Putih Abu Abu

Putih Abu Abu
Part 59


__ADS_3

Pa karim memutar kursi rodanya, menuju kamar rawat yuna. saat sampai depan kamar rawat yuna, pa karim menghentikan kursi rodanya. karena mendengar seperti suara isak tangis.


ya ampun itu pasti keluarganya ibu rosa dan pa hartawan yang tengah terharu melihat yuna tengah sadar dari komanya.


baik sekali keluarga mereka sampai menangis haru padahal yuna nggak ada hubungan keluarga dengan mereka. aku saja udah dirawat


lalu pa karim semakin mendekatkan tangannya untuk membuka pintu, tanpa sengaja ia mendengar penyataan panji, ia menjadi penyebab penderitaan yuna.


bahkan lebih parahnya, anak dari la hartawan adalah orang yang menabrak kami dihari nahas itu, hingga membuat aku berbulan bulan koma, anaknya hidup seofang diri hingga wanita yang selalu menemani aku selalu aku cintai itu pergi untuk selamanya..


lalu selama ini mereka semua berbuat baik hanya topeng saja, hanya untuk menutupi luka dan derita yang sebenarnya telah mereka tebarkan untuk keluargaku.


dadaku rasanya sesak sekali, air mataku sudah tak dapat ku bendung lagi. ya tuhan aku tak kuat dengan kenyataan pahit ini.


saat pa karim berusaha meraih gagang pintu karena sesak menahan rasa sakit didada, tanpa sengaja ia malah jadi mendorong pintunya. hingga braak pintu terbuka dengan terbuka dengan kencang.


semua orang yang ada didalam ruang rawat yuna menoleh kearahku, karena mendengar suara pintu yang terdorong keras olehku.


aku tak kuasa menahan menahan air mataku hingga perlahan aku putar kunsi roda yang aku duduki, menuju ranjang dimana yuna tengah terbaring.


aku memandang marah ke arah anak pa hartawan yang telah mengakui ia menjadi sumber penderitaan anaknya ini.


aku menepis semua orang yang akan mendekat kearah aku, termasuk pa hartawan sendiri aku tepis.


aku kecewe dengan ketidak jujuran mereka semua yang menyembunyikan kenyataan jika istriku telah meninggal. bahkan anakku sendiri ikut berbohong.


hingga membuat hati ini perih, dan aku tak kuasa lagi membendung air mata yang sedari tadi terus mengalir tanpa bisa kucegah, aku menelungkupkan wajahku disamping tubuh yuna.


aku menangis sejadi jadinya, pikiran aku saat ini sudah buntu. melihat anakku terbaring lemah tak berdaya yang baru sadar dari koma. lalu aku sendiri pun tak bisa berjalan bagaimana aku bisa membiayai yuna sekolah joka kondisiku yang tak sempurna seperti ini.


Aku cacat, kakiku tak bisa berjalan. untuk mencari nafkah untuk anakku bahkan untuk diri sendiri saja ia tak mampu, lalu bagaimana aku harus menyekolahkan yuna anakku hingga kuliah.


Pikiran pikiran buruk datang silih berganti dalam kepalaku, dulu saja ia masih normal tidak cacat seperti sekarang ini ia tak bisa memberikan kebhagiaan yang lebih untuk keluarganya.


bagaimana dengan sekarang. aku ingin membawa anakku jauh daru keluarga orang orang munafik ini. orang orang yang justru telah menghancurlan keluargaku.

__ADS_1


tak henti hentinya mereka meminta maaf kepadaku dari bu rosa dan pa hartawan, hingga anaknya yang telah menabrak angkutan umum yang saat itu kami tumpangi.


tak bisa disangka jika makan malam yang mewah itu adalah makan bersama untuk yang terakhir kalinya, bersama istriku tersayang.


aku melihat anak pa hartawan bersujud padaku memohon ampunanku, namun aku masih tak sudi memaafkannya.


Aku pun melihat jika yuna anakku, membela laki laki yang telah menjadi sumber malapetaka dikeluarga kami. sepertinya yuna telah menyayangi keluarganya pa hartawan. dan itu membuat aku sakit hati tak terima jika anakku lebih menyayangi mereka.


Pernyataan yuna yang lebih membela keluarga pa hartawan,membuat aku geram dan segera saja pergi meninggalkan yuna diruang rawatnya.


aku berjalan kembali menuju ruang rawatku, aku sudah tak memiliki semanhat lagi untuk hidup, untuk apa lagi aku hidup, jika istri yang ku sayangi tak ada lagi menemani. anak satu satu yang kumiliki sudah tak menyayangiku lagi dan apalah aku saat ini hanya orang cacat yang tak berguna.


Aaaaaaaargh....... teriakannnya menggema dilorong rumah sakit.


bugh .....


belum sampai ke ruang rawatnya pa karim sudah pingsan karena tekanan yang begitu berat yang saat ini tengah dialaminya.


membuat ia pingsan hingga ia terjatuh dari kurai rodanya.


Astagfirullah pa karim, ucap Niko seorang perawat yang selama ini selalu merawat pa karim.


niko mengangkatnya pa karim ke kursi roda, lalu membawa ke ruang rawatnya.


memencet bel darurat untuk memanggil dokter yang biasa nangani pa karim.


tak lama dokter dan perawat lain berdatangan, loh ini kenapa bisa seperti ini? tanya dokter


seperti pa karim terjatuh dari kursi roda dok, tapi sebelum terjatuh saya lihat pa karim ini berteriak dan menangis lalu terjatuh. jelas niko


dokter mulai memeriksa kondisi dari pa karim saat ini.


* * *


Pa hartawan, setelah berbicara laa dengan yuna dan menjelaskan apa yang harus dilakukan selanjutnya kepada yuna lalu pa hartawan memutuskan, untuk melihat kondisinya pa karim karena yuna meminta pa hartawan untuk melihat kondisi ayahnya. ia sangat khawatir sekali dengan kondisi ayahnya.

__ADS_1


pa hartawan berjalan menuju ruang rawat pa karim. sampai didepan pintu ruang rawat pa karim pa hartawan berusaha menenangkan diri, menarik nafas dalam dalam.


memegang handle pintu dan mondorongnya, namun sudah ada yang menarik kuat pintunya dari dalam.


pa hartawan tercengang mendapatin yang keluar dari ruang rawat pa karim adalah dokter yang biasa menangani pa karim.


'' bapa keluarganya pa karimkan? tanya dokter


'' i-iya dok, ada apa dengan pa karim? ucapnya takut takut, takut pa karim menolak kedatangannya.


'' begini pa, baru saja pa karim terjatuh dari kursi rodanya, dan perawat menemukannya sudah pingsan dilorong rumah sakit.


'' ya tuhan, lalu kondisinya bagaimana dok?


' pa karim sepertinya kembali koma, karena tekanan yang baru saja ia alami.


" kalau boleh saya sarankan, pa karim jangan dulu diberi beban pikiran yang berat sebab ia baru saja sadar dari koma. dan jika kembali koma ini akan berbahaya bagi nyawanya.


' lalu sekarang bagaimana dok?


" saat ini, pa karim masih tak sadarkan diri, jika sampai besok pa karim belum sadarkan diri. maka saya akan lakukan observasi ulang mengenai kondisi terbarunya paska pa karim terjatuh.


mendengar penjelasan dari dokter membuat pa hartawan seperti tak memiliki lagi tenaga, ia menjatuhkan pantatnya dikursi panjang didepan ruang rawat pa karim.ia tertunduk lesu.


" pah, bagaimana papah sudah bicara dengan pa karim, tanya bu rosa yang baru saja datang. dan langsung duduk disamping pa hartawan.


pa hartawan hanya tertunduk lesu. tak menjawab pertanyaan sang istri.


" pah, pah. ... bagaimana? tanya bu rosa penasaran.


" mah .... pa karim baru saja terjatuh, dan sekarang kembali koma jelas pa hartawan.


bersambung.....


hallo reader tercinta maaf ya up nya siangan habisnya kalau bulan puasa gini ngantuk terus aku....reader tercinta jangan lupa dukungannya buat yuna dan panji ya like dan vote nya terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2