
''Akhirnya setelah satu bulan mempersiapkan segala persiapan pernikahan dari mulai undangan gaun pengantin serta wedding organizer, akhirnya hari bahagia pun tiba.
Esok pernikahan ka sandi akan digelar dihotel yang megah, acara pagi hari untuk akan sedangkan resepsi diadakan pada malam hari.
semua persiapan telah rampung, mamah sendiri yang mempersiapkan dibantu oleh teman teman sosialitanya.
semua anggota keluarga telah dipersiapkan dengan seragam masing masing.
termasuk yuna yang saat ini tengah memandangi kebayanya yang berwarna biru dongker. senada dengan yang dipakai seluruh keluarga.
'' na, yuna... panggil mamah...
'' iya mah.... sahut yuna.
yuna keluar menghampiri bu rosa yang tengah menunggunya.
'' ya mah, ada apa?
terlihat bu rosa sedang duduk disofa tak menoleh sepertinya ia sedang fokus akan sesuatu.
'' ini buat kamu pakai besok kamu coba dulu dech...
yuna memutar kursi penasaran.
yuna duduk dihadapan bu rosa yang tengah m3milih perhiasan milik sahabatnya.
'' perhiasannya banyak banget mah....
'' iya ini tante rima kan jual perhiasan, ' kamu pilih gih satu set buat besok. kamu kan belum punya perhiasan.
'' nggak uah deh mah, yuna nggak usah pake perhiasan juga udah cantik. he he ...
'' dih....pede banget, ucap mamah rosa.
bu rosa membolak balik satu kalung berlian, '' ini kayanya cocok buat kamu na. ''
'' sini sini .... coba pake dulu.... titah bu rosa.
'' tapi mah,.... yuna enggan mencobanya.
'' nggak usah tapj tapi... ayo sini.
yuna beranjak bergeser duduj disamping bu rosa.
bu rosa memasangkan kalungnya,
'' ih cantik banget na. kamu mau yang mana ini atau ini tanya bu rosa.
'' mana aja mah, terserah mamah.
__ADS_1
'' ih kamu ko gitu sih.
melihat bu rosa yang sebegitu sayang dan perhatiannya sama yuna, pa karim merasakan sangat bahagia.
bahkan ia sebagai orangtua kandung yuna pun semenjak yuna lahir belum sekali pun membelikan yuna perhiasan.
ia hanya pernah membelikan yuna anting anting tindik saat yuna baru lahir.
sedih rasanya sebagai orangtua yang seharusnya membahagiakan anaknya memenuhi semua kebutuhan anaknya malah penderitaan yang ia beri.
bahkan untuk bekal sekolah pun yuna harus berjualan ikan asin dulu baru ia memiliki uang jajan sekolah.
namun yuna anak penurut dan baik, ia tak pernah sekali pun mengeluhkan kondisinya kepada siapapun justru jika sepulang sekolah ia sering membantu ibunya berjualan hingga petang.
sedih memang jika mengingat masa kecil yuna yang serba kekurangan.
tapi melihat kebahagiaan yuna saat ini aku sangat bersyukur melihat yuna yang bersih sudah seperti anak orang kaya saja.
walau ia dapatkan bukan dari aku sebagai orangtua kandungnya aku sangat bersyukur.
'' pa ..... panggil seseorang sambil mengejutkan pa karim.
'' eh nak sandi, ucap pa sandi.
'' melamun saja pa, tanya sandi.
'' nggak nak, bapa sedang melihag yuna bersama ibu rosa yang akrab banget. bapa terharu melihatnya.
'' loh ko sedih pa? tanya sandi heran
'' sedih karena bapa belum bisa jadi bapa yang baik buat yuna. bapa belum bisa memberi kebahagiaan buat yuna.
hanya kesedihan dan kesusahan yang selalu ia rasakan saat dulu bersama kami orangtuanya.
namun disini ia mendapatkan yang tak ia dapatkan bersama kami orangtuanya.
'' bapa jangan sedih, kami sekeluarga menyayangi yuna semenjak yuna datang kesini, kami sudah menganggap yuna bagian dari keluarga kami.
apalagi mamah paling antusias karena mamah ingin sekali memiliki anak perempuan, dulu mamah sempat hamil dan melahirkan anak perempuan. namun hanya dua minggu setelah itu meninggal.
maka sejak itu mamah amat bersedih, namun setelah kehadiran yuna seketika dunia mamah berubah menjadi berwarna.
bahkan adikku yang semula nakal tak pernah belajar dan jarang pulang kini menjadi berbanding terbalik ia menjadi betah dirumah rajin belajar, bahkan kami tak pernah lagi melihat dia keluyuran.
'' banyak sekali berkah yang didapat setelah yuna hadir dirumah ini, kami sangat bersyukur memiliki keluarga baru, seperti yuna dan bapa.
Pa karim, meneteskan air matanya mendengar setiap penuturan sandi.
'' bahagia sekali jika memang kehadiran kami ditengah tengah keluarga ini membawa berkah yang baik.
__ADS_1
semoga keluarga kita akan selalu dilindungi oleh Allah dan dijauhkan dari perkara buruk.
'' amin..... semoga ya pa...
' oh ya bagaimana pa rencana bapa sama papah buat perkebunan sayurannya, apa sudah menemukan tempat yang tepat?
'' belum nak, bapa masih harus mencari lahan yang bagus dan tentunya bapa belum punya modal. jelas pa karim.
'' bagaimana jika kita cari didaerah garut saja pa, disana suhu udaranya cocok untuk menanam sayur mayur.
saya sepertinya ada teman yang tau tentang kontur tanah.
'' boleh juga nak, loh tapi kan nak sandi mau nikah besok tentunya setelah nikah pergi bulan madu, jelas pa karim.
'' ha ha ha.... sandi terbahak... bapa tenang saja nanti bapa akan pergi bersama teman saya. ia akan mengatur semuanya.
'' benarkah,.....
'' wah seru nih sepertinya sampai terbahak gitu kamu san.....
papah ikut menimpali mendengar sandi tertawa saat ngobrol bersama pa karim.
" sepertinya udah larut tak baik calon pengantin tidur malam malam, ucap pa karim memberitahu sandi.
dilihat benda yang melingkaf ditangannya, menunjukan pukul 12 malam.
'' benar pa sepertinya kita harus mulai tidur, ajak sandi.
sandi berpamitan untuk tidur kepada pA hartawan dan pa karim yang masih saja membahas soal berkebun.
sepertinya papah hartawan pun mulai tertarik untuk berkebun mengingat usianya yang tak lagi muda.
nampak rumah memang sudah sepi semua sudah terbang ke alam mimpi.
sandi masuk ke kamar panji karena semua kamar dirumahnya sudah terisi penuh oleh sanak saudara jauh yang datang dari luar kota untuk menghadiri pernikahan sandi.
pagi hari dikediaman p hartawan dan bu rosa sudah riuh dengan persiapan keberangkatan sandi ke hotel.
untuk mempelay perempuan sudah berada dihotel semenjak kemaren, agar memudahkan persiapan bu rosa Memberikan untuk anak pertamanya.
jeni hanya ditemani oleh, saudara sepupunya serta paman dan bibinya yang hubungan kekerabatannya pun sudah sangat jauh.
karena jeni anak semata wayang sedangkan orangtuanya meninggalkannya ketika masih duduk dibangku SMP, orangtua jeni meninggal karena kecelakaan saat pulang dinas luar kota bersama sang istri.
kebetulan jeni saat itu tak ikut bersama orangtuanya ia lebih memilih membantu bibi vida diyayasan, ia suka bermain dengan anak anak asuh diyayasan bibi vida.
hingga orangtuanya pergi bibi vida itulah yang merawat serta membesarka jeni hingga kuliah diluar negeri.
bersambung..
__ADS_1
jangan lupa dukungannya ya reader, buat nnovel pertama aku. dengan like, komen, vote serta hadiahnya ya. terima kasih reader tersayang