
Pa karim dan pa hartawan masih menyimak dokter yang memberikan penjelasan seputar kelumpuhan dan cara penanganannya.
bertujuan agar pasien memahami, pengobatan yang tengah dijalaninya dan konsekwensi atau efek akan ditimbulkan dari pengobatan tersebut.
yang kedua bell's palsy yaitu kelumpuham yang tiba tiba, cidera otak benturan keras dikepala dapat menyebabkan cedera dan gangguan fungsi otak.
cidera saraf tulang belakang, polio, dan masih banyak lagi tapi pada kasus disini pa karim menderita kelumpuhan akibat benturan yang keras dikepala dan tulang otot kemungkinan.
baru setelah pasien sadar akan merasakan gejala kelumpuhan seperti kesulitan menggerakan bagian tubuh tertentu, dan gejala lumpuh pun akan muncul dibagian tubuh mana pun, pada kondisi yang parah otot otot pernapasan pun dapat mengalami kelumpuhan.
untuk penanganannya kita dapat melakukan fisioterapi yang bertujuan untuk mengbalikan kekuatan otot dan fungsi bagian tubuh yang mengalami cedera, yang kedua terapi okupasi merupakan serangkaian latihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penderita dalam melakukan aktivitas sehari hari.
yang ketiga obat obatan, obat yang digunakan untuk meredakan gejala kelumpuhan yang muncul. tergantung dari penyebab kelumpuhan itu sendiri.
lalu penggunaan alat bantu seperti tongkat dan kursi roda atau operasi jika diperlukan. setelah mendengarkan serangkaian penjelasan akhirnya pa karim memulai terapi fisioterapi untuk melatih otot otot yan cedera.
karena setelah melakukan serangkaian tes ternyata pa karim hanya mengalami kelumpuhan sementara, sehingga pa karim hanya membutuhkan fisioterapi saja dan obat obatan.
pa karim melakukan dibantu oleh perawat dan dokter geri yang bertanggung jawab dibagian fisioterapi, setelah dua jam terapi pa karim kembali ke ruang rawatnya karena setelah terapi pasien diwajibkan untuk beristirahat.
namun sebelum kembali ke ruang rawatnya pa karim meminta untuk menjenguk yuna anaknya yang masih tak sadarkan diri.
pa hartawan pun akhirnya mengantar pa karim ke ruang rawat yuna,
berjalan sambil mendorong kursi roda pa karim, menyusuri lorong rumah sakit. tiba didepan pintu kamar rawat yuna. pa hartawan membuka pintu.
" Assalamualaikum....
'' waalaikum salam jawab bu rosa yang tengah duduk sambil membaca al quran disamping yuna.
pa karim yang melihat pemandangan itu membuat pa karim terharu.
ia menghampiri anaknya, memutar kursi rodanya dengan tangannya. menggenggam tangan kanan yuna, '' sayang bangun '' semua orang menunggumu bangun kenapa kamu lama sekali tidurnya. ucap pa karim dengan tangisnya yang pecah.
pa hartawan yang melihat, lalu menepuk nepuk pundak pa karim menenangkan.
'' yang sabar ya pa, bapa juga harus inget sama kesehatan bapa. ujar pa hartawan
'' iya pa, bapa harus kuat, harus semangat dan cepat sembuh biar bisa selalu menjaga dan menemani yuna.
' yuna itu selalu anaknya solehah, cerdas dan patuh sama orang tua. bisa kami lihat jika ia anaknya sopan dan taat beribadah. ucap bu rosa.
'' pa coba lihat itu teriak pa karim sambil menunjuk nunjuk jari jari yuna.
__ADS_1
'' ya ampun yuna merespon kembali, alhamdulillah ya Allah ucap bu rosa.
pa hartawan bergegas memencet bel yang ada disebelah kanan ranjang rumah sakit yuna.
dokter dan suster pun datang untuk memeriksa yuna,
'' silahkan tunggu diluar, kami akan memeriksanya.
pa hartawan, bu rosa, dan pa karim keluar dari ruang rawat yuna.
semua harap harap cemas menanti kesadaran yuna kembali.
dokter dan suster sudah keluar kembali. '' bagaimana anak saya dok? tanya bu rosa langsung menghampiri dokter ketika melihat dokter keluar.
dokter tersenyum silahkan bapa bapa dan ibu temui putrinya, ucapnya
ma - maksud dokter ucap pa karim terbata. maksud dokter yuna telah sadar? tanya pa karim.
dokter itu hanya mengangguk dan tersenyum, lalu pergi.
sementara bu rosa langsung menerobos masuk ketika dokter mempersilahkan masuk, tanpa mau mendengar penjelasan dokter lebih jauh.
netranya menangkap yuna yang tengah tersenyum menatap ke arahnya.
bu rosa memeluk dan mencium seluruh wajah yuna.
'' mah, ucap yuna karena bu rosa terus memeluknya
'' hah kenapa sayang?
'' mah, yuna bersyukur biwa kembali bertemu mamah. yuna pikir pasti akan dibunuh sama mereka ucapnya sambil air matanya terus mengalir.
'' yuna '' sadar ada yang memanggil yuna terdiam seperti mengenali suaranya.
perlahan yuna melihat kearah sumber suara. mata yuna menangkap seseorang yang tengah duduk dikursi roda manatap sendu padanya.
'' bapaa'' panggil yuna, pa karim menghampiri yuna. lalu memeluk tangan kanan yuna.
'' Alhamdulillah ya Allah kau telah menyembuhkan anakku satu satunya, ucapnya sambil mencium tangan yuna.
'' pa, bapa sudah bisa bangun dan bergerak ya sekarang ucap yuna melihat bapanya sudah bisa menggerakan tangannya dan duduk tegap.
'' iya na, ini berkah pa hartawan yan selalu memberi semangat sama bapa.
__ADS_1
yuna mengalihkan pandangannya yang tengah berdiri sambil memandang sendu padanya.
'' papah, terima kasih'' papah dan mamah audah sangat baik padaku dan bapa.
'' jangan bicara begitu nak, itu sudah tugas kami sebagai orangtuamu juga. ucap pa hartawan sambil mengelus kepala yuna.
* * *
Diapartemen putri baru saja membuka matanya, ia menggeliat melirik jam dinding.
'' sudah jam 10, sambil meregang regangkan badannya merasa segar. lalu ia bergegas kekamar mandi karena ia akan pulang ke rumahnya.
putri bahagia sekali karena ia bisa pulang, melarikan diri dari cengkraman sandi.
'' ternyata orang yang membantu sandi untuk menyekapnya. ternyata musuh sandi juga hingga putri merasa diatas awan.
ia tersenyum sendiri sambil bersenandung dikamar mandi.
selesai mandi ia memakai bajunya kembali dan menyisir rambutnya dikamar mandi, ia memandang wajahnya dikaca lalu menyerigai.
'' kamu pikir bisa dengan mudahnya menangkapku, kamu salah sandi karena dewi portuna tengah berpihak padaku. serigainya
ia berjalan keluar kamar mandi ingin kekamar jeni.
nampaknya jeni masih bergelung dibawah selimut, '' ish... aku kira aku saja yang malas ternyata kau lebih parah dariku ujar putri.
putri mengguncangkan lengan jeni.
'' jen, jeni ayo bangun kita buat sarapan lalu kita keluar dari neraka ini. ucap putri.
' ish sepertinya kamu males sekali ya, oke kalau begitu aku akan memaksamu bangun
karena merasa tak ada tanggapan, putri menyingkap selimut yang dipakai jeni.
mata putri terbelalak karena terkejut, jika yang ia tidur dikamar jeni ternyata seorang pria. tengah tidur bertelanjang dada.
putri mundur hingga tubuhnya membentur dinding, '' ya tuhan jeni kemana, apa dia dibunuh atau kemana pikir putri mengkhawatirkan jeni.
mengingat perkataannya semalam jika jeni begitu dendam dengan sandi.
apa mungkin jeni menyerang sandi ketika sandi datang kesini lalu dia kalah oleh sandi, putri terus saja bermonolog.
tiba tiba pria itu bangun dan menggeliat, putri terkejut dan panik.
__ADS_1