Putih Abu Abu

Putih Abu Abu
Part 73. Putri siuman


__ADS_3

Seperti biasa ya reader sebelum membaca jangan lupa dukungannya buat novel aku.


Cup.... panji mencium kening yuna dan pergi,


sambil mengulum senyum tanpa menoleh kembali.


meninggalkan yuna yang tengah syok.


jantung berdegup kencang seolah baru saja lari maraton, yuna memukul mukul dadanya karena jantungnya berdebar kencang sekali.


'' huh.... untung saja dia buru buru keluar, kalau tidak aku bisa mati jantungan disini. lirih yuna


sambil meluruskan badannya menarik selimut hingga menutupi kepalanya, panji yang mengintip tingkah yuna dibalik pintu terkikik geli melihat tingkahnya saat ia kerjai.


'' heh.... lo ngapain ngintip ngintip kamar yuna, bintitan tau rasa lo. ledek ghani


'' ah bilang aja lo iri, jiwa jomlo lo pasti meronta ronta melihat kemesraan gue sama yuna.


'' ngaku lo. ucap panji


'' kalau lo tau gue jomlo, ya tolonglah hargai kejomloan gue. nggak usahlah lo bermesraan depan gue.


'' lo cariin ke yang cantik buat gue, sepupu atau siapalah temen lo. ucap ghani melas.


melihat muka melas ghani bikin panji ketawa ngakak, '' ya ampun ghan, miris amat nasib lo sampe minta gue cariin cewe.


'' sebenarnya gue bisa aja nyari sendiri, gue sebel aja sama lo yang so kecakepan. padahal semua orang juga tau cakepan gue kemana2.


panji dan ghani bercanda sambil menunggu yuna diluar.


* * *


Dirumah sakit ditempat lain, seorang wanita mendekap erat tangan anaknya yang masih belum sadarkan diri akibat pendarahan.


'' sadarlah nak, ucap bu dina sambil menangis tersedu. dan menelungkupkan wajah disamping tubuh putrinya menggenggam erat tangannya.


bahu bu dina bergetar karena tangisnya,


namu tiba tiba ia merasakan tangan putri bergerak.


bu dina mengangkat tubuhnya, melihat jemari anaknya yang mulai bergerak. berdiri menekan tombol daruray memanggil dokter.


dokter dan susuter berdatangan untuk memeriksa kondisi putri terkini,


bu dina tak keluar dari IGD ia tetap berada diruangan itu melihat anaknya diperiksa oleh dokter.


setelah terlihat dokter selesai memeriksa putri, ia kembali bertanya.


'' bagaimana kondisi anak saya dok? tanya bu dina.


'' kondisi anak ibu baik, mungkin sebentar lagi ia akan segera siuman. beritahu dokter


'' benarkan begitu dok? ucap bu dina bahagia mendengar anaknya akan segera siuman.


'' put, bangun sayang mamah disini, kamu jangan pergi lagi nak?


'' mamah '

__ADS_1


bu dina melihat kearah putri yang sudah membuka matanya, ia tersenyum menatap wajah sayu anaknya.


terlihat gurat kesedihan yang mendalam dari wajah anaknya,


'' bagaimana sekarang mana yang sakit nak? tanya bu dina. dengan berurai air mata tak tega melihat anaknya yang selalu cantik namun hari ini anaknya begitu kacau.


'' mah, aku boleh minta sesuatu? tanya putri.


'' boleh sayang apapun yang kamu minta jika mamah sanggup akan mamah kasih.


'' mak aku nggak mau dipenjara.? lirih yuna dwngan bergetar.


'' iya sayang, mamah akan usahakan yang terbaik untuk kamu.


'' tapi sebenarnya ada masalah apa, antara kamu dan yuna. hingga kamu berbuat nekat seperti itu?


'' satu lagi, kamu hamil anak siapa sayang. tolong kamu ceritakan semua sama mamah jangan ada yang dirahasiakan lagi.


mamah merasa bodoh sekali nak, hingga tak tau anak sendiri semenderita ini. mamah nggak tahan melihatmu begini.


hiks hiks hiks...


putri menangis tersedu, '' maafkan aku mah, udah nggak jujur.


'' kamu hamil anak siapa put? mamah punya anak cuma satu satunya tapi kamu, kenapa seperti ini.


mamah bekerja keras siang malam, banting tulang demi membahagiakan kamu. demi mencukupi kebutuhanmu demi supaya kamu bisa hidup layak.


'' JAWAB PUTRI '' teriak bu dina


'' APA, kamu tau kan kalau bari itu udah memiliki anak dan istri. dan dia itu menantu dari sahabat mamah yang membantu usaha mamah.


'' putri turun dari ranjangnya menghampiri ibunya yang tengah berdiri dan menangis tersedu dijendela rumah sakit.


putri bersujud dikaki bu dina, '' mamah maafkan aku, aku khilaf lagian bukan putri yang mau bari yang terua terusan ngejar ngejar putri mah.


bari menjebak putri lalu setelah itu ia selalu menjadikan video hasil jebakannya itu sebagai alat untuk menekan aku mah.


aku selalu diancam hingga mau tak mau aku kembali melayani barri.


'' kenapa kamu tak jujur sama mamah. mungkin kalau kami jujur kejadiannya nggak akan seperti ini. kamu hamil dipenjara.


'' dengan yuna kamu ada masalah apa? tanya bu dina dengan tatapan nyalangnya.


'' yu-yuna memergoki aku tengah bercinta dengan bari, dan aku takut jika yuna akan mengatakannya sama panji, hingga aku khilaf dan mencoba untuk menculik yuna. agar yuna merasa takut.


'' dan aku minta tolong sama bari untuk menculik yuna.


'' Astaga putri..... seburuk buruknya mamah, mamah tak pernah menyakiti orang seperti itu nak.


'' kenapa kamu berubah jadi kriminal seperti ini.


bu dina berjalan berteriak didepan medengar penyataan yang begitu mencengangkan dari putrinya.


ingin rasanya dia menjambak dan menampar putrinya itu, jika tidak melihat kondisinya saat ini.


'' putri, kamu ingin bebas dari penjara?

__ADS_1


tanya bu dina dengan tatapan yang nanar.


putri menganggukan kepala, '' i-iya mah aku ingin bebas aku ingin memperbaiki semuanya. dan-


dan aku mau berubah mah. lirih putri


'' benar kamu ingin berubah? tanya bu dina meyakinkan keputusan anaknya..


' yakin mah.


'' kamu harus minta maaf sama yuna dan tante rosa.


putri terkejut mendengar perkataan ibunya.


'' ta- tapi mah.


'' kenapa kamu tidak mau minta maaf. potong bu dina.


'' bukan nggak mau minta maaf mah, tapi apa mungkin yuna memaafkan kesalahanku yang begitu besar. ucap putri.


'' kalau tidak kamu coba, mana mungkin kamu tau.


putri menganggukan kepalanya, sebagai tanda ia setuju.


'' baiklah kalau begitu mamah akan telpon tante rosa sekarang memintanya kesini.


' kamu harus meminnta maaf dwngan sungguh sungguh supaya tante rosa memaafkan dan mencabut tuntutannya.


'' bagaimana kalau mereka nggak mau maafin aku mah.


'' mereka orang baik mamah yakin, mereka akan memafkan.


' tapi jika laporannya tidak dicabut juga kamu yang sabar ya put, kita cari jalan lain.


bu dina merogoh ponselnya didalam tas yang ia tenteng, mencari nomor rosa sahabatnya.


tut tut tut...... panggilan mulai tersambung.


'' hallo ... sahut bu rosa disebrang sana. .


'' halo ros, kamu lagi dimana?


'' lagi dirumah din, ada apa?


'' begini ros kalau kamu ada waktu kamu bisa nggak ke rumah sakit A, ada yang mau aku ceritain.


'' kenapa nggak dicafe aja?


'' aku lagi nungguin putri yang sedang dirawat dirumah sakit A.


'' loh, memangnya putri sakit apa ko sampe dirawat? tanya bu dina.


'' nanti aku cerita disini, kalau bisa kamu ajjak juga yuna sekaliannya.


'' tapi yuna juga sekarang sedang dirawat din?


bersambung

__ADS_1


__ADS_2