Putih Abu Abu

Putih Abu Abu
Part 71


__ADS_3

yu sebelum baca jangan lupa ya dukungannya like, vote, hadiah dan komen. kuy kita mulai.


'' sore mbak cantik, aku pinjem satu kursi rodanya boleh? izin ghani.


'' silahkan ambil aja mas.


'' kalau minta nomor hapenya boleh?


'' ish mas, bikin geer aja. jawab perawat yang sedang jaga.


he he .... ghani terkekeh geli melihat tingkah perawat yang ia godain, wajahnya merah merona seperti kepiting rebus.


'' ya udah dipikirin lagi ya, nanti aku balik lagi. ucap ghani.


ia ngeloyor sambil mendorong kursi rodanya.


masuk ke ruang rawat yuna.


ish.... lama banget sih lo, pasti lo godain perawat yang jaga dulu ya?. kesal panji


ya nama juga usaha sahut ghani. mana tau ada yang iba sama gue trus mau jadi pacar gue.


'' lo segitu nggak lakunya emang. ledek panji.


'' lo harusnya dukung gue, lo nggak sadar lo udah merenggut jodoh gue? drama ghani


'' eleh merenggut, lo pikir nyawa lo hue renggut.


'' emang lo nggak punya hati ji.


'' ya mana ada hati gue buat yuna semua. mana ada buat lo.


melihat perdebatan panji dan ghani, utari dan yuna geleng kepala. ' ini siapa yang mau bantu aku naik kursi roda, teriak yuna.


panji menoleh, '' maaf sayang ni sicurut rese banget orangnya.


panji mengangkat tubuh yuna dan mendudukannya dikursi roda.


'' yu tar, kamu mau kan antar aku ke ruang rawat bapaku?


'' iya na ayo


'' trus aku gimana? tanya panji


'' kamu tunggu disini temenin ghani. sahut yuna


'' nemenin lo, ih ogah gue. ucap panji sambil membuang muka.

__ADS_1


utari beranjak dari kursi mendorong kursi roda yang yuna duduki.


'' berjalan kemana kita na, kanan apa kiri? tanya utari.


'' kanan tar, ruang melati. no 150.


'' ya sudah kuy kita berangkat. ucap utari, sambul mendorong yuna kembali. yuna yang mendengar perkataan utara mengulum senyum.


'' tar, kamu beda ya sekarang?


'' beda bagaimana?


'' Lebih gaul, apa karena sekarang bergaul sama ghani? kalau gara gara kuliah kan nggak mungkin soalnya kan belum mulai.


'' iya juga ya, apa mungkin karena sering ngobrol sama ghani. ucap tari


'' memangnya apa hubungan kamu dengan ghani, selain teman seperti ghani lebih perhatian sama kamu sekarang.


'' masa sih na.? .... aku sih biasa aja nggak ada yang spesial sama ghani.


'' mungkin belum he he he.... ucap yuna terkekeh.


sambil berjalan sambil ngobrol hingga tak terasa udah sampai didepan ruang rawat bapa yuna, '' na sepertinga ini ruang rawat bapamu, beritahu utari.


'' iya nggak terasa udah sampai aja ya tar.


'' sepertinya aku tunggu aja ya diluar, ujar utari.


'' eh jangan nanti aku kenalin sama bapaku,


utari membuka pintu, terlihat seseorang tengah duduk bersandar diranjang rumah sakit.


Assalamualaikum...... ucap yuna dan utari bersamaan.


waalaikumsalam .... sahut pa karim.


yuna anak bapa teriak bahagia pa karim, yuna menghampiri bapanya denga didorong oleh utari, yuna mencium tangan pa karim.


'' bapa apa kabar? tanya yuna.


'' alhamdulillah sudah lebih baik dari kemaren kemaren na.


'' iya pa, kenalin teman aku namanya utari. temen SMU Kemaren pa.


utari menghampiri pa karim dan mencium tangan pa karim.


'' kamu anak baik ya na tari, alhamdulillah yuna berteman dengan kamu yang baik. ucap pa karim.

__ADS_1


'' nak, kenapa kamu pakai kursi roda? tanya pa karim khawatir anaknya lumpuh seperti dirinya.


'' aku nggak knapa knapa pa, aku hanya masih lemes aja pa belum kuat berdiri.


'' alhamdulillah kalau kamu sehat nak, bapa takut kamu seperti bapa.


' bagaimana dengan laki laki yang biasa jenguk bapa?


'' maksud bapa siapa? yuna bingung.


'' ya sudahlah jangan dibahas, ucap pa karim yang tadinya ingin membicarakan panji pada yuna namun urung, karena ada utari hingga pa karim tak jadi membahas soal panji.


yuna pun tak memaksa, karena memang semua butuh waktu. agar pa karim bisa menerima keadaan ini.


'' bagaimana terapi yang sudah dijalani pa, apa ada kemajuan? tanya yuna


'' udah na, sekarang bapa udah sedikit bisa menggerakan kaki kaki bapa walau pun masih sedikit tapi bapa bersyukur ada harapan buat bapa sembuh.


'' amin .... yang semangat ya pa? keluarga papah hartawan itu semuanya baik banget pa sama yuna, kalau bapa nggak percaya bapa bisa tanya sama utari temen yuna.


mamah rosa sudah menganggap yuna seperti putrinya sendiri, hingga sepeninggal ibu yuna tak kehilangan kasih sayang ibu pa.


bahkan yuna sekarang mau didaftarin kuliah pa, namun yuna bingung yuna mau amhil jurusan apa? yuna kesini mau nanya sama bapa. bagaimana baiknya ya pa jurusan apa yang harus yuna ambil.


kalau kuliah kedokteran pasti mahal banget ya pa yuna malu sama papah hartawan. walaupun yuna yakin papah akan setuju sama kemauan yuna.


ada rasa nyeri dihati ketika yuna memanggil orang lain dengan sebutan papah, dan papahnya itu malah bisa mewujudkan impiannya.


ingin rasanya berlari dan berteriak, namun kenyataannya aku tak mamou berbuat apapun jangankan untuk yuna putriku untyk diriku sendiri pun aku tak mampu. batin pa karim


.'' pa bapa .... pa panggil yuna sambil menggoyangkan lengan bapanya.


'' bapa melamun, tanya yuna


'' eh bapa nggak melamun hanya saja berpikir bagaimana bapa bisa membantu kamu, membiayai kuliah kamu nak. ngurus diri sendiri saja bapa nggak bisa.


'' pa, jangan sedih bapa itu sudah banyak berjuang untuk aku.


' jangan berpikiran yang tidak tidak pa, posisi bapa nggak akan sama dengan siapa pun dihidup aku.


ya sudah pa aku kembali dulu ke kamarku ya. ucap yuna berpamitan pada bapanya.


dilorong rumah sakit mereka sudah disambut oleh panji dan ghani.


'' na gimana papah mertua setujukan, tanya panji.


'' setuju apa sih? aku nggak bilang apa apa sama bapa. cuma liat keadaanya aja.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2