Putih Abu Abu

Putih Abu Abu
Part 90


__ADS_3

Sebelum membaca author selalu mengingatkan jangan lupa dukungannya buat panji dan yuna, dengan like, komen, vote dan hadiah untuk novel ini. terimakasih.


kuy kita mulai....


'' cari hingga ke lubang semut.... ujar pa hartawan dengan emosi yang membuncah.


'' semua sudah dikerahkan pah, kita nggak akan mengampuni siapa pun pelaku maupun otak dibalik semua ini. ucap sandi


'' dan satu lagi kita nggak perlu lagi melibatkan hukum, kita akan memberi pelajaran pada mereka dengan cara kita sendiri. geram pa hartawan.


melihat yuna yang sedari tadi hanya menunduk dan tak hentinya menangis pa hartawan menghampiri putri kecilnya itu.


mendekati yuna yang tengah duduk, mengusap kepala putrinya itu. " nak, papah tau kamu sangat terpukul dengan semua ini. tapi papah yakin mamah akan baik baik saja.


'' mamah itu kuat, kita berdoa ya biar mamah kembali ke tengah tengah kita tanpa kurang satu pun.


hiks ... hiks... hiks.... .


'' iya pah, aku sedih ketika mengingat saat malam kejadian, mamah memberi pesan serta wejangan sama aku dan panji seolah ia akan pergi jauh pah.


aku sampai syok ketika melihat mamah tertembak dihadapanku, aku takut pah! aku takut mamah akan ninggalin aku.


aku takut kehilangan ibu untuk yang kedua kalinya.


mendengar penuturan yuna, pa hartawan mengerti apa yang tengah dirasakan putrinya itu.


ia pun merasakan jika sikap sang istri akhir akhir ini memang nggak seperti biasanya. banyak perkataan yang seolah ia berpesan kapadanya.


'' papah ngerti perasaan kamu nak, papah pun tak ingin kehilangan mamah tapi papah selalu yakin jika mamah kamu itu kuat ia hebat ia pasti bisa melewati semua kesakitannya.


dan kembali kepada kita semua, pa hartawan sebenarnya ia merasakan rapuh yang teramat dalam. melihat istrinya bersimbah darah dan tak sadarkan diri itu bukan hal yang mudah baginya.


namun demi anak anaknya ia menahan semua sesak didada menahan semua rasa sakit yang mendera. melihat panji dan yuna yang begitu terpukul atas peristiwa ini.


ia berinisiatif untuk membawa mereka ke psikiater, mereka yang terguncang jiwanya, akibat melihat peristiwa penembakan sang bunda.


membuat mental dan jiwa yuna dan panji sama sama down, tak ada yang bisa saling menenangkan tapi hanya syok dan derita saja yang saat ni tengah mereka rasakan.


'' san, '' panggil papah


merasa ada yang memanggil sandi yang tengah termenung pun tersadar,

__ADS_1


'' ada apa pah, ? tanya sandi


'' sepertinya yuna dan panji butuh psykiater saat ini, mereka trauma dengan penembakan yang melukai mamahnya.


'' apalagi yuna yang pernah merasa kehilangan, seperti luka lama yang masih basah lalu disiram kembali dengan air garam.


lukanya pasti lebih perih dan menyakitkan dibanding saat kehilangan ibunya dulu.


'' iya papah benar, aku akan menemui bagian administrasi untuk membuat janji dengan psikiater,


ucap sandi sambil beranjak dari duduknya. meninggalkan sang ayah yang tengah duduk sendiri.


melihat kondisi keluarganya jeni sungguh sedih apalagi jika Melihat yuna dan panji yang sangat berduka dengan keadaan ini.


wajah saja karena merek begitu dekat dengan mamah terlebih yuna, yang memang anak kesayangan mamah. aku bisa melihat sayangnya mamah terhadap yuna melebihi apapun.


aku saja yang melihatnya tak menyangka jika yuna hanya anak angkat saja dikeluarga ini. melihat kedekatan mereka yang begitu intim.


jeni menghampiri yuna duduk disamping yuna mengelus kepala yuna, " na dari tadi kamu hanya diam saja disini kita duduk ditaman sama kaka mau?


" yuna tak merespon seperti tak mendengar, " na, yuna '' panggil jeni. membuat papah melihat ke arah jeni dan yuna.


'' na, ikut kaka yu, ajak jeni.


tak disangka yuna langsung berdiri dan berjalan walau dengan tatapan yang kosong dan air mata yang tak henti hentinya mengalir. .


'' pah, sepertinya yuna harus dirawat dulu pah. walau pemeriksaan akan besok dilakukan tapi setidaknya kita bisa mmberinya obat penenang.


" kamu benar jen, ucap papah kalau gitu papah akan pesan satu kamar lagi buat perawatan yuna. .


jeni pun menahan yuna yang akan berjalan dan mengajaknya duduk kembali.


datang dua orang perawat dan meminta aku mangajak yuna masuk keruang rawat, yuna pasrah saja dengan segala perlakuan perawat padanya. seperti sudah tak merasakan apa apa lagi.


tak lama setelah yuna diberi obat penenang yuna tertidur karena obat.


ya tuhan baru saja kami mereguk kebahagiaan, sudah terjadi kembali hal yang memilukan. bahkan kali ini banyak sekali yang menjadi korbannya.


* * *


sandi yang baru saja mengurus psykiater buat panji dan yun, sandi mendapat pesan dari orang suruhannya, aku memang yakin bahwa mereka yang mampu melakukan ini semua.

__ADS_1


ternyata benar saja, dengan begitu mereka sama saja menggAli kuburan mereka sendiri aku takan mengampuni siapa pun yang telah menyakiti keluargaku akan ku buat dia menderita. gumam sandi


ia berjalan menyusuri lorong rumah sakit, berniat menemui sang ayah sang tengah menunggui mamahnya. .


'' pah '' panggil panji.


" eh san.... papah tak menyadari kedatanganku karena tengah melamun. seluruh keluargaku tengah menderita akibat ulah manusia laknat itu. sandi mengepalkan tangannya hingga kuku kukunya terlihat putih.


'' gimana sudah ada kabar ? tanya papah hartawan.


'' sudah pah, sepertinya dugaan kita benar siapa pelaku semua ini. ujar sandi.


'' kurang ajar mereka berani main main sama hartawan ucap papah dengan lantangnya.


'' kamu bilang sama mereka, siapkan semua besok, kita akan menangkap otak dari peristiwa ini. .. kita buang saja otaknya biar ia tak bisa lagi berpikir, ujar papah hartawan.


'' aku setuju pah, kita buat perhitungan dengan mereka dengan cara kita sendiri.


'' panji kemana pah ? tanya sandi


'' ia diajak ke mushala sama ghani dan elo, semoga kondisi panji tak separah yuna.... ucap sandi.


'' semoga .... ucap pa hartawan.


terlihat jeni baru saja keluar dari ruang rawat yuna membawa dua kantong makanan yang baru saja ia pesan lewat on lina.


" mas, pah lebih baik makan dulu, ini aku sudah pesankan makanan untuk papah dan mas, ucap jeni.


'' makasih jen, ucap papah. sambil membuka bungkus makanan dan mulai memakannya walau tak berselera namun tetap ia paksakan demi kesehatannya.


'' ayo makan bareng aku, ajak sandi.


'' nggak mas, aku sudah makan kue kue jadi nggak laper, kamu saja dulu biar kamu bertenaga dan sehat karena kan kamu harus ngurusin mamah, yuna juga panji.


" kamu benar jika bukan aku siapa lagi yang akan mengurusi mereka. terima kasih sudah mengingatkan aku. ucap sandi lirih.


'' sama sama mas, ayo dimakan. ucapnya.


bersambung....


terimakasih buat kalian yang sudah dukung novel aku.

__ADS_1


__ADS_2