Putih Abu Abu

Putih Abu Abu
Part 103


__ADS_3

'' Sayang bagaimana bisa tadi ngobrol sama putri ? " tanya panji.


" tadi aku tak sengaja ketemu putri saat nunggu kamu ambil obatku. "


" sepertinya dia sekarang sudah lebih baik, dari sebelumnya "


" iya, putri tampak cantik dan segar seperti kehidupannya jauh lebih baik di banding dulu saat ia menjalin kasih dengan barri. "


" iya semoga begitu, mungkin putri juga akan lebih positif thinking jika di dampingi oleh orang yang baik. jujur aku masih trauma saya melihat putri aku takut jika ia akan menyakitimu lagi. '' lirih panji.


" sepertinya putri sudah benar benar berubah, dia jauh lebih ramah saat berbicara denganku tadi. '' ucap yuna menenangkan.


'' iya semoga saja. ."


tak lama yuna sudah sampai di rumah, panji menggendongnya saat turun dari mobil.


karena panji sangat khawatir jika terjadi apa apa dengan yuna.


sampai di kamar mereka panji merebahkan yuna di tempat tidur lalu menyelimuti tubuhnya dengan selimut hingga ke dadanya.


" aku ambil bubur dulu ya di mobil kamu kan harus makan obat, " ujar panji.


" aku pengen nasi aja sama sayur mas. "


" sekarang bubur aja kamu kan belum pulih bener biar ususnya nggak kaget. " ucapnya


sebelum pulang ke rumah panji mengempafkan membeli bubur ayam di rumah. karena di rumah hanya ada si sri belum yakin sri bisa bikin bubur atau nggak panji nggak mau ambil resiko ia memutuskan untuk membeli terlebih dahulu.


selesai mengambil bubur di mobil, bayu menyuapin yuna. bubur satu mangkok hingga tandas di makan berdua, " mas "


'' hmm " tolong bilang sama sri suruh masak nasinya agak lembek aja di magicom yang kecil, khusus buat aku.


" iya nanti aku bilang sama sri. sekalian dia suruh belanja aja aku liat di kulkas udah nggak ada stok makanan. " ujar panji


" ya ampun mas aku lupa. " yuna menepuk jidatnya sendiri.


yuna menurunkan kakinya akan beranjak dari ranjangnya, saat mulai akan melangkah tangannya ditahan oleh panji.


" mau ke mana? " tanya panji


" mau ambil list belanjaan, trus mau bilangin sama si sri biar belanja. " tuturnya.


" udah diem aja biar aku panggil si sri ke sini. " sahut panji. mulai beranjak dari kursi keluar kamar.


sampai depan pintu kamar ia berteriak memanggil sri.

__ADS_1


" SRI...sri... " panggil panji.


" saya tuan, '' sahut sri.


bergegas ia naik ke lantai atas menemui tuannya,


'' saya tuan, maaf tuan panggil saya "


'' sini sri, " perintah yuna


" sri kamu ke super market ya belanja, ini list belanjanya dan ini uangnya. kamu minta anter mang udin aja biar ada yang anterin kamu. "


sri menerima list dan uangnya yang diberikan oleh yuna, '' kalau gitu, sri pamit dulu ya nya. ''


sri berlalu meninggalkan kamar yuna untuk belanja.


yuna celingukan ke kanan dan kiri mencaru keberadaan panji, " mas " panggil yuna.


tapi nggak ada yang nyautin, '' perasaan tadi masih di kamar aku nggak liat mas panji kluad kamar kayanya. "


yuna mulai berdiri, berniat mencari panji ke balkon. terlihat panji duduk di balkon, yuna berjalan pelan menghampiri panji.


duduk di sofa yang masih kosong menatap dalam wajah panji yang sedang tertidur di sofa.


nggak terasa ya mas, kita sudah hampir memiliki tiga junior. rasanya aku baru kemaren menangis benci melihat kamu. saat kecelakaan itu tapi justru sejak hari itu aku tak pernah jauh dari kamu.


tapi panji mendengar jelas setiap perkataan yuna


" amin " sahut panji dengan mata yang masih terpejam. " iiihhh... maaasssss kamu tuh ya ngerjain aku mulu sih. '' teriak yuna melempari panji dengan bantal yang ada di sampingnya.


panji terbahak melihat tingkah yuna, yang malu ke tauan lagi ngomong sendiri.


" aku nggak ngerjain kamu sayang, aku dari tadi duduk di sini dengan mata terpejam. kamu yang datang nyamperin duduk di deket aku lalu ngomong sendiri. ''


'' tapi kamu sengajakan, pura pura tidur "


" aku nggak pura pura tidur memang aku ke tiduran namun belum sampe pules eh kamu udah ngomong gitu ya udah diem aja dengerin dulu takut ganggu. '' ujar panji.


'' ih ngeselin sih kamu. ''


yuna beranjak meninggalkan panji masuk ke kamarnya, merebahkan tubuhnya di ranjang king size miliknya.


panji mengikuti yuna ia pun merebahkan tubuhnya di samping yuna menghadap ke wajah istri ke sayangannya itu.


'' ih kamu udah nggak usah liatin aku, '' kesal yuna.

__ADS_1


'' sayang jangan marah marah gitu nanti bayinya denger mamahnya marah marah gitu, '' ucap panji.


ya udah bobo aja yuk, mumpung anak anak lagi nginep di rumah mamah.


beberapa menit kemudian yuna dan panji sudah tidur lelap sambil berpelukan dengan damai.


* * *


sedang di tempat lain, putri nggak bisa tenang setelah pertemuannya adi dengan yuna dan panji.


'' gue harus ngapain biar gue harus bisa masuk di kehidupan keluarga yuna, lalu setelah itu gue bisa kembali deketin ayang beib gue.


gue harus cari tau dulu tempat tinggal dan kegiatan semua keluarganya, gue yakin kalau keluarganya tau gue nggak akan di izinin deket dengan yuna, apalagi panji.


ah persetan dengan keluarganya yang terpenting buat gue bukan keluarganya tapi orangnya. kalau soal harta gue bisa dapatin dari suami gue yang sekarang tapi buat soal cinta dan kebahagiaan aku tak memilik itu.


gue ngerasa hidup gue hampa, walau punya suami kaya, tampan, baik juga iya. nggak ada kurangnya hidup gue.


yang kurangnya gue nggak cinta sama dia seperti apapun dia gue tetap nggak bahagia,


tiba tiba putri tersenyum ia memiliki ide cemerlang untuk bisa berhubungan kembali dengan panji.


* * *


tak terasa kandungan yuna menginjak bulan ke enam semua berjalan normal dan semestinya,


panji dan yuna hari ini rencananya akan pergi ke mall untuk belanja kebutuhan babynya yang akan lahir beberapa bulan lagi.


walau ia sudah memiliki anak sebelumnya tapi tetap saja ada sebagian kebutuhan yang harus di beli walau tidak semua karena ada bekas kakanya nala dan nathan.


'' pagi mamah pagi papah,.... '' sapa si kembar nala dan nathan bersamaan.


mereka mulai sarapannya masing masing,


" mah ko tumben sih, rapih banget mau kemana ,? tanya nala ''


'' mamah mau ke mall, mau belanja kebutuhan adik bayi ada sebagian yang kurang. "


" mamah aku ikut ya '' pinta nala


" aku juga mah. '' ucap nathan.


'' boleh, tapi habiskan dulu sarapannya lalu setelah itu kalian ganti baju ya. '' ucap yuna.


'' hore asik kita jalan jalan, udah lamabanget kita nggak jalan mah. aku setiap jalan jalan pasti sama opa dan oma. aku kangen banget deh sama jalan sama papah dan mamah.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2