
Sebelum membaca jangan lupa dukungannya ya like, komen, vote dan hadiahnya.
terima kasih.
" mamah juga heran na, ini pasti ada apa - apa tak mungkin papah ngirim bodyguard sampe segede - gede itu jika tak terjadi sesuatu.
bu rosa merogoh ponselnya dalam tas branded miliknya, mencari nomor kontak papah hartawan lalu menekan tombol hijau.
tut tut tut..... panggil tersambung,
" halo '' suara seseorang di seberang sana.
''halo pah, ini kenapa ke rumah yuna ada pria besar besar ya berpakaian hitam, yuna ketakutan loh pa.''
'' mereka bodyguard bayaran papah, yang akan mengawal yuna ke mana pun yuna pergi. "
" kenapa Memangnya yuna harus pake bodyguard. " tanya bu rosa penasaran.
'' nanti di rumah papah ceritakan, lebih baik mamah sekarang secepatnya jemput si kembar dan nggak usah jalan ke mana mana dulu ini bahaya. ''
" iya- iya,'' ucapnya mulau pamit berniat menjemput si kembar. "
" mah " panggil yuna sebenarny Ada apa? " tanya yun.
'' nanti saja biar papah atu panji yng jelasin sama kamu mamah juga nggak ngerti. "
" ya sudah mah aku masuk saja, " pamitny walau heran.
sampai di rumah yuna lebih memilih dudukdi sofa melihat acada tivi.
" non, non " panggil sri tergopong gopong,
'' kamu kenapa '' tanya yuna
'' itu non, ko di depan banyak orang tinggi besar berpakaian hitam hitam ko aku jadi takut ya ''
lirihnya dengan napas uang tak beraturan.
'' oh itu body guard kiriman papah hartawan."
'' oh gitu, lalu kenapa harus pake body guard banyak banget? " sri penasaran.
__ADS_1
" aku juga masih penasaran sri, buat apa pake body guard banyak banyak kan ada satpam juga. '' ujarnya seraya menenggak jus yang ada di hadapannya.
'' baik bangey ya non tuan dan nyonya "
yuna menganggukan kepalanya, '' mamah dan papah memang begitu ia baik sama semua orang. "
sampai di sekolah bu rosa bergegas masuk ia khawatir jika cucunya kenapa kenapa.
ia mengintip dari kaca memeriksa keberadaan cucunya.
seseorang yang melihat menghampirinya seraya bertanya, bugh pundaknya ada yang menepuk membuat bu rosa berteriak karena terkejut, " bu apa yang ibu lakukan mohon di baca peraturan sekolah jika mengantar anak,
bu rosa tersenyum miring, ia malu dengan tingkahnya.
" maaf bu saya hanya memastikan jika cucu saya ada di dalam.'' ucapnya seraya meletakan pantatnya di kursi taman.
" memangnya ada apa hingga ibu terlihat panik di buatnya. ''
" justru itu saya tak mengerti apa yang terjadi, namun suami saya sudah mengirim body guard untuk menjaga cucu kami. "
'' pasti ada sesuatu hal yang gawat ya bu, '' ujar wanita setengah baya itu.
tak lama bel pulang berdering smua siswa berlarian keluar kelas,
" oma " teriak si kembar bersamaan, ''
" sayang jangan berlari seperti itu nanti kamu jatuh " nasihat elfira.
" maaf oma,kami kangen sekali sama oma " ucap nala.
bu rosa yang mengerti maksud pertanyaan dari sekembar ia menyentuh bahu nala dan nathan mensejajarkan tingginya dengan mereka.
'' untuk hari ini lebih baik kita lekas pulang, karena papah sama opa sudah menunggu kalian. ''
" iya deh oma kalau gitUK kita pulang saja, mereka memang sangat mengerti dengan setiap perkataan orang dewasa hingga tak sulit baginya untuk berbaur dwngan siapa saja.
yuna mendidik anak anaknya dengan baik, sopan dan salalu menyayangi sesama.
" pintar sekali cucu oma, makasih sayang '' ucapnya sambil menciumin kepala si kembar bergantian.
sampai di rumah sudah ada panji, sandi beserta pak hartawan.
__ADS_1
nathan melihat j di tangan papahnya,
sebab biar pun nathan dan nala masih tk tapi merek Sudah bisa membaca dan melihat jam.
" ini kan biasanya kan masih jam papah masih kerja. '' teriak nathan bergelayut manja di lengan panji.
" ko pinter banget sih anak papah ini, papah itu pulang karena ada perlu sama oma dan mamah. '' jelas panji.
'' ouwh... gitu, " sahutnya bersamaan.
" kalau gitu kalian ke atas dulu ganti baju. "
" siap pah " seraya meletakan tangannya di sampung dekat alis.
membuat semua terbahak melihat tingkah nala dan nathan yang menggemaskan.
tak lama mereka berlarian ke atas menuju kamarnya,
" maaf sebelumnya papah, kakak, aku minta penjelasan mengenai body guard yang kalian kirim sebanyak itu. ? " tanya yuna.
'' begini sayang, tadi saat aku mengantar anak anak ke sekolah, aku di hadang oleh putri di pintu gerbang sekolah. ia memaksaku untuk jalan bersamanya ia juga memaksaku untuk berjanji agar aku mau jalan sama dia, karena untuk mengusir dia akhirnya aku menyetujui permintaannya yang aneh itu.
nah yang aku takutkan ia akan menyakiti kamu dan anak anak kita, hingga aku menceritakan kejadian ini kepada papah. ''
yuna dan bu rosa menutup mulutnya tak percaya,
" ya tuhan aku kira ia sudah berubah karena ia begitu baik sama aku. '' ujar yuna
'' yang salah kenapa kita melepaskan dia dulu kenapa nggak kita bunuh saja. " kesal sandi.
dulu putri yang sudah di sekap berbulan bulan lamanya, sandi bebaskan karena ia melihat tante dina yang terus masuk rumah sakit,
akhirnya pak hartawan dan sandi memutuskan untuk membebaskan putri yang sudah setengah gila.
'' yuna kenapa kamu mau nerima dia yang sudah sangat jahat sama kamu "
" aku pikir semua orang berhak mendapat kesempatan kedua bukan '' ujar yuna.
" iya tapi nggak dengan dia yang sudah sangat keterlaluan.
maaf ya autornya sakitg bisa up dete terus.
__ADS_1