Putih Abu Abu

Putih Abu Abu
Part 39


__ADS_3

Kalau kamu nggak mau kena masalah harusnya kamu nggak usah ikut campur urusan orang lain, ucap bari penuh penekanan.


" siapa yang ikut campur urusan mereka, yuna membatin.


lebih baik kamu sebelum sa-


tring. ... tring.... tring....


sebelum bari menyelesaikan ucapannya, ponselnya berbunyi cukup nyaring hingga memekaan telinga.


' ish dasar om om om bunyi ponsel saja bisa didenger satu rt, batin yuna.


ia merogoh ponselnya dari saku celana, melihat siapa yang menghubunginya. tersenyum senang ketika dilihat tertera nama bebeb dilayar ponselnya, dengan senyum yang tak pudar dari bibirnya. ia menekan tombol hijau diponselnya.


" hallo beib, ......


" hallo kamu lagi dimana? tanya seseorang disebrang sana.


" aku lagi dirumah diperumahan B, yang dipakai buat nyekap.


" oh, bagaimana kabarnya dia bar?


" dia baik aja walau nggak pernah mau makan.


" mmmmmhh.. bar apa benar kamu akan jual organ yuna?


" tentu,..... jawabnya mantap.


" apa nggak bahaya, bagaimana kalau nanti dia mati?


" itu sih resiko, jawabnya enteng.


" aku nggak mau terlibat loh, ucap putri takut.


" tenang kamu nggak akan terlibat ko.


" kamu akan aku libatkan diranjangku saja, kesini ya kangen.


" baiklah aku kesana


" asiik, sip deh. dandan yang cantik ya. pintanya.


putri sudah memutuskan sambungan telponnya, saat bari melirik yuna yang nampak ketakutan.


entah kenapa sibari justru tambah menakuti yuna. dengan pura pura tengah berbicara ditelpon dengan seseorang.


" kamu tenang saja tawanan kita aman, masalah makan ngga makan ya biarinlah. toh dia mau dibunuh juga, apa hanya dibikin cacat. ucapnya sambil menyerigai.


lalu menyimpan ponselnya diatas nakas. yuna yang mendengar itu sangat ketakutan dibuatnya.


" ya tuhan apakah ini akhir dari hidupku, batin yuna.


barri melihat wajah yang beitu ketakutan diwajah tawanannya,


" aku memang rencanannya akan menjual organ dari tubuh bocah itu, mungkin organnya berkualitas super, karena ketika ia hidup bersama keluarga barunya yang berkecupan.


tapi memang jika dilihat dari wajah polosnya, dan lugunya nggak tega sekali ada rasa kasihan melihatnya.

__ADS_1


tapi ah masa bodo, anak orang ini apa urusannya denganku. sampe aku harus mengasihaninya. bari bermonolog sendiri .


bari merebahkan badannya disofa, menunggu telpon dari temannya yang sedang berada diluar negeri menunggu kabar penjualan yang sebelumnya ia lakukan.


karena yang ditunggu tak kunjung menghubunginya akhirnya ia memutuskan untuk menghubunginya terlebih dahulu.


ia mengambil ponselnya yang ia letakan diatas meja, lalu membuka layarnya dengan print finger dan mencari kontak yang mananya, hans.


lalu ia mendial tut ..... tut... tut panggilan tersambung, namun belum juga dijawab oleh hans sahabatnya.


" hallo, bro. suara seseorang disebrang sana.


" kapan lo balik ke jakarta? gue dapat barang bagus.


" lo dapat dari mana? biasanya udah ada yang pesen tapi susah dapat barangnya.


kualitas super nggak?


" adalah, info dari teman gue. lo tenang kalau soal kualitas gue jamin, the best bangetlah.


" gue percaya, ujarnya sambil terkekeh.


lo memang bisa diandalkan kalau soal cari barang. lelaki iti kembali terkekeh penuh kepuasan.


" lo harus cepat bertindak, nggak usah dilama lamain.


" santai bro, gue segera balik.


" gue tunggu kan lo doang yang ngerti soal yang ilegal ilegal.


" siap, gue segera balik.


ting nong! ting nong!


suara bel membuyarkan kebahagiaan bari dan terlupakan.


ia memasukan ponselnya kedalam celananya, berjalan menuju pintu.


melihat siapa tamunya yang datang melalui celah kaca jendela, tersenyum bahagia saat tau yanh datang adalah kekasih hatinya.


cepat bari membuka pintunya, tersenyum menatap putri yang cantik dan sexy. senyum bari yang semakin melebar karena kesenangan yang ia dapat bertubi tubi.


senyum tak lepas dafi bibir bari saat menyambut kedatangan putri dirumahnya, wanita yang begitu spesial dihatinya.


ia menggandeng mesra tangan putri untuk masuk, menuntunnya serta mengajaknya duduk disofa.


bari tampak sangat terpesona dengan penampilan sexy putri yang menggunakan dress sebatas paha yang mengekspos paha mulusnya.


setelah duduk disofa bari duduk bersisian dengan putri dengan tangan yang melingkar dibahu putri, dengan begitu intim.


dengan mesra bari merangkul dan mencium punggung tangan putri, lalu lengan putih putri.


" bar, didalam ada siapa? tanya putri.


sambil celikukan menatap kebagian dalam ruang tengah, namun tak menemukan siapa pun didalam.


bari tersenyum, membelai paha putih dan mulus milik putri. penuh gairah, " kamu tenang saja, ada penjaga dan tawanan kita didalam.

__ADS_1


putri mengangguk anggukan kepalanya sambil memajukan bibir sensualnya.


" kamu jangan pancing aku honey.


" ish, mancing apa sih? desis putri.


" bibirmu, yang membangkitkan gairahku, ucapnya sambil menyentuh bibir putri dengan penuh hasrat lalu mengecupnya perlahan.


" kamu kapan akan melepaskan tawanan itu, tanya putri.


" loh, kenapa harus dilepas. dia itu proyek terbesarku, dia akan menghasilkan milyaran rupiah jika kondisi organnya bagus semua.


mulut dan mata putri seketika membulat mendengar perkataan barri.


" what, itu berarti putri bisa mati jika organ organnya kamu preteli bari.


suara putri meninggi, karena ia tak menyangka akan seperti ini. ia menjadi takut jika ia akan terseret dalam kubangan lumpur itu.


" sudahlah baby, kamu tenang saja. itu semua akan menjadi urusanku. kamu nggak usah khawatir aku nggak akan bawa bawa kamu dalam masalah ini. aku janji kamu nggak akan terseret.


" putri menarik napas lalu membuang napas panjangnya ia berusaha meyakinkan hatinya yakin dengan ucapan bari.


" honey ayolah, aku sudah tak kuat. kamu selalu membangkitkan gairahku, hasratku selalu tak terbendung jika ada kamu dihadapanku.


" ah kamunya aja yang doyan, pake salahin aku segala. ucap putri ketus


" sumpah honey kamu itu sexy sekali, ayolah honey please. apapun yang kamu mau akan aku kasih.


" benar, ucap putri berbinar.


" ya honey apapun


" transfer dulu dua ratus juta.


bari merogoh ponselnya didalam saku celananya, lalu mentransfer sejumlah uang yang putri minta.


" sudah


tring tring tring ....


bunyi notifikasi pesan diponsel putri.


putri mengambil ponselnya dan membuka notifikasi pesan tranfer dua ratus juta dari bari.


" oke sudah masuk, ayo. ucap putri sambil menarik tangan bari untuk masuk kedalam kamar.


bari yang ditarik dengan senang hati mengikuti putri. masuk kedalam kamar dan menutup pintunya.


ck ck ck .... anak zaman sekarang, mainannya dikamar mulu ucap preman yang dibayar bari.


" lo kenapa?


" itu si bos, masuk kamar sama cewe muda.


aku jadi kasihan sama anak yang didalam, sepertinya anak baik kasihan kalau dia sampe dipreteli.


" kita bisa apa to, yang penting buat kita sdapat duit buat anak bini, sahuy preman satunya lagi.

__ADS_1


" iya, lo benar.


__ADS_2