Putih Abu Abu

Putih Abu Abu
Part 116. Berkumpul


__ADS_3

Sebelum baca jangan lupa dukungannya buat novel aku jangan lupa like komen dan hadiahnya terima kasih.


Tampak Elo dan Ghani sudah berkumpul dengan Mas Panji melihat anakku yang bru lahir. Mereka memang selalu kompak dalam hal apapun sejak masa SMA hingga sekarang mereka selalu bersama tak pernah bertikai walau tak jarang juga salah paham melanda hubungan pertemanan mereka.


Kagum aku dengan pertemanan mereka tak lekang di makan zaman istilah katanya, selalu bersama dalam suka maupun duka.


Mereka bercengkrama padahal di kantor mereka partner kerja, tapi kalau orang tak tahu pasti menyangka mereka teman lama yang baru bertemu.


" Loh kalian sudah datang ayo makan dulu di belakang, biar di siapkan sama bu Murni '' ucap papah hartawan


" Nanti saja dulu om, kalau boleh sekarang minta kopi saja dulu biar sedikit seger. " pinta Ghani


" Mau seger ko minum kopi, minum es lah '' ujar papah


'' Kalian sedang cerita apa memangnya ko sampai lupa makan gitu " tanya papah hartawan


" Itu om biang kerok yang sukanya recokin hidup Panji kita sekap udah seminggu kali om '' ujar Elo


" Loh ko bisa kalian sekap dia bukannya suaminya orang kaya ?'' tanyanya


" Iya tapi tahu istrinya ilang nggak di cari tuh om, hanya bahkan lapor polisi aja nggak malah dia enak - enak tiap malem di club." sahut Ghani.


" Kasian memang nasibnya itu anak tadinya ia salah ambil jalan hidup sih jadinya ya begitu tuh anak. ''


" Lalu sekarang ia masih di sekap?" tanya papah


" Iya, sepertinya ia juga sudah pasrah nggak ada lagi perlawanan dari. Kalau menurut om gimana di lepas saja atau kita sekap saja "


tanya Ghani.


" Ya sudah lepas saja kasian juga kalau suaminya nggak peduli gitu. " sahut papah


'' mungkin jika ia tidak di fasilitasi oleh suaminya ia nggak akan bertingkah lagi. " ujar papah.

__ADS_1


* * *


Di tempat lain Putri tengah melamun memandangi foto pernikahannya bersama suaminya yang saat ini tak lagi peduli padanya.


Jika ia tak mencintaiku untuk apa dia menikahiku, menjalani program hamil walau sampai saat ini aku tak kunjung hamil juga.


Tak ada orang yang mencintaiku seperti saat Barri mencintaiku ia akan membalas orang - orang yang telah menyakitiku lalu membunuhnya.


Cairan bening meleleh di pelupuk mataku, perih sekali hati ini jika membayangkan nasib cintaku yang tak pernah beruntung.


'' Kenapa lo nangis enakan diem di sini, udah makan minum gratis molor tinggal meren bos gue semua yang biayain kurang baik apa dia "


" Kalau orang baik mana ada nyekap orang nggak jelas. " hardikku kesal


'' Masih untung lo nggak di buang ke laut di jadiin makanan ikan paus kalau lo mau begitu gue bisa ceburin lo ke laut sekarang juga. "


" Ya udah lo ceburin aja gue ke laut, biar lo puas'' teriaknya


Saat aku tersadar aku sudah berada di rumah sakit jiwa setiap hari akan di kunjungi oleh mamah, setiap hari mamah memberi aku semangat hidup.


Saat aku di nyatakan sembuh dan bisa keluar dari rumah sakit jiwa, hanya mamah yang menjemput dan mengurusku karena memang hanya mamah yang aku punya saat ini.


Mamah yang selalu memberiku semangat kekuatan hingga mengajakku kepada hal kebaikan hingga suatu hari mamah mengajakku pergi ke singapura untuk pembukaan butiknya di sana.


Walau aku tak membantu bisnisnya, aku selalu mengikuti kemana pun mamah pergi saat mengadakan fashion show aku melihat betapa mamah berjuang keras demi bisa sukses agar aku bisa hidup dengan layak tak kekurangan satu apapun.


Bahkan di waktu luang pun mamah bukannya istirahat ia justru mengajakku jalan - jalan sekedar menghilangkan penat shopping - shopping dan wisata kuliner itulah yang aku suka sejak dulu.


Itulah sebabnya aku mau berpacaran dengan panji yang kaku dalam hal berpacaran ia bisa memenuhi semua keinginanku, setiap minggunya ia membelanjakan aku barang - barang branded karena ia di berikan kartu yang unlimited oleh orang tuanya yang memang sudah kaya raya itu.


Hingga akhirnya aku di kenalkan dengan salah satu langganan butik mamah yaitu suamiku saat ini, awalnya ia sangat baik dan perhatian bisaenerima segala kekuranganku.


Status aku yang gamang saja ia bisa terima, tanpa tuntutan apapn darinya.

__ADS_1


Pernikahan kami berjalan selama 5 tahun dan selama itu pula suamiku selalu memberikan kebahagiaan yang sangataelimpah untukku, hingga aku merasa tak menginginkan apapun lagi karena hidupku terlalu sempurna.


Hingga suatu hari saat aku tengah makan di tempat khusus wisata kuliner di Singapura aku


bertemu dengan sahabatku saat aku masih SMA ia datang ke singapura untuk berlibur bersama suami dan kedua anaknya.


Aku perhatikan jika kehidupan mereka sungguh sempurna dengan hadirnya anak di pernikahan mereka, hingga aku memutuskan untuk ikut terapi kandungan dan program kehamilan.


Aku pun meminta suami untuk mengizinkan aku berlibur ke indonesia sekedar mengenang masa mudaku yang hancur berantakan akibat gaya bergaulku yang bebas.


Namun aku tak pernah menyesalinya karena di kehidupanku yang berantakan itu ada cinta yang kuat kekal dan setia dari Barii kekasihku ia amat mencintaiku.


'' Lo boleh pulang sekarang, ini kunci mobil lo '' ucap salah satu preman yang menyekapku, entah apa yang mereka mau aku hanya disekap dan mobil pun amat nggak ada lecet sedikit pun.


Tanpa pikir panjang bergegas aku mengambil kunci mobil melangkahkan kaki menuju keluar rumah menghampiri mobil yang sudah sejak satu minggu lamanya terparkir di halaman rumah yang sudah seperti rumah hantu ini.


Kalau saja aku nggak ngejar Panji saat itu mungkin aku nggak akan pernah di culik, apa memang Panji yang merencanakan penculikan ini.


Lebih baik aku mencari tahu, Sampai di rumah suasana tampak sepi tak ada suamiku mungkin suamiku tengah bekerja.


Sedih rasanya jika mengingat suamiku yang tak pernah peduli tapi denganku lagi seminggu tak melihat istrinya pulang sepertinya bukan masalah baginya.


Aku akan diem saja takan mempermasalahkan sikapnya karena aku masih butuh uang dan kekuatannya untuk melancarkan misiku selanjutnya.


" Mbo, siapin makan ya ? " pintaku pada pembantu di rumah.


" Iya nyonya, ibunya nyonya sudah beberapa kali mencari nyonya ke sini " ucapnya


'' Lalu mbi bilang apa ? tanyaku


'' Ya saya hanya jawab nggak tau nyonya karena memang saya nggak tau kemana perginya nyonya selama satu minggu ini. "


bersambung

__ADS_1


__ADS_2