Putih Abu Abu

Putih Abu Abu
Part 61


__ADS_3

Tring.... pintu lip terbuka


melihat seseorang yang berada didalam lip.


'' hei .... dasar penipu, beraninya kau jebak gue ya. ucap putri berteriak sambil berusaha menyerang jeni.


jeni berjalan keluar lip, sambil tersenyum sinis mengerdikan bahu. menghampiri sandi lalu berdiri disamping sandi.


sandi dengan tatapan puas melihat putri yang tangannya sudah diborgol, merangkul bahu jeni dan tersenyum seolah mengejek putri.


putri yang melihat itu ia tak terima diperlakukan seperti itu oleh mereka,


'' lo berdua tunggu pembalasan gue ujar putri.


'' gue tunggu lo keluar dari penjara. sahut sandi.


' udah pa bawa aja, takutnya nanti dia bakar apartemen ini.


putri yang meronta ronta menolak untuk dibawa ke kantor polisi. namun tenaganya tak sebanding dengan dua orang polisi yang memegang erat tangannya.


'' permisi pa maaf, ' ucap sandi menahan polisi agar berhenti sebentar.


'' ada apa ya?


'' ada sedikit yang harus saya sampaikan kepada dia ujar sandi menunjuk putri dengan dagunya.


mata putri terbuka lebar seolah ingin menerkam sandi, menelan bulat bulat.


'' gue lupa sampaikan sesuatu sama lo. kemaren lo pingsan panjang udah gue panggil dokter untuk periksa lo, dan hasilnya ternyata lo hamil. lo tinggal cari siapa bapanya. ucap sandi sambil menepuk bahu putri.


mendengar perkataan sandi, putri yang sedari tadi menggebu gebu. seketika jatih luruh kelantai bagaikan tak bertulang. .


jatuh duduk lemas dilantai, '' bagaimana ini kenapa aku bisa hamil?


hancur sudah hidup dan masa depanku batin putri.


tak terasa air matanya mengalir tak dapat dibendung lagi. putri menangis dalam diam


'' kenapa menyesal lo?, inget dulu pas lagi bersenang senang. ucap sandi


sandi kembali berdiri disamping jeni sambil merangkul bahu jeni, setelah berkata kata kepada putri.


putri berdiri dibantu oleh kedua orang polisi yang sedari tadi memeganginya, dengan langkah gontay putri mengikuti para polisi itu naik mobil yang akan membawanya ke dalam sel.


tak lama putri sudah sampai dikantor polisi dan ia mulai turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam kantor polisi.


putri berjalan mengikuti polisi yang sedari tadi memeganginya dan saat ini selalu menarik tangannnya.


putri dibawa masuk menuju sel untuk sementara selama kasusnya masih dalam proses sidang.


putri berjalan melalui lorong ruang BAP dan sel untuk pria, putri berjalan tanpa menoleh kanan ataupun kiri ia berjalan lurus dengan tatapan kosong penuh kesedihan.


" Baby " panggil seseorang


putri mengedarkan pandangannya mencari tau siapa yang memanggilnya,


saat ia menoleh ke arah sel pria,

__ADS_1


" Barri " ucap putri terkejut.


ia ingat yang tadi sandi katakan saat ia akan dibawa oleh polisi polisi ini.


" pa, saya permisi ingin berbicara sebentar dengan pria itu, izin putri.


" boleh hanya 5 menit saja.


" makasih pa


polisi yang akan mengantar putri melepaskan tangannya dari pegangan.


" baby aku kangen sekali, ujar barri dengan mata berbinar melihat putri.


' kamu ko bisa ada disini? tanya barri.


bukannya menjawab, putri malah menangis bari yang melihat itu terkejut karena wanita kesayangannya tengah menangis.


" loh kenapa malah nangis, tanya barri.


" a- aku hamil,......


" apa hamil ," ucap bari terkejut.


kalau hamil nggak apa, aku akan menikahimu. kan sudah berulangkali aku memintamu untuk menikah denganku.


ucap bari sambil mengusap surai rambut panjang putri.


" jadi kamu datang kesini, untuk bilang jika kamu tengah hamil. tanya bari.


" putri menggeleng,


" lalu kamu mau apa kesini baby.


" a - aku ditangkap polisi,


" hah ko bisa?..... ucap bari terkejut


" aku dijebak oleh sandi sepupunya yuna, mereka merekam pembiraanku dengan jeni yang aku kira jeni adalah temanku ternyata dia adalah orang suruhan sandi.


'' jadi sekarang kamu dipenjara baby?


putri mengangguk, tertunduk dengar air matanya yang tak lagi dapat terbendung.


bari mengepalkan tangannya, kurang ajar memang. ucapnya sambil menggebrak meja kunjung.


'' waktunya habis, ujar sipir yang sedari tadi ada dibelakang mereka. sambil menarik tangan putri untuk dibawa ke sel wanita.


bari sungguh tak tega melihat wanita kesayangannya yang ia lindungi sekarang mengikutinya tinggal dipenjara.


'' pa boleh saya pinjam telpon, tanya bari.


'' silahkan tapi jangan terlalu lama.


' iya pa, makasih.


bari menelpon seseorang untuk membuat perhitungan dengan sandi.

__ADS_1


* * *


Ditempat lain, sandi tengah berbahagia karena berhasil menjebak putri dan menjebloskannya kedalam penjara sesuai kesalahannya.


sandi tengah duduk sambil merokok dibalkon apartemennya, dengan senyum yang selalu mengembang dibibirnya.


'' ayo makan, ajak jeni yang telah menyiapkan makan untuk mereka berdua.


sandi beranjak dan mengikuti jeni masuk kedalam, melihat jeni yang lihai menyiapkan masakan setelah selesai memasaknya terlebih dahulu.


kalau dilihat lihat kamu itu cantik, menarik dan enerjik batin sandi.


' jangan dipandang lama lama, nanti kami terpesona loh. ucap jeni tanpa mengalihkan pandangannya dari menata makanan.


sandi yang sadar akan ucap jeni ia tersenyum dan menghampiri jeni dimeja makan.


'' sepertinya enak ni, ucap sandi.


'' duduk jangan hanya dipandang.


'' diambilin dong, pinta sandi


'' jeni yang sudah akan duduk dikursi makan mengurungkan niatnya. lalu mengambil piring yang ada dihadapan sandi.


'' mau apa? tanya sandi


'' ikan saja sama sayur, nasinya sedikit saja.


setelah mengambilkan makanan jeni duduk kembali memakan makanannya.


'' enak juga ya kalau punya istri, ada yang nemenin makan, ada yang masakin dilayani pula. uh nggak kebayang indahnya.


'' makanya kamu cari istri dong biar ada yang masakin ada yang melayani juga. sahut jeni


'' kamu mau nggak jadi istriku, tanya panji.


blusshhh.... wajah jeni merah bak kepiting rebus. jeni jadi salah tingkah mendengar pernyataan sandi.


namun ia berusaha menetralkan parasaannya nggak mau jika ia dikerjai sahabatnya.


'' udah sih makan aja nggak usah pake bercanda. ntar keselek loh.


'' aku nggak bercanda aku serius, '' sandi melihat jika jeni tengah salah tingkah apalagi dengan wajah merahnya jeni semakin menggemaskan buat sandi.


' aku baru sadar, jika jeni ini ternyata lucu dan cantik sekali. batin sandi.


'' ish.... udah deh aku hapal banget tipemu, udah deh kamu nggak perlu nge prank aku begini. jika kamu nggak berhenti godain aku, aku nggak mau lagi bantu kamu. kesal jeni.


'' his, siapa yang nge prank kamu. aku benar benar serius, aku nggak pernah seumur hidupku seserius ini. ucap sandi sambil menatap manik mata coklat milik jeni.


jeni yang mendapat tatapan seperti itu dari sandi semakin panas dingin dibuatnya, mukanya semakin merah padam.


' a- aku mau pulang, jawab jeni terbata bata.


ya tuhan tolong selamatkan aku dari situasi seperti ini, aku nggak sanggup lagi melihat matanya, batin jeni. sambil mulai beranjak dari kursinya.


namun ditahan oleh sandi.

__ADS_1


bersambung...


hallo reader tercinta jangan lupa dukungannya ya buat yuna dan panji.


__ADS_2