Putih Abu Abu

Putih Abu Abu
Part 46


__ADS_3

tring tring tring. ....


Ponsel panji berdering memekakan telinga, panji merogoh ponselnya disaku celana. beranjak dari sofa, dilihatnya layar nampak nama ka Sandi.


" Hallo ka...


" lo lagi dimana,


" dirumah sakitlah


" lo ke apartemen gue sekarang, tapi kan ka-


" lo mau yuna diculik lagi dan lagi, buruan gue tunggu. ajak sekalian temen temen lo.


" siap ka.


" sekarang ka


" tahun depan bego, ya sekaranglah.


Panji mengirim pesan ke teman temannya bersamaan.


" gaes kita ke apartemen ka sandi sekarang, ada yang perlu dibahas mengenai penculikan yuna send to alan, elo, dan ghani.


tak butuh lama mereka langsung menjawab, '' oke gue otewe, ghani menjawab.


setelah memberi kabar ke temannya selesai, panji memasukan kembali ponselnya ke saku celana.


" pah, mah, aku mau ke aparteman ka sandi dulu.


" mau apa lagi nak, nanti kalau mamah pulang yuna sapa yang jagain.


" pah kalau bisa tolong aku dulu, aku dan ka sandi ada misi rahasia.


cie misi rahasia, udah sekelas detectiv aja ya mah pah.


" ya sudah kamu hati hati, ucap mamah.


' iya mah, sahut panji sambil menyalami papah dan mamahnya.


panji berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju tempat dimana motor kesayangannya diparkirkan.


mengambil elm lalu makainya, setelah menstater motornya. ia mulai melajukan motornya kejalanan menuju apartemen sang kaka.


perjalanan sekitar 15 menit panji sudah sampai diparkiran apartemen mewah milik sandi, sandi memang lebih banyak tinggal diapartemen dibandinh dirumah orangtuanya dengan alasan lebih dekat ke kantor.


hingga panji dirumahnya serasa anak tunggal karena, tak ada anak lain selain dirinya.


jarak kelahiran antara sandi dan panji pun cukup jauh.


selesai memarkirkan motor gedenya, panji naik lip untuk menuju ke apartemen sang kaka.


" panji ,panji woy tungguin gue, ucap ghani melambaikan tangannya setengah berlari.


" lo seharian kemana aja sih seharian gue chat boro dibales dibaca aja kaga.


" ngapain lo nyariiin gue?

__ADS_1


" kali lo dapet kabar yuna, lah gue mau nanya sama sapa lagi, kalau bukan sama lu.


" gue dirumah sakit nungguin yuna.


" What " ... yang bener lu jangan halu.


" yeh... lu kali yang halu, gue mah kaga.


" yuna ketemu dimanna?


" dirumah sakit.


bugh...


" jawab yang bener tai, ucap panji sambil memukul bahu panji.


" eh sialan,,,.... gue serius, lo kaga liat muka gue serius..


" bokap gue, nggak sengaja nambrak orang yang udah nabrak yuna. trus mreka cerita cerita panji pun menceritakan detil kejadian papahnya saat menarbrak pa mardi.


" oh begitu ceritanya, untung bokap lu kepo ya. coba kalau kaga kepo. yuna masih belum ktemu pasti.


'' iya walau kondisi yuna masih belum sadar tapi setidaknya dia udah bisa melewati masa kritisnya.


'' bener, ji coba kalau yang nabrak buka pa mardi belum tentu mau nolongin mana itu jalan sepi. pasti kabur ja


'' iya gue juga kepikiran takut keburu yuna dioperasi aja. ' trus kalau yuna udah ketemu mau apa kita ngumpul dimari? tanya ghani


" kita bikin strategi buat ngejebak dalang dari penculikan yuna, kita balas dendam. biar dia jera.


" iya gue setuju ji, loh ko tumben banget si lo pinter nggak kaya biasanya ujar ghani. .


" tuh kan gue bilang apa, lo jadi pinterkan.


'' woy woy panji..... ghani...... lo tungguin, ternyata alan elo.


" lo kemana si aa tamvan, kangen sama lo. lalu mereka tos ala mereka.


" nanti aja ceritanya. mereka berjalan beriringan menuju lip.


setelah sampai dilantai 26 pintu lip pun terbuka dan mereka langsung masuk kamar no 1151. adalah apartemen milik sandi.


" apartemen abang lo mewah banget ya, seneng pasti kalau gue juga punya apartemen kaya gini.


alan pun segera memencet bel,


ningnong...ningnong...ningnong...


bel berbunyi, pintu pun terbuka dan nampak ka sandi dengan seorang perempuan.


" wah apa kita nggak salah masuk ko yang punya suami istri gitu ji.


" itu ka meriska, temennya kaka gue.


setelah berkumpul ka sandi mulai pidatonya,


" langkah pertama bagaimana ka?

__ADS_1


" diakan kenal kaka cuma dia taunya sepupu kamu.


" kita akan jebak dia dan bawa dia ke aparteman.


" maksud kaka, mau dibawa kesini?


" nggaklah kaka sudah sewa apartemen lain gedung sebelah,


" nah lo semua tungguin kaka disana.


kita buat dia mengakui semua perbuatannya dan yang pasti dia akan membayarnya dengan sangat mahal. karena berni main main dengan keluargaku.


sandi mulai mengirim chat kepada putri.


" ( hallo cantik, jadikan kita ktemuan. mumpung aku lagi ada free.


" ya jadi dong, aku mau sebentar lagi otewe.


" kita ktemuan dimana nih cantik?


" dicafe black. jam makan siangkan.


putri segera bersiap dandan yang auper cantik dan modia, setelah semua dirasa sempura ia segera memilih tas yang sesuai dengn dres navi yang ia pakai, lalu mangambil ponselnya memasukan kedalam tas.


segera menjalankan mobilnya menuju cafe black, seperti yang dimaksud oleh sipengirim pesan.


perjalanan yanh ditempuh sekitar dua puluh manit karena tak terlalu jauh dari rumah putri.


setelah sampai di cafe tersebut putri langsung menuju toilet, ia menatap pantulan dirinya dicermin toilet terlebih dahulu.


megeluarkan lipstik lalu, sedikit tuch up kembali bibirya agar semakin sempurna.


setelah merasa penampilannya sempurna, ia mulai membuka pintu toilet, melangkah keluar dari toilet.


mencari tempat duduk yang masih kosong, karena kebetulan dijam makan siang seperti ini, meja meja didalam cafe hampir penuh.


lalu putri, memanggil pelayan dan memesan minuman, mengeluarkan ponsel, untuk masuk kedalam chat roomnya bersama sitamvan.


'' aku dimeja paling pojok memakai dres navi send cute.


siputri mesem mesem sendiri kaya orang gila, saking senengnya bisa ngedate sama sitampan dan kaya raya dia mengabaikan rasa malunya.


panji yang sebenarnya, sedang melihat percakapan putri dan sang kaka dia merasa kesel nggak nyangka jika putri semurahan itu, pantas saja di sosor mulu aki aki aja mau gampangan banget, nyesel gue pernah cinta sama dia, batinnya.


'' buruan deh ka, ketemuan sama ***** aja dandannya lama bener. kesal panji.


menatap sang kaka yang tengah berdiri depan cermin memantaskan penampilannya.


" ngga sabaran banget pengen ketemu sama mantan, cie cie ada yang kangen kayanya.


" ih najis, ngapain gue kangen sama ***** bekas dicipokin om om ih jiji gue. .


bugh...


" udah sih nggak usah ngomel, ucap alan sambil menimpuk panji dengan bantalnya


ha ha ha....

__ADS_1


mereka semua terbahak melihat tingkah konyol panji yang dinilai kekanak kanakan.


__ADS_2