Putih Abu Abu

Putih Abu Abu
Part 118. Putri


__ADS_3

Jangan lupa dukungannya buat novel aku yang pertama ya readers, jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya ya buat yuna dan panji.


terima kasih,


Kemana perginya suamiku hingga ia tak pernah mencari keberadaaku, apa memang ia sudah tak butuh lagu aku ataukah ia sudah tak menganggapku ada.


Ku cek rekeningku melalui aplikasi di ponselku, ternyata nominalnya selalu di tambah oleh suamiku ia selalu mengirimkanku uang setiap harinya.


Aku memang sangat membutuhkan uang untuk menunjang penampilanku namun aku juga tak menampik jika aku membutuhkan perhatian dan kasih sayang yang nyata dari suamiku.


Ia memang kerap memanjakan aku dengan segala kemewahannya tapi entah kenapa aku merasa hambar dengan hubungan kami padahal aku sudah berusaha untuk menerima dan mencintainya.


Namun hati ini tetap saja tak mampu, sepertinya aku harus menemui mamah di rumahnya aku butuh seseorang untuk mengatasi permasalahan ini. gumamnya seraya mengambil ponselnya hendak menghubungi mamahnya.


Namun ia berubah pikiran, ia tak jadi menghubungi mamahnya ingin memberi kejutan saja.


" udah lama sekali aku tak bercengkrama dan memanjakan mamah, padahal mamah juga hidup sendiri pasti sama kesepian seperti aku. '' gumamnya seraya meraih kunci mobilnya yang lain.


Bergegas ia pergi menuju ke rumah sang bunda yang begitu ia cintai, kalau bukan karena mamah yang sabar dalam mengurus dan menemaniku kala aku di rawat di Rumah Sakit Jiwa kala itu, mungkin aku saat ini masih jadi penghuni tetap di sana.


Aku depresi karena di tinggal pergi oleh Barri orang yang begitu aku harapkan hanya dia yang bisa menerima segala kekuranganku bukan seperti Panji yang munafik ia hanya menginginkan wanita yang terlihat suci saja.


Aku membenci Panji dan semua keluarganya, tapi kenapa ia sangat bahagia dengan keluarganya ia memiliki dua orang anak yang lucu lcu keluarga yang utuh.


Itu sebenarnya yang aku harapkan di kehidupanku yang sekarang, namun entah kenapa semua kebahagiaan seperti enggan menghampiriku.


Hanya kesedihan kecewa dan terlika saja yang ada dalam hidupku, dalam perjalanan aku melihat sebuah toko kue yang lumayan besar aku memarkirkan mobilku di depan toko kue itu.


Masuk dan membeli kue coklat kesukaan mamahku, selesai memilih dan membayar bergegas aku melajukan mobiku menuju ke rumah mamah.


Tak lama aku sudah sampai di depan rumah mamah yang tak memiliki pagar, namun yangembuat aku herN kenapa mobil suamiku ada d rumah mamah.


Apa sedang berkunjung?


Tanpa salam atau pun mengetuk pintu aku bergegas masuk ke dalam. Namun rumah tampak sepi tak ada seoranh pun. Aku mencari - cari mamah do setiap kamar namun aku tak menemukannya.

__ADS_1


Hah kemana mamah, aku sudah berkeliling rumah namun aku tak menemukannya. gumam putri dengan heran.


Tiba - tiba mamab muncul dari dapur yang sebenarnya sudah aku lewati tadi, apa aku memang nggak melihat mamah di sana.


" Loh, sayang kapan datang ko nggak ada suaranya biasanya berteriak manggil mamah.''


Ucapnya seraya mengajakku duduj di kursi mibui bar.


" Mah itu ko aku lihat ada mobil suamiku ya! memangnya ia ada di sini ? tanyaku.


" Oh itu udah beberapa hari yang lalu suamimu kesini sama temannya, ketika mau pulang mobilnya mogok ya sudah ia bareng temannya saja.''


" kamu kemana aja, udah seminggu suamimu nyariin baru keliatan sekarang. '' tanya mamah Dina


" Aku di culik mah, '' ucapku kesal


" Jadi kami benar - baner di culik. nah loh tapi suamimu bilang kamu sedang marah makanya bikin drama culik menyulik katanya. ''


" ish, jahat banget sih punya suami istri sengsara bukannya di tolongin ini malah di biarin aja. '' sungutnya


" Ya tuhan, maafin mamah nak. kalau mamah tahu yang sebenarnya kamu benar - benar di culik mamah akan segera lapor polisi. ''


" Nggak tahu mah, aku males nanya juga."


'' Nih mah aku beli kue coklat tadi di jalan '' ucapnya seraya menyodorkan kantung berisi kue yang tadia ia beli saa menuji rumah mamahnya.


" Wah makasih sayang, kita makan sama - sama yuk " ajaknya. seraya memotong kuenya dan menyerahkan sepotong kue itu padaku.


'' Mah ''


'' hmm ''


" Entah kenapa aku mikir jika ada sesuatu yang aneh dengan suamiku, apa mamah tahu ada apa dengannya? '' tanyaku


" Kenapa kamu tanya sama mamah, kan kamu yang menjalani rumah tangga setiap hari kamu sama dia " sahut mamah.

__ADS_1


" Sepertinya aku ingin bercerai saja mah, sepertinya lebih enak hidup sendiri bebas lagi pula aku tak bisa memberinya keturunan. Mungkin saja ia ingin mempunyai seorang anak untuk jadi penerusnya. '' lirihku, aku sedih banget dengan keadaan seperti ini. mungkin jika aku hidup menjanda aku bisa bebas melakukan apapun yang ku mau tak terkekang seperti sekarang.


" Kalau boleh mamah tahu kenapa kamu berpikiran seperti itu? '' tanya mamah.


" Justru aki bingung dengan sikap suamiku sendiri yang seolah tak peduli denganku, aku takut jika aku mengetahui kenyataan pahit mengenai dirinya aku tak bisa mengontrol lagi emosiku. Dan yang lebih parahnya lagi aku nggak mau masuk rumah sakit jiwa lagi mah. ''


tuturku


Tiba - tiba mamah memelukku erat,


" maafkan mamah ya sayang. kalau mamah tahu benar jika kamu di culik mungkin mamah mencari - cari kamu dan melaporkan ke hilanganmu ke polisi.


Mamah nggak mau kehilanganmu lagi, melihatmu seperti dulu saja mamah sudah sangat terluka. '' ucap mamah seraya menangis tersedu dalam pelukanku.


Aku balas memeluknya erat, dengan tangus yang tak henti dada ini sepertinya sesaknya sekali menahan beban yang teramat dalam yang sengaja di torehkan oleh suamiku.


" Mamah nggak perlu minta maaf karena mamah memang tak salah, aku tahu betul mamah sangat menyayangiku tak mungkin


orang yang sangat mengasihku akan menyakitiku. '' ucapku di pelukan mamah.


'' Yang sabar dan tabah ya nak, kita hadapi ini sama - sama mamah sangat menyayangimu "


Aku menganggukan kepalaku mengurai pelukan kami, " Nak, Sudah makan belum ?" tanya mamah.


" Belum mah, tapi belum laper sepertinya aku ingin pergi ke salon dulu buat perawatan, '' ucapku


'' Ya sudah kalau gitu kamu lakukan saja apa yang bisa mmbuatmu tenang tapi jangan yang aneh - aneh ya sayang mamah nggak mau kamu sampai masuk penjara lagi seperti dulu '' lirihnya.


'' Kalau gitu aku pergi dulu mah, '' pamitku seraya memeluk dan mencium mamah terlebih dahulu.


bergegas aku melangkahkan kaki menuju mobilku yang terparkir di luar pinggir jalan, ku perhatikan mobil suamiku yang terparir di rumah mamah.


Inikan mobil kesayangannya ko bisa ya dia meninggalkannya di sini? batin Putri.


bersambung

__ADS_1


jangan lupa dukungannya ya reader, like, komen vote dan hadiahnya ya. buat panji dan yuna.


terima kasih


__ADS_2