
Sebelum baca jangan lupa dukungannya ya reader, like, komen, vote dan hadiahnya buat novel pertama aku....
sekaligus aku juga mau promo novel aku yang kedua, jangan lupa dibaca ya ceritanya seru banget lo.
ada peribahasa yang mengatakan tak kenal maka tak sayang, jika nggak baca mana bisa tau keseruan cerita novel aku he nggak nyambung ya.... 😜maaf ya nggak nyambung.
jangan lupa ya dibaca juga,
disepanjang pesta senyum sandi dan jeni tak lepas dari bibir mereka, mereka terlihat sangat serasi dengan pakaian yang mereka kenakan.
berdiri sambil menyalami tamu tamu yang mengucapkan selamat,
'' selamat ya ka jeni, '' tiba tiba, suara yang seperti familiar sekali. jeni melihat keasal suara. ternyata putri dan bari ia bergandengan.
' hah, bukannya mereka harusnya dipenjara sekarang. batin jeni.
putri dan bari menghampiri sang mepelay, selain jeni sandi pun sama terkejutnya. namun sandi biasa saja.
'' hallo mempelay yang sangat ganteng dan cantik ini, selamat atas pernikahan kalian.
' maafkan kami yang tak membawa bingkisan, nanti biar bingkisannya kami kirim ke alamat. ucap bari.
'' oh tidak apa apa bapa, ibu tidak perlu merepotkan saya berterima kasih kehadiran dipesta pernikahan kami. walau sebenarnya kami tak pernah mengirim undangan ke penjara. tapi bapa dan ibu berkenan hadir ke pesta pernikahan kami. sahut sandi.
bari mengeraskan rahangnya, mendengar perkataan sandi.
'' tentu tidak merepotkan, mungkin ini akan jadi hadiah terakhir untuk anda. ucap bari sambil menarik tangan putri mengajak putri pergi dari hadapan sandi..
melihat putri dan bari pergi jeni mendekatkan bibirnya ke telinga sandi.
'' bukannya ia dituntut dengan pasal yang nggak main main, tanya jeni.
'' seharusnya begitu, bahkan aku nggak pernah mencabut tuntutanku terhadap putri.
ucap bari sambil merogoh ponselnya disaku celana,
✉ cari tau kenapa putri sama sibari bisa bebas begitu aja. send andi
bari kirim pesan ke asisten pribadinya,
✉ baik pa.balasan dari andi asistennya, sandi kembali memasukan kembali ponselnya kedalam saku celana. dengan wajah yang muram.
ia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan yuna, dilihatnya yuna sedang duduk sendiri.
ia merogoh kembali ponselnya, disaku celana mencari kontak panji.
tut tut tut panggilan tersambung...
'' hallo, ..... sahut panji. apaan sih gue ada didalem lo liat gue kann.
'' gue juga liat lo, tapi yuna jangan dibiarkan sendiri bahaya. putri dan bari sudah bebas dari penjara barusan menghampiri gue. lo tempel terus yuna bahaya.
__ADS_1
'' itu sicurut nggak bisa banget liat orang bahagia. sahut panji sambil mematikan ponselnya.
mengedarkan pandangannya mencari ayuna.
panji syok karena tak melihat yuna dimeja yang sedari tadi yuna dudukin.
'' loh kemana dia, ujar panji sambil terus mengedarkan pandangannya. terlihat sandi sedang menghampirinya.
'' yuna mana? tanya sandi.
'' yang terakhir gue liat dia duduk disini, sahut panji.
'' sial, cari.... panik sandi.
sandi menelpon anak buahnya mencari keberadaan yuna. sandi mencoba menghubungi ponsel yuna.
tut tut tut...... panggilan tersambung.
tring tring tring.... ada suara ponsel dibawah meja diatas kursi tamu.
sandi mencoba mencari asal suara. ternyata berasal dari bawah meja, ia mengambilnya ternyata ponsel yuna. sandi semakin khawatir dengan adik perempuannya.
dilihat papah dan mamah rosa sedang menjamu tamu tamunya,
Panji berjalan cepat dan mengedarkan pandangannya mencari keberadaan yuna.
namun tak ada sosok yuna dimana pun, hingga akhirnya ia memutuskan kebelakang.
'' apa mungkin yuna ke toilet, batinnya.
akhirnya panji nerobos masuk, tanpa menghiraukan bangak orang yang terganggu.
membuka satu per satu toilet, baru dua pintu yang dibuka terlihat yuna kluar dari pintu yang paling pojok.
panji menghampiri, '' kamu kemana aja, '' bikin cemas saja ? tanya panji.
'' hah cemas kenapa aku hanya ke toilet masa aku harus minta anter kamu. tegas yuna.
'' iya harus, karena kamu dalam bahaya. ucap panji.
' bahaya bagaimana sih? ada ada aja kamu.
ini bukan difilm action ya, dimana penjahat akan mencari targetnya ditoilet. kesal yuna
panji menarik tangan yuna, hingga yuna berbalik menghadapnya.
'' bari dan putri sudah bebas, mereka tadi datng ke pesta ini. kami khawatir ia semakin mengincarmu. kami khawatir dengN keselamatanmu. ucap panji tegas.
'' hah kenapa bisa bebas. ucap yuna terkejut.
'' itu artinya bari bukan orang biasa, makanya ia bisa bebas dalam jeratan hukum itu.
'' benar apa yang panji katakan, ucap sandi yang tiba tiba saja berbicara.
__ADS_1
'' kaka, ucap yuna
'' mulai sekarang kamu dikawal oleh body guard kemana pun kamu pergi. ucap sandi.
yuna tak bisa membantah, ia hanya bisa menurut karena tentunya ini demi kebaikannya.
setelahnya mereka kembali kedalam pesta, yuna kembali duduk dimeja tentunya dengan pengawasan beberapa body guard yang terus mengawasi yuna. .
pa hartawan yang melihat kearah yuna yang saat ini tengaj dikawal beberap Body guard, ia merasa heran.
'' ada apa dengan yuna, kenapa ia harus dikawal beberapa body guard? batinnya
ia berjalan menghampiri panji.
'' pah '' panggil bu rosa, karena merasa suaminya tiba tiba saja pergi.
'' mau kemana pah? kita kan sedang mejamu para tamu? tanya mamah rosa
" mamah bisakan mejamu tamunya sendiri dulu, sepertinya ada masalah. papah akan cari tau dulu.
bu rosa mengangguk, ia tau pasti jika suaminya sudah seperti itu berarti ada masalah yang sungguh pelik.
" baik pah, mamah akan menjamu biar tak ada kegaduhan.
tanpa kata pa hartawan mencari sandi, tampak sandi pun sedang menjamu tamu tamunya.
pa hartawan menghampiri berbisil ditelinga sandi. dan berlalu dari sana. pergi ke belakang.
sandi yang mengerti ia mengikuti sang papah tanpa membuat orang curiga.
" ada apa pah? tanya sandi.
" yuna kenapa dikawal? pa hartawan tau pasti orang orang yang mengawal yuna bukan orang sembarangan.
" bari dan putri sudah bebas pah, bahkan ia bisa datang ke pesta pernikahanku. padahal tak memiliki akses masuk.
" tapi ia bisa masuk. jelas sandi.
" kenapa mereka bisa bebas, bukankah laporan belum kamu cabut? tanya pa hartawan.
" itulah yang membuat aku heran, kalau seperti itu berarti bari bukan orang biasa, ucap pa hartawan.
" aku sedang selidiki pah, siapa dibalik mereka.
ujar sandi.
" kamu benar yuna dalam bahaya, papah rasa bukan hanya yuna tapi mamah dan adikmu pun pasti jadi incaran mereka. sahut pa hartawan.
" udah aku siapkan mereka pah.
" sedikit saja mereka berani nyaentuh keluarga kita mereka akan Tau akibatnya. ucap sandi geram.
bersambung....
__ADS_1
terima kasih reader tercinta, jangan lupa dukungannya ya buat novel baru aku.
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya buat novel aku ya, terima kasih.