Putih Abu Abu

Putih Abu Abu
Part 56


__ADS_3

Melihat pria yang tengah tertidur diranjang dengan bertelanjang dada dan tidur membelakangi, membuat putri bertanya tanya siapakah yang tengah tertidur diranjang. dikamar yang biasa ditempati jeni.


tak lama pria itu terbangun dan meregangkan otot ototnya yang mungkin kaku setelah tidur semalaman. nampak ototnya begitu sexy badannya atletis dengan aura macho yang menyihir penglihatan putri.


'' lo kenapa, terpesona lo sama gue?


' ucap sandi yang melihat putri tengah melongo dengan tatap kagum dan mulut menganga.


'' hei hei... tutup mulut lo ucap sandi yang menyadarkan putri yang tengah terpesona padanya.


'' hah apa?.... eh rupanya lo yang tidur dikamarnya jeni?


' lo apain dia?


sandi terkekeh sambil geleng kepala, terasa lucu buatnya. ia beranjak kekamar mandi membiarkan putri dengan segala kepenasarannya.


' his,,, ganteng ganteng brengsek, kemana sijeni sih. '' apa dia sudah kabur? lalu kenapa nggak ngajakin gue.


Aaargh sialan....


putri berlari keluar kamar, mencari keberadaan jane diluar kamarnya. tapi masih tak menemukannya.


'' kemana jane sebenarnya?


ketika sedang dilanda kebingungan atas hilangnya jane, ia pun terpikir untuk melarikan diri dari apartemen sandi.


sambil melongok kanan, kiri, depan belakang setelah dirasa aman ia mulai menuju pintu keluar. menarik gagang pintunya.


Aaaargh..... sial pake dikunci segala sih.


brengsek, beraninya sama cewe doang sialan emang.


'' kenapa lo mau keluar?


ujar sandi sambil bersedakap di pintu kamar sambil memandang kearah putri.


'' lo mau kluar dari sini, mau bebas! jangan mimpi. ucap sandi sambil menghempaskan tubuhnya disofa.


'' lo kenapa nyekap gue sih? marah putri


'' masih nggak sadar juga!


'' gue nggak culik yuna gue nggak pernah nyakitin dia lagian buat apa juga gue nyulik yuna.


'' yakin lo nggak nyulik yuna.


'' gue harus bilang apa lagi sih? biar lo yakin kalau hilangnya yuna itu nggak ada hubungannya sama gue.


ha ha ha.... sandi tertawa terbahak.... '' lo cocok ya jadi artis, pinter banget akting. ucap sandi.

__ADS_1


putri menghempaskan tubuhnya ke sofa '' ya sudah, terserah lo mau percaya apa nggak, gua udah coba berkata jujur.


'' lo tau jane kemana? tanya putri.


sandi mengerdikan bahunya sebagai tanda ia tak tahu.


'' lo buat apa lagi sih masih nyekap gue?


udah jelas yuna bukan gue yang culik ko.


'' ya sudah, lo pikirkan kembali apa lo yang akan berkata jujur atau gue yang kasih tau kebusukan lo.


mungkin jika lo berkata jujur gua akan segera membebaskan lo.


ucap sandi sambil menyambar jaket dan kunci mobilnya.


segera membuka kunci pintu lalu membukanya setelah keluar ia menutup dan mengunci kembali pintunya.


putri yang melihat sandi membuka pintu ia berlari menuju pintu untuk menorobos keluar, namun sayang ia gagal.


'' woy buka woy .... sialan teriak kesal putri sambil menendang nendang pintunya.


Sandi yang mendengar samar teriakan putri ia tersenyum sambil berlalu. ia akan kekantor karena papah hartawan juga sedang sibuk menemani pa karim terapi hari ini.


sandi akan menghandel semua pekerjaan papahnya. sandi sudah mendapat kabar dari mamahnya jika yuna sudah sadarkan diri. hingga yang tadinya ia akan membulli putri habis habisan pun ia urungkan niatnya, kardna mendengar kabar bahagia dari mamahnya.


Panji pun telah mendapat kabar jika yuna sudah kembali sadar, ia bergegas bersiap siap untuk pergi kerumah sakit. walaupun ia baru tidur beberapa jam namun rasa kantunya telah hilang setelah mendapat kabar jika yuna sudah siuman.


mbo atun yang melihat tuannya tergesa gesa ia pun ingin sekali bertanya. lalu ia manghampiri panji.


'' den ko seperti buru buru banget mau kemana sih?


'' mau ke rumah sakit mbo.


'' loh bukannya baru pulang dari rumah sakit, lah ko ke rumah sakit lagi. memangnya ada yang darurat den.


'' iya darurat bi, rindu yang tak tertahankan, jawab asal panji.


'' rindu yang tak tertahakan, ujar simbo atun membeo. '' memangnya ada toh penyakit rindu tak tertahankan.? tanyanya.


'' ya adalah mbo, urusan anak muda itu mah, ucap sandi sbil mengikat tali sepatunya. .


'' den nggak makan dulu? biar simbo buatkan dulu.


'' nggak usah mbo, makan dijalan aja. aku nggak kuat pengen ktemu yuna.


'' jadi maksudnya rindu tak tertahankan itu yuna toh, oalah bilang dong den.


'' yey simbo aja yang lemot.

__ADS_1


'' maklum den sudah tua.


'' jadi non yuna sudah sadarkan diri den, simbo titip salam ya den. tolong bilang simbo kangen semoga cepat sembuh.


selesai memakai sepatu ia bergegas ke pintu samping menuju motor gedenya.


'' mbo, aku berangkat dulu ya.


'' iya, salamin buat non yuna ya den.


'' siap.ujar panji.


lalu ia mengklakson simbo. sebagai tanda pamitnya. wushhhh..... ia pun menjalankan motornya diatas kecepatan rata rata. jalanan yang agak sepi karena sudah lewat jam makan siang. hingga tak butuh lama panji sudah sampai diparkiran rumah sakit.


panji menstandarkan motornya membuka helm lalu berjalan masuk menyusuri lorong rumah sakit.


tiba didepan ruang rawat yuna jantung panji berdegup kencang, ia meraba dadanya


'' ada apa dengan jantung gue, apa gue sakit jantung diusia muda. batinnya. sambil melepaskan tangannya dari dada.


ceklek .... panji membuka pintu, nampak papah yang sedang berdiri disampinh ranjang yuna dan mamah yang sedang menyuapi yuna dengan bubur.


semua menoleh kearahku, aku menghampiri yuna lalu menggenggam tangannya.


'' na, sambil menggenggam tangannya. akhirnya kamu kembali ucapku sambil menahan tangis. maafkan aku yang tak bisa menjagamu.


yuna geleng kepala, bukan salahmu mungkin memang takdirku saja yang hrarus begitu.


tapi aku benar benar telah membawa banyak penderitaan buatmu. aku telah membuatmu diculik dan dibulli oleh putri.


dan lebih parahnya lagi aku yang memnuebabkanmu kehilangan ibu kandungmu na.


brakkkkk.....


pintu terbuka dengan sangat kencang, nampak seseorang yang berada diambang pintu tengah mendengar percakapannya.


'' pa karim '' teriak bu rosa dan pa hartawan


'' bapa '' lirih yuna....


dengan wajah marah dan air mata yang terus mengalir pa karim melajukan kursi rodanya kedalam ruang rawat yuna dengan penuh amarah.


pa hartawan yang tanggap situasi, ia langsung menghampiri pa karim dan akan membantu mendorong kursi roda pa karim, namu ditepis oleh pa karim.


'' pa kita bisa bicara baik baik, dengan kepala dingin. ucap pa hartawan.


namun pa karim tak bergeming ia terus memutar kursi rodanya dengan tatapan membunuh kepada panji.


bersambung

__ADS_1


hallo reader tersayang, maaf ya kalau banyak tipo lagi ngantuk berat semalem habis begadang anak sakit.


jangan lupa dukungannya buat yuna dan panji ya, mohon keikhlasan hati reader tersayang untuk like dan vote nya. semoga buat yang udah ngasih like dan vote nya buat yuna dan panji dibalas oleh yang maha kuasa amin...


__ADS_2