Putih Abu Abu

Putih Abu Abu
Part 51


__ADS_3

'' gue kira lo udah tobat, taunya hanya libur aja ya.


" nggak beneran gue udah ko, itu mantan pacar ade gue.


'' wah gile lo, mantan pacar ade lo sendiri diembat.


'' ish.... otak lo ya negatip mulu ke gue.


'' ini cewe mantan ade gue, dia ini juga yang mau nyelakain ade gue yuna, yang sempat diculik itu, nah doi ini dalangnya. ucapnya pajang kali lebar menjelaskan kepada jeni temannya agar tak salah paham.


'' gile cewe cantik gini otaknya kriminal ya. ucap jeni sambil geleng geleng kepala.


'' makanya lo jangan asal nuduh aja lo, gue juga nggak doyan ma cewe murahan gini.


'' eh ko tumben, ... ucap jeni sambil menyentuh kening sandi..... sambil terkekeh.


'' sialan emang lo.


gue mau minta tolong sama lo.


'' apa? ucap jeni sambil menyelipkan roko dibibirnya.


'' inikan hotel gue mau pindahin doi ke apartemen aja kayanya....


'' maksud lo, lo mau gue yang angkat dia gitu.


dimana otak lo.


'' kaga, gue minta bantuan lo buat nanganin dia secara kan dia cewe mungkin akan lebih terbuka sama lo.


'' yang eksekusi pindahnya dia tenang ada orang orang gue.


'' gaes ayo angkat, ucap sandi.


lalu muncullah alan elo dan ghani, dengan wajah lesu.


" ko baru kliatan sih. lo sembunyiin dimana tuh curut.


" dikandangnya jawab asandi sekenanya.


setelah perdebatan panjang, antara jeni dan sandi. alan elo dan ghani pun akhirnya mengangkat tubuh putri menggunakan kursi roda lalu dibawa ke lobi.


sandi dan jeni sudah berada didalamnya selesai putri masuk kedalam mobil sandi.


alan elo dan ghani pun mengikuti sandi ke apartemen menggunakan motor mereka masing masing.


gile juga abangnya si panji, cuma eksekusi ja lama banget ucap ghani tersungut sungut.


*


dirumah sakit, diruangan rawat yuna ada yuna beserta mamah rosa. mamah rosa dan panji selalu setia berada disamping yuna selama yuna sakit.


sedangkan pa karim bapa yuna sudah kembali ke ruang rawatnya karena masih harus menjalani pemulihan dan pengobatan paska koma panjangnya.

__ADS_1


selain itu pa hartawan juga sudah mengatur jadwal terapi untuk kaki pa karim. agar secepatnya pa karim bisa berjalan dan beraktivitas seperti biasanya.


diruang rawat yuna, panji tengah duduj disamping ranjang rumah sakit yuna. sambil memainkan ponselnya. melihat lihat galeri foto


yang tentunya melihat lihat foto yuna dengan berbagai macam pose yang panji curi ketika yuna disekolah.


kamu itu manis cantik sekali na, ucap panji. setelah puas memandangi foto yuna, panji memutar melihat yuna yang tengah tak sadarkan diri. dengan selanh oksigen yang masuk ke hidungnya dan jarum infus yang menancap di tangan kirinya.


melihat pemandangan seperti itu air mata panji sudah tak dapat ditahan lagi agar tak tumpah, air matanya jatuh juga.


panji mengambil tangan kanan yuna menggenggam dan menciumnya.


na, ayo bangun. ..


kenapa kamu tidurnya lama sekali, aku, mamah, papah, dan ka sandi kangem sekali sama kamu.


bahkan bapamu pun rindu sekali sama kamu ia sangat sedih melihatmu yang tak mau membuka matanya.


ucapnya sambil mencium tangan kanan yuna yang ia genggam.


panji meletakakan kepalanya disamping tangan yuna, rasanya sudah banyak sekali air mataku yang tumpah na, tapi kamu tak kunjung sadarkan diri.


tangan kanan panji yang menggenggam tangan yuna, merasakan jika jari jari mulai bergerak sedikit. panji yang merasakan itu langsung terhentak dan berdiri meyakinkan yang baru saja ia rasakan.


na kamu bangun na, lalu panji menekan tombol darurat yang ada disamping untuk memanggil dokter.


sambil terus menggenggam tangan yuna.


'' Apa '' yuna sadar ji? tanya bu rosa terkejut bahagia, dan langsung menghampiri yuna diranjang.


'' kau sudah panggil dokter ji? tanya mamah


'' sudah mah, tapi belum kesini. .


dengar harap harap cemas dan terus berdoa bu rosa menghmpiri panji dan yuna.


rombongan dokter dan perawat pun datang dan langsung memeriksa.


'' ada ini bu? tanya dokter.


'' itu dok tadi jari jari tangan yuna bergerak. ujar panji.


'' oke baik, saya akan periksa. tapi tolong bapa ibu tunggu diluar dulu.


panji dan bu rosa meminggalkan ruang rawat yuna menunggu diluar.


loh ada apa? kenapa mamah dan panji di diluar tanya papah khawatir dengan kondisia yuna.


'' itu pah didalam ada dokter sedang memeriksa yuna. tadi yuna ada respon menggerakan jari jarinya.


makanya sekarang dokter sedang memeriksanya.


pa hartawan pun lega mendengar jika yuna sudah mulai merespon iti tandanya yuna tak lama lagi akan mulai sadar.

__ADS_1


tak lama dokter pun keluar, pa hartawan, bu rosa dan panji serempak berdiri menghampiri dokter.


pa hartawan lebih dulu bertanya.


'' dok bagai mana dengan kondisi putri saya yuna?


'' itu sebuah kemajuan yang sangat bagus, mungkin itu sebagai rezpon karena ia diajak berkomunikasi.


memang sebaiknya yuna terus diajak berkomikasi, itu akan lebih bagus untuk kesadarannya.


karena yuna sebenarnya sudah melewati masa kritinya dan kondisinya sekarang memang sudah stabil.


tapi entah kenapa sepertinya ia masih enggan untuk bangun dan membuka matanya, jika memang lebih baik jika diajak terus berkomunikasi. ucap dokter panjang lebar.


oh begitu ya dok, ucap papah.


' ya sudah saya pamit memeriksa pasien yang lain pamit dokter.


' iya silahkan ucap pa hartawan.


lalu mamah rosa pa hartawan dan panji kembali masuk ke ruang rawat yuna.


pa hartawan menghampiri ranjang yuna. lalu membelai rambut yuna.


'' yuna sayang cepay bangu nak, kami semua rindu canda tawamu. ucap papah terhenti karena tertahan oleh sesaknya dada.


pa hartawan begitu prihatin atas cobaan hidup yang menimpa yuna, cobaan yang yuna hadapi seolah tak henti hentinya. namun ia tak pernah terlihat murung atau pun menangis yuna selalu ceria hingga tak ada orang yang jika cobaan yang ia hadapi sangatlah berat.


'' yuna putri papah yang paling kuat bangun sayang semua orang disini menunggu kamu bangun, menanti senyum ceriamu.


mamah dan panji yang mendengar itu begitu terharu hingga tak kuasa lagi menahan air matanya.


tok tok tok ....


assalamualaikum.... ucap sandi, ghani, elo dan alan serempak.


yuna kenapa pah? tanya sandi karena melihat papah, mamah, dan panji menangis.


waalaikumsalam.


yuna tadi sempat gerakkan tangannya san.


oh berarti ada kemajuan ya pah dengan kondisi yuna?


alhamdulillah... ucap sandi ghani, alan dan elo bersamaan.


mereka sama sama prihatin dengan kondisi yuna,


'' semoga yuna bisa cepat sadar ya om tante ucap elo. mendoakan.


amin.... sahut mereka serempak.


salam sayang untuk reader reader tercinta jangan lupa like dan vote nya untuk panji dan yuna.

__ADS_1


__ADS_2