan saat.....
pa hartawan yang mendengar tersenyum mendengar kebahagiaan seluruh keluarganya.
duduk menghampiri pa karim yang sedari tadi duduk sendiri.
'' pa, maaf ya keluarga saya kalau becanda kaya gitu nggak ada filternya.
'' nggak apa pa, saya justru suka melihat keharmonisan keluarga bapa.
'' oh iya pa, kalau boleh saya tau. apa rencana bapa setelah ini ? tanya pa hartawan.
'' rencananya selanjutya sepertinya saya akan pulang kampung dan kembali kerja seperti dulu.
'' saya akan berkerja untuk mengumpulkan modal usaha, saya akan mulai berkebun saja pa untuk mengisi hari hari saya dimasa tua.
'' wah rencana yangnbagus tuh pa, saya pun berniat berkebun jika perusahaan sudah dipegang sepenuhnya oleh anak anak.
bersambung....
setelah membaca jangan lupa ritualnya ya reader, mohon yang sebesar besarnya agar para reade yang baik berkenan memberikan dukungan untuk novel saya.
untuk yang berkenan memberikan like, komen vote dan hadiahnya. semoga dibalas oleh tuhan yang maha kuasa
__ADS_1