Putih Abu Abu

Putih Abu Abu
Part 67


__ADS_3

Seperti biasa ya, sebelum baca jangan lupa dukungannya untuk novelku vote, like, komen, dan hadiahnya jangan lupa.


'' yang sabar ya bu, ucap dokter.


'' setelah minum bu dina sudah mulai tenang.


setelah tenang kembali bu dina, memutuskan untuk masuk melihay keadaan putri.


sesampai diruang rawat putri, bu dina duduk disamping ranjang putri. ia memandangi putrinya yang begitu memprihatinkan.


hiks hiks hiks.... put kenapa harus begini, ucap bu dina lirih.


* * *


Ditempat lain, pa karim sudah sadar kembali dari koma yang kedua kalinya.


perawat yang menjaga pa karim, memberi kabar pa hartawan.


'' hallo selamat siang, dengan pa hartawan?


'' iya saya sendiri, ada apa ya?


'' ini pa kami mau mengabarkan jika pa karim sudah sadar dari komanya.


dan sepertinya ia mencari anggota keluarganya.


'' oh iya, terimakasih buat kabarnya. saya akan segera ke rumah sakit.


pa hartawan memutuskan sambungan telponnya, ia bergegas mencari keberadaan istrinya.


terlihat bu rosa tengah berada didapur, menyiapkan masakan.


'' mah, '' panggil pa hartawan.


'' iya pah, ada apa? tanya bu rosa. karena nggak biasanya sang suami masuk ke dapur.


'' mah, kita ke rumah sakit sekarang. ucap pa hartawan.


'' loh kenapa pah? bukannya kita baru pulang


' baru saja ada kabar dari pihak rumah sakit.


bu rosa memandang penasaran pada suaminya dengan perasaan takut terjadi sesuatu yang tak diharapkan.


'' kabar mengenai pa karim, ada kabar apa jika pa karim sudah bangun dari komanya, kita harus segera ke rumah sakit kasihan pa karim nggak ada yang nemenin.


' iya ayo, sebentar mamah siap siap dulu pah.


'' papah juga belum mandi mah, mandi dulu aja sepertinya.


'' iya sudah pa, ucap bu rosa sambil menyudahi kegiatannya di dapur.

__ADS_1


menuju kamarnya untuk bersiap siap pergi ke rumah sakit.


pa hartawan bergegas pergi ke kamar tamu untuk mandi disana, tak lama mereka selesai mandi dan bersiap.


'' mbo bubur yang saya tadi buatkan tolong disiapin ya.


'' loh, mamah bikin bubur? tanya pa hartawan


'' iya pah, buat yuna sama pa karim. kasian makan. makanan dari rumah sakit terus.


pa hartawan tersenyum melihat istrinya yang begitu baik.


'' sudah nya, sudah saya masukan kedalam rantang. jadi dua rantang nya.


'' iya, makasih mbo. ucap bu rosa.


pa hartawan, dan bu rosa berangkat dengan mobil suv milik pa hartawan. hanya dalam waktu 20 menit mereka sudah sampai dirumah sakit, karena perjalanan yang lengang.


mobil segera masuk kedalan parkiran, segera masuk menyusuri lorong. masuk ke ruang rawat yuna terlebih dulu.


ceklek.... bu rosa membuka pintu... tampak panji sedang duduk disofa. ia nampak terkejut melihat mamahnya yang baru pulang tapi sudah kembali lagi.


'' loh, mah pah ! kenap sudah kembali lagi ke rumah sakit, tanya panji.


'' mamah barusan ditelpon sama pihak rumah sakit, katanya pa karim sudah sadar dari komanya.


' mamah sama papah berniat nemenin pa karim kasian.


'' benar kamu melakukannya? tanya pa hartawan meyakinkan anaknya.


'' iya pah, bukqn papah dan mamah yang harus mohon maaf ke pa karim demi aku. tapi memang aku lah pelakunya, jadi harus aku yang bertanggung jawab minta maaf.


pa hartawan menepuk pundak anaknya.


'' papah dukung keputusanmu, papah bangga sama kamu na.


'' makasih pa, aku juga minta sama papah dan mamah karena selama ini belum bisa jadi anak yang baik. .


' tapi sejak hari ini aku janji nggak akan bikin onar lagi. ucap panji sambil mencium tangan mamahnya. yang dibalas pelukan oleh bu rosa.


'' mamah bangga sama kamu nak, ucap bu rosa dengan air matanya yang berlinang..


'' ya sudah mah, aku pergi dulu ke kamar rawat pa karim. doain aku ya mah, pah, biar aku diberi maaf sama pa karim.


'' ya sudah, bawa ini. ucap bu rosa.


'' apa ini mah? tanya panji.


'' ini bubur, sengaja mamah buatkan untuk pa karim dan yuna. kamu suapin pa karim ya siapa tau dia luluh.


'' tapi jika pa karim belum memaafkan. jangan kamu paksa, tunggu hingga pa karim bisa menerimamu dengan hatinya. ucap pa hartawan.

__ADS_1


'' iya pah


Panji bergegas pergi ke ruang rawat pa karim, membawa rantang yang berisi bubur buatan mamahnya.


melihat perjuangan, anaknya yang semangat untuk mendapatkan maaf dari pa karim, ia begitu bangga dan terharu dengan apa yang dilakukan oleh anaknya.


semoga berhasil nak, gumam pa hartawan yang nyaris tak terdengar.


panji berjalan menyusuri lorong rumah sakit, dengan hati dan perasaan yang tak menentu namun ia berusaha untuk menahan segala ketakutan yang ada dalam hatinya.


langkahnya terhenti saat sudah berada didepan pintu ruang rawat pa karim, dengan tangan yang bergetar dan hati berdegup kencang.


tangannya menggapai gagang pintu mendorong perlahan, terlihat pa karim yang tengah berbaring diranjang pesakitan.


dengan langkah yang berat panji mengayuhkan langkah kaki mendekati pa karim.


saat tepat disamping ranjang, panji menghentikan langkahnya.


'' As- assalamualaikum pa..... ucap panji terbata bata.


'' waalaikumsalam salam sahut pa karim tapi masih dengan pandangan yang lurus belum menoleh ke arah pa panji.


perlahan pa karim melihat ke arah panji. '' masih berani kamu menapakkan wujudmu? hardik pa karim, dengan napas yang memburu.


'' ma- maafkan saya pa, jika bapa tak suka dengan kedatangan saya.


saya disini mau minta maaf atas kesalahan saya, yang telah membuat bapa kehilangan istri bapa.


' saya sungguh tak sengaja melakukan itu, saat itu saya mengendarai mobil dalam keadaan ngantuk, karena saya habis acara api unggun dipantai.


saya memaksakan diri untuk mengendarai dalam keadaan ngantuk, maafkan saya karena kecerobohan saya sudah sangat merugikan bapa dan keluarga.


ucap panji lirih, berusaha menjelaskan kejadian sebenarnya.


mendengar penjelasan panji yang panjang lebar, pa karim tak kuasa menahan tangisnya.


memegangi dadanya yang terasa sesak seperti terhimpir ribuan batu. karena menahan pilu.


'' kamu tau ? sesaat sebelum kamu menabrak mobil yang saya tumpangi, kami tengah berbahagia baru merayakan pesta ulang tahun yuna yang ke tujuh belas.


'' baru sekejap kami melihat tawa lepas dari putri kebanggaan kami. tapi kenapa kamu renggut semua kebahagiaan kami, dan kamu toreh luka yang begitu dalam dihidup kami. ucap pa karim dengan menggebu gebu dan air matanya yang tak henti mengalir.


'' apa kamu bisa mengembalikan kebahagiaan putriku, keceriaan putriku?


jika yang kau torehkan hanya luka lebih baik kau tinggalkan kami,


ucap pa karim


'' tidak pa, aku takan pernah meninggalkan bapa da yuna. setelah aku menorehkan luka yang dalam, maka aku akan menggantinya dengan kabahagiaan.....


bersambung

__ADS_1


__ADS_2