Putih Abu Abu

Putih Abu Abu
Part 113


__ADS_3

Putri yang sedang berada di sebuah rumah sedang di sekap oleh beberapa orang preman.


'' Sebenernya mau lo pada apa sih? " tanyanya


preman - preman yang sedang duduk santai menunggui putri yang sedang mereka sekap,gue bingung sama mereka sebenarnya apa maunya, cuma buang - buang waktu aja.


Mungkin jika aku kasih mereka penawaran mereka akan membebaskanku, batin Putri


" Mau kalian ini sebenarnya apa sih? ayo bebaskan aku. '' teriak Putri


ha ha ha mereka semua tertawa mendengar teriakan putri.


" Sepertinya ia menginginkan sesuatu yang nikmat '' ujar salah satu preman.


Mendengar perkataan preman itu membuat bulu kuduk putri berdiri seperti mendengar suara hantu ia ketakutan.


" Kalau kalian mau duit bisa bilang sama gue, suami gue irang kaya berapa pun akan ia keluarkan untuk membebaskanku.''


'' Kalau begitu suamimu orang kaya, ? '' tanya salah satu preman.


" Ya tentu saja kaya "


'' kalau gitu hubungi suamimu '' ujar salah satu preman itu seraya duduk santai menengguk minumannya.


memberikan ponsel miliknya kepada Putri, putri menerimanya menekan nomor suaminya panggilan pun tersambung.


" Hallo '' sapa seseorang di sebrang sana


" mas- mas tolong aku, aku sedang di sekap oleh beberapa preman. ''


" kamu jangan mengada - ngada ya sayang, aku lagi meeting penting sama klien penting dari luar negeri udah dulu ya mereka sedang menungguku. ''


menutup sambungan telponnya dengan tiba - tiba membuat putri kaget di buatnya dengan tingkah suaminya yang menganggapnya sedang main - main.


'' ha ha ha di cuekinkan sama laki lo, itu berarti lo nggak penting udah seperti sampah berarti hidup lo.


ha ha ha semua preman - preman itu menertawakan putri yang di cuekin oleh suaminya.


Putri menghentakan kakinya kesal,


" Dasar brengsek klien apa sih sebegitu pentingnya dibandingkan gue bininya, gue gugat cerai tau rasa lo nggak laku lagi sama perempuan. " ujarnya.


" Yang ada lo nggak laku lagi, jangankan pria sukses gue aja preman ogah punya bini kaya lo cantik kaga kurang ajar iya. " sarkas salah satu preman itu.


" Lo nggak usah mengkhayal jangan di dunia mimpi pun gue nggak mau sama lo. "

__ADS_1


* * *


Di tempat lain Yuna tengah menikmati liburannya, ia melihat - lihat kebun bapaknya yang sudah hampir siap panen.


berjalan menyusuri kebun melihat - lihat kebun yang tanaman milik pak karim


" nak, kamu hati - hati di sini licin loh " ucap pak karim


" Aku hati - hati ko pak, di sini seger banget udaranya sejuk pak. "


" kakek " teriak Nala dan nathan berlarian menghampiri pak karim yang tengah berjalan di kebun bersama Yuna.


" ke, di sini sejuj banget ya kaka sampe kedinginan loh,"


" Ka Nathan kenapa nggak pake jaket sih, nanti masuk angin di sini udaranya dingin sekali sama anginnya lumayan kenceng juga " ucap yuna


" Ya sudah sekarang lebih baik Nala sama Nathan kembali dulu ke rumah biar pakai baju panjang dulu nggak pakai baju seperti itu. " ajak pak Karim.


" Kakek benar lebih baik kita pulang dulu " ucap Yuna.


Mereka bergegas pulang karena khawatir sikembar akan kedinginan dan masuk angin jika lama - lama ada di luar rumah.


Sampai di rumah pak Karim yuna melihat jika papah dan mamahnya tengah bakar sosis dan jagung.


" Opa lagi bakar apa ? " tanya Nala


" Mau Opa Nala kedinginan banget di sini pengen makan yang anget - anget. "


" Ka Nala ganti baju dulu minta sama si mbo ke dalem nanti ke sini lagi kita makan sosis sama jagung bakar buatan opa. "


" Ini oma juga bawain wedang jahe ayo di minum, "


Yuna tengah dudukdi ruang tengah bersama Jeni mengganti baju bayinya yang baru lahir dua bulan yang lalu.


" Nak, kamu kapan HPL nya ? " tanya Jeni.


" Sekitar dua minggu lagi ka , tapi hamil sekarang nggak seberat hamil si kembar "


" kalau aku tetap berat saja na, soalnya aku biasanya memang hamilnya hanya satu " ujar jeni


" iya ka, hanya puas saja setelah melahirkan anak kembar langsung memiliki bayi dua sekaligus. "


" Jeni, Yuna ayo kita makan sama - sama biar bayinya di jaga sama Sri dulu. " ajak bu Rosa


mereka melangkah bersamaan menuju depan rumah sederhana milik pak karim.

__ADS_1


" wih dingin banget di sini " ucap jeni


" Pak biasanya di sini sama siapa ? " tanya jeni


" Ya kalau nggak ada kalian, ya bapak sendiri saja paling ada pak karjo sekedar menemani minum kopi kalau sore gini tapi nggak pernah nginep "


" kenapa bapak nggak nikah lagi aja pak? " tanya jeni


" iya pak, yuna pun pasti setuju " ucap bu rosa.


" aku nggak apa - apa kalau bapak mau nikah lagi asalkan yang sayang dan setia sama bapak. " jelas yuna


" apa bapak, nggak memiliki calon ? " tanya yuna


" Apa sih yuna, bapak belum kepikiran nikah lagi, masih enak sendiri. "


" tapi pak benar kata mamah sama ka jeni, Aku akan lebih tenang jika bapak menikah lagi. ada yang menemani dan mengurus bapak. "


" iya pak karim saya juga dukung loh kalau bapak ada niatan untuk menikah lagi, bukan nya nafsu saja tapi kita kan sebagai laki - laki kita butuh sandaran dan yang mengurus kita karena kita tak bisa mengurus pekerjaan lalu hafus mengurus dirk sendiri juga." ucap pak hartawan


" baik - baik akan saya pikirkan saran kalian, tapi tentunya nggak secepat kilat juga. karena mencari pendamping hidup itu nggak seperti mencari kacang goreng. "


" bapak ini gimana sih, masa istri di samain sama kacang goreng " yuna menimpali.


" kake sama opa lagi ngomong apa sih, aku nggak ngerti " ucap Nathan.


ha ha ha semua terbahak mendengar pertanyaan si kembar yang ia pun nggak ngerti obrolan orang dewasa.


" ini besok opa, ngajakin kakek buat mancing kakak Nala sama Ka Nathan mau ikut nggak nyari ikan? " tanya kakek


" hore besok kita mancing " teriak Nathan


" yah Nala nggak suka mancing opa " protes Nala


" Kalau gitu ikut ke kebun aja kita panen buah tomat sama strawberry, kebetulan besok buah strawberry sudah masuk waktu panen. " ucap pak karim


" hore besok kita metik buah strawberry sama tomat " teriak Nala bahagia


" Ya sudah kalau gitu kita bibo dulu sekarang udah malem loh " ajak yuna


Yuma mengajak anak - anaknya tidur di kamarnya, sambil menunggui anak - anaknya untuk tidur yuna memeriksa ponselnya,


ternyata mas Panji dari tadi menelponku, sampai ada 20 panggilan dan 5 pesan dari suaminya.


" mas maaf dari tadi aku sibuk ke kebun liat kebun bapak yng udah siap panen cantik banget.

__ADS_1


bersambung....


jangan lupa reader tercinta dukungannya buat novel pertama aku ya like, komen, vote dan hafiahnya.


__ADS_2