
Sementara yuna didalam kamar itu, ia berusaha meraih piring yang berisi nasi dan lauk pauknya, dengan tangan yang bergetar ia berusaha memasukan nasi ke mulutnya.
ia mulai berpikir bahwa nggak mungkin ia akan tetap demo mogok makan, toh mereka nggak akan peduli aku makan atau tidak.
yang penting buat mereka bisa melukai aku, dan aku nggak mungkin terus diam dan tidak makan. memohon belas kasihan dari mereka itu sangat tidak mungkin.
secara mereka jelas tak punya hati, makanya aku yang tak punya masalah dan tak punya salah saja mereka membenciku.
'' aku harus makan dan minum yang banyak, agar aku memiliki tenaga untuk berpikir dan bisa kabur dari tempat terkutuk ini.
yang lebih membuatku syok, ternyata yang jadi dalang dari penculikanku ada putri. mantan kekasihnya panji, aku tak menyangka jika putri mampu berbuat sejauh ini.
selesai menghabiskan satu piring nasi dan segelas air mineral, yuna mulai mengamati sitjasi sekitar..
mencari celah untuk bisa kabur dari tempat terkutuk itu, sepertinya tempat itu begitu tertutup hanya ada satu jendela yang bisa ia buka.
namun seperti nya jendelanya leaknya agak tingga, sehingga perlu persiapan yang matang supaya bisa melarikan diri.
seperti ia harus menggunakan tali supaya bisa melompat dari jendela dan mendarat dengan mulus karena menggunakan tali.
yuna mulai mencari tali, namun tak menemukan tali itu. ia berpikir bagaimana jika sprei saja dijadikan tali toh itu jendela nggak terlalu tinggi hanya butuh buat pegangan saja.
setelah selesai menyiapkan tali dan menyembunyikannya supaya tidak ketahuan oleh preman preman itu.
lalu setelah itu, ia mulai mencari ide supaya preman preman itu bisa kluar.
Pak! pak! pak!
Teriakan yuna, dari dalam membuat kedua preman itu saling tatap dan berbicara melalui tatapan mata.
" Seperti ada yang manggil, tanya salah satu preman.
temannya ngangguk, lalu mendekati kamar yang dipakai buat ngurung yuna.
mengeluarkan kunci dari saku celana, lalu membuka pintu.
heran ketika melihat yuna diatas tempat tidur.
" kamu kenapa teriak teriak? tanya preman itu. ko ini kasur nggak spreinya? kamu kemanain?
" loh pa, masa lupa semenjak aku dibawa kesini juga udah nggak ada spreinya.
" massa iya ... ucap preman itu sambil mengaruk garuk keningnya yang tak gatal.
__ADS_1
" eh iya kamu sakit kenapa itu, sampe teriak teriak tadi. ? bentak preman itu.
" pak tolong aku, perut aku sakit sekali. bawa aku kedokter. ucapnya sambil berguling guling dan menangis agar aktingnya meyakinkann.
kening preman itu berlipat, aneh aneh. ya nggak mungkin nona, aku bawa kamu ke dokter. ucapnya.
" pak tolonglah, perut aku sakit banget.
kalau aku mati bagaimana nanti pa, terus jadi hantu penasaran.
preman itu nampak berpikir dan bergidik.
ya sudah, kamu tunggu disini ku bilang dulu sama temanku. gimana baiknya.
lalu preman itu pergi keluar untuk menemui temannya.
" to itu anak katanya perutnya sakit, dia minta dibawa kedokter, ucap preman itu
" gila lo, ! dibawa kedokter. mau bunuh diri lo, nggak sekalian aja lo bawa tu anak ke kantor polisi, biar sekalian lo dipenjara, ujar preman yang bernama toli.
" bener juga, terus sekarang gimana tuh anak gue liat sampe nangis guling guling kesakitan. nggak tega gue liatnya.
" bentar gue cek dulu ucap preman yang namanya toli, berdiri ngeloyor membuja pintu kamar. nampak yuna sedang menangis sambil memegang perutnya.
ia berpikir, apa tuh anak punya penyakit kronis ya ko sampe begitu. toli membatin.
" bentar gue nanya si bos dulu.
lalu ia merogoh celananya mengambil ponsel, mencari kontak yang bosnya lalu menekan tombol hijau untuk menghubungkan.
tut .... tut.... tut.....
namun tak ada jawaban. hingga panggilan terputus, ia mencoba berulangkali namun tetap sama.
" lagian, lu ngapain sibos ditelpon kan ada dikamar, ujar sitoli.
" sibos udah pesen nggak mau diganggu, kalau ada apa apa suruh nelpon pesannya.
" lebih baik kita pergi beli obat saja dulu kasian tuh anak keburu mati, malah kita yang disalahin sibos ujar preman itu
" ya sudah, lo beli obat sana ke apotik.
" lo gimana sih, gue. kan nggak bisa bawa motor.
__ADS_1
" ya udah ayo, ada si bos ini dirumah.
" lo jadi preman repotin mulu si.
" bukan gua tuh anak itu tunjuknya ke arah yuna.
yuna yang mendengar, preman itu akan pergi ke apotik membeli obat ia merasa senang karena rencananya berjalan mulus.
nanti setelah preman preman itu pergi, yuna berencana untuk kabur. lewat jendela yang udah ia siapkan sedari tadi.
karena menghubungi bos berulangkali tidak ada tanggapan akhirnya, toli dan temannya memutuskan untuk beli obat diapotik, tadinya harusnya agus pergi. tapi dia tidak bisa bawa motor akhirnya mereka pergi bersama. meninggalkan tawanannya yang tengah kesakitan.
yuna diam diam, mengikuti dan mendengarkan percakapan mereka.
" sepertinya, mereka sudah pergi. aku harus kluar lewat jendela karena pintu depan sepertinya dikunci oleh preman itu.
akhirnya yuna turun lewat jendela dengan berpegangan ke kain sprei yang dia ikatkan ke tiang jendela.
lalu ia mengendap ngendap jalan kluar pagar setelah melewati jendela kamar, yuna seperti mendengar suara yang bikin bulu kuduk berdiri.
" hah.... suara apa itu, ko ngeri begitu. ucap yuna sambil bergidik.
yuna berlari keluar gerbang, untuk mencari kendaraan yang lewat. namun nahasnya saat ia keluar gerbang tak kendaraan yang lewat. akhirnya ia menyusururi jalan sambil menunggu kendaraan yang lewat.
dengan perasaan takut yuna terus berjalan, mencari bantuan atau apa saja yang mungkin saja bisa menolongnya.
andai saja aku memegang ponsel, mungkin aku sudah menghubungi panji untuk menjemputku disini yuna bermonolog.
tak terasa ia berjalan sudah sangat jauh tapi sudah berjalan sejauh ini kenapa masih belum ada kendaraan satu pun melintas, ' sebenarnya
ini dimana kenapa sepi sekali, apa karena tengah malam jadi nggak ada kendaraan yang melintas.batinnya
yuna berjalan sambil menangis tak henti henti air matanya mengalir membasahi pipinya, " ya tuhan kenapa nasibku sepedih ini?
saat yuna sedang berjalan, lihat ada kendaraan bermotor dari kejauhan ia merasa bahagia mungkin ia akan minta bantuan pada pengendara itu.
saat motor itu sudah mendekat, ternyata mereka berboncengan...
" sepertinya akan berhenti didepanku....
" hei lo ngapain disini?
ternyata mereka anak buahnya pacarnya putri, yuna langsung berlari menyebrangi mereka. yuna berlari sekuat tenaga untuk mengjindari kejaran mereka.
__ADS_1
walau kaki sudah merasa kaki lemas dan sakit ia memaksakan untuk tetap berlari.
saat yuna menengok kebelakang ternyata mereka terus mengejarnya dan semakin dekat saja, karena mereka menggunakan motor sedang yuna hanya berlari.