
Sebelum baca jangan lupa ritualnya ya, like komen, vote, dan hadiahnya buat yuna dan panji. terima kasih.
yu.... mulai.....
Setelah meminta izin kepada bapanya, utari pergi bersama orang suruhan pa hartawan.
tak butuh waktu lama utari sudah sampai di hotel tempat yuna menginap, segera masuk ke lantai tiga no 105 kamar yuna.
ting tung ..... ting tung.....
utari menekan bel.... tak lama pintu terbuka.
'' T A R I ..... ' yuna terkejut melihat utari malam malam datang ke kamarnya.
mengajak tari masuk,.... '' kamu ada apa malem malem seperti ini datang kesini ? tanyanya
'' aku hanya ingin nemenin kamu disini na.
'' H A h nggak salah... tapi ya sudahlah, kamu pasti cape kita tidur aja. besokkan kita mesti pergi ke kampus.
yuna dan tari merebahkan diri di atas kasur berukuran king size. yuna tak berniat bertanya apa pun kepada tari, mungkin besok ia akan bertanya.
* * *
Pov Putri
Putri yang merasa sangat begitu hancur dengan kondisinya saat ini, ia kehilangan bayi sekaligus harga dirinya.
bu dina pun tak mau membantunya untuk bebas dari jeratan hukum, dan yang membuatnya naik vitam bu dina justru memintanya untuk meminta maaf kepada yuna dan keluarganya yang begitu ia benci.
'' aku bersumpah akan melakukan apa pun untuk membuat perhitungan dengan mereka, batin putri.
karena kesehatannya yang sudah mulai membaik paksa pendarahan yang ia alami, akhirnya putri dikembalikan ke dalam penjara untuk melanjutkan masa tahanan yang masih dalam proses.
Putri azalia hanif... panggil sipir...
putri segera menghampiri, '' ya saya " ...sahut putri.
'' ada tamu untukmu...
'' siapa? tanya putri
'' sepertinya pengacara..
' apa mungkin mamah mau membayar pengacara untuk membebaskan aku, hanya mamah harapanku. batin putri
putri berjalan mengikuti sipir keluar dari dalam kamar sel, menuju ruang berkunjung.
tampak seorang pria berjas menunggu diruang tunggu.
'' kenalkan saya hotma siregar, saya yang akan membebaskan anda. ucapnya sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan
putri menerima tangannya, menganggukan anggukan kepalanya.
mereka duduk berhadapan, '' apa anda pengacara dari mamah saya? tanya putri.
'' saya pengacara yang diutus oleh pa bari untuk segera membebaskan anda dari sini.
tentunya dengan perjanjian tertentu, ucap pengacara itu sambil memberikan secari kertas perjanjian kehadapan putri.
__ADS_1
setelah membacanya, '' apa saat ini barri telah bebas dari penjara ? tanya putri
'' pa barri sudah bebas dari dua hari yang lalu, ia tak bisa kesini karena harus ke pengadilan menghadiri sidang perceraiannya. jelas hotma pengacara itu
'' apa bari sedang bercerai?
'' ya, istrinya yang terlebih dahulu menggugat cerai pa bari.
'' oke kalau begitu saya setuju dengan surat perjanjjian ini. ucap putri.
hotma memberikan pena kepada untuk menandatangani kertas tersebut.
setelah ditanda tangani ia mengambil kembali kertas tersebut.
'' oke kalau begitu, esok hari anda bisa bebas dengan jaminan dari tuan bari.
' bersabarlah kami akan mengurus semuanya.ucap pengacara hotma.
pengacara hotma berpamitan untuk mengurus segala kebebasan putri, dengan barri maka putri dengan mudahnya ia akan keluar dari penjara tanpa harus menunggu pencabutan perkara dari pelapor.
dengan hati yang bahagia putri, kembali lagi kedalam penjara. menunggu kebebasannya yang hanya dalam hitungan jam.
'' bagus aku akan keluar dari tempat terkutuk ini, lirihnya.
keesokan harinya, pagi pagi sekali putri sudah mandi dengan hati yang bercampur aduk ia menunggu kedatangan seseoang yang akan membebaskannya.
'' putri.'' ... panggil sipir.... '' ya '' ada tamu untuk anda.
dengan antusias putri berdiri mengikuti sang sipir keluar, tak sabar ingin bertemu seseorang yang sangat ia harapkan untuk membantunya.
' tampak pria, dengan gagah dan tampan menunggunya diruang tunggu.
'' aku kangen kamu baby... lirih bari
'' aku juga kangen kamu, sahut putri.
'' kamu tenang aja pengacara aku sudah urus semua kamu akan bebas hari ini. ucap bari sambil merangkul bahu putri.
'' aku balik kemana, sebelum semua sah? tanya putri.
'' ke apartemen kita baby, kamu sexy sekali baby. kamu selalu membuat aku bersemangat. lirih bari..
putri mendorong dada bari, menyadari pa hotma datang.
'' semua sudah selesai, bu putri sudah bebas sekarang sudah bisa pulang. ucap hotma pengaca bari.
'' baiklah sekarang kita pulang baby, ajak bari.
setelah semua selesai diurus, putri akhirnya bebas dari penjara dan pulang ke apartemen bari.
tak lama mereka sampai diapartemen, menaiki lip menuju lantai sepuluh.
sampai diapartemen bari menghempaskan tubuhnya disofa, sedangkan putri ia mencari makanan didapur.
'' bar ,aku laper didapur nggak ada makanan. ucap putri.
'' tenang sebentar lagi pesanan makanan aku datang, ucapnya sambil menepuk sofa disampingnya.
putri berjalan menghampiri duduk disamping bari.
__ADS_1
'' bar sepertinya aku mesi ke salon deh, perawatan. ucap putri.
'' boleh apa pun yang kamu mau akan aku penuhi, tapi jangan lupa. ucapnya sambil mengerlingkan matanya.
'' iya, tapi aku perawatan dulu ya biar fresh.
'' lama baby, aku udah kangen banget saa kamu. kangen ******* kami yanh sexy itu.
ucap sibari yang mesum itu
'' kapan kita akan memberi pelajaran sama mereka? tanya putri.
'' slow baby, biarkan mereka menikmati kebahagiaan dulu, lalu setelah itu kita buat mereka memangis darah. atau buat mereka tak bisa melihat keindahan dunia ini lagi.
ucap bari sambil memeluk dan mencium putri.
putri yang tak bisa menolak keinginan bari ia membiarkan saja perlakuan bari dengan sesekali membalasnya.
ting tung.... ting tung...
membuat bari menghentikan aktivitasnya walau hasratnya sudah diubun ubun.
'' sial..... ganggu aja. umpatnya
putri terkekeh melihat bari yang tengah menggerutu, ia memandangi bari yang memang tampan dengan badan yang atletis dan rahang yang tegas. bari berjalan menuju pintu. menerima pesanan makanannya.
bari kembali dengan makanan ditangannya,
'' ini makanannya, ucap bari meletaknya diatas meja.
dengan senang hati putri membuka makanannya, lalu melahapnya.
melihat putri yang tengah makan dengan lahap, seperti tak mendapat makan satu bulan.
bari mengurungkan niatnya yang ingin melahap putri. membiarkan wanita pujaannya makan.
'' bar, kamu nggak makan? tanya putri
'' lihat kamu makan aja, aku kenyang baby.
'' kamu menghinaku, kesal putri.
'' nggak kamu makan aja yang banyak sebelum nanti aku makan kamu. ucap bari
putri mencebikan bibirnya mendengar perkataan bari.
'' kamu itu mesyumnya tingkat dewa ya.
bari hanya mengangguk anggukan kepalanya sambil memainkan gawainya.
bersambung....
jangan lupa dukungannya ya reader tercintabuat yuna dan panji, jangan lupan like komen, vote, dan hadiahnya untuk novel aku.
terimakasih buat yang sudah memberikan dukungannya buat yuna dan panji semoga dibalas oleh tuhan yang maha kuasa. .amin.
jangan lupa juga baca novel baru aku ya reader dijamin seru ko ceritanya.
terima kasih reader.....
__ADS_1