
Sore harinya Panji sudah pulang seperti biasa bersama Sandi kakaknya,
'' Papah " teriak Nala dan Nathan yang berlarian menyambut Panji yang baru pulang kerja Nathan melompat ke pangkuan Panji, seketika Panji menangkap dan menciumnya putranya.
Sandi melihat jiak Nala mengerucutkan bibirnya marah karena Panji menggendong Nathan,
Sandi menghampiri keponakan Cantiknya, " Ini kenapa ponakan Cantiknya Pak de cemberut begini ? tanyanya sambil merentangkan tangannya agar Nala berlari ke pangkuannya.
'' Pak de tadi di sekolah aku ada tante yang ngajak aku jalan deh.''
Panji yang mendengar cerita Nala segera ia menghampiri Nala yang tengah di gendong oleh Sandi.
" Tantenya siapa yang datang ke sekolah Nala? tanya Panji.
" Tante yang waktu itu ketemu di tempat mainan pah, tadi aku nggak mau di ajak main tapi tantenya maksa aku sama Nala tangan aku di tarik - tarik pah. ''
" iya pah, tangan Nala tadi di tarik sama tante itu tapi untungnya ada om Andri datang. eh si tantenya takut sama om andri trus pergi deh. '' jelas Nala
'' Iya sayang nanti lagi kalau ada orang asing ngajak ngobrol jangan di tanggepin ya bahaya, bilang saja sama ibu guru atau security ''
jelas Panji
'' Nekat banget tuh orang. '' gumam Panji.
'' lo sih, punya mantan gila gitu. pilih perempuan jangan cuma cantik doang tapi harus waras. '' ujar Sandi melewati Panji yang tengah menggendong Nathan.
'' Memangnya tante yang tadi itu gila ya pak de " tanya Nala.
'' hmm... pak de denger kata orang sayang belum pasti, yang pasti Nala nggak boleh ikut sama sembarangan orang ya. '' ucap Sandi
" Siap pak de '' ujar Nala sambil meletakan tangannya di alisnya seperti hormat.
" Dih. ponakan pak de udah pinter aja sih tau dari mana hormat kaya gitu. ''
'' Ada dech '' ucapnya Nala
'' Dih udah maen rahasia sama pak de. '' ucap Sandi seraya mencubit hidung Nala pelan.
'' Ada oma sama opa di sini Nal? tanya Sandi
" Iya pak de, oma sama opa mau nginep di sini sampe mamah lahirin adik pak de. jelas Nala
__ADS_1
" Wah seru dong pak de ikutan boleh, nginep
di rumah Nala. '' goda Sandi
'' Boleh dong pak de, ajak kakak juga main nginep di sini sama bu de juga. rame deh rumah Nala. "
Sandi memang sangat deket dengan anak - anak Panji yakni keponakannya, hingga tak jarang mereka bermanja - manja dengan pak de nya itu.
Seperti layaknya hubungan Panji dan Sandi yang deket dan saling menyayangi. hingga tak jarang membuat banyak orang iri melihat ke dekatan mereka.
'' Opa, Oma ada pak de loh '' teriak Nathan.
Pak hartawan tersenyum melihat cucunya yang antusias menyambut ke datangan pak de nya,
Sandi dan Panji menyalami mamah serta papahnya yang menyambut ke datangan mereka.
'' Gimana urusan kantor, apa ada masalah? '' tanya pak hartawan. .
" urusan kantor mah aman pah, tenang aja. ''
ucap Panji.
'' Iya sepertinya pak karim betah banget, ya berkebun. "
" Memang kalau sudah tua seperti kami ini, berkebun itu membuat hati kita tenang pikiran mata dan telinga jernih adem. kalau kata pak Karim ' Tiis celi herang Panon. ' sebagai tanda hidup kita aman damai.
'' iya pah, mungkin nanti aku juga mau seperti papah dan pak Karim.
'' Tapi papah menilai jika pak Karim memang sukses dalam perkebunannya, terbukti seluruh super market dan pasar di sana udah bisa ia pasok dengan sayurannya pak Karim.
Papah rasa jika pemasaran di perluas bisa saja sayuran pak Karim hingga ekspor ke luar negeri, terbukti teman papah saja hanya buncis satu macam tapi ia sudah bisa ekspir hingga ke singapur.
'' Papah bener juga tuh, aku juga yang nggak begitu suka dengan sayuran tapi jika makan sayuran dari pak Karim rasanya seperti seger dan ada manis - manisnya gitu.
'' Nah ini kelebihan dari sayuran yang di jual pak Karim, macamnya banyak yang sama tapi soal rasa dia juara. papah salut dengan keseriusannya.''
" Jadi intinya papah mau ikut Pak Karim berkebun sekalian hiburan gitu bukan pah. '' ujar sandi.
" Nah tepat sekali kamu San, papah jugakan butuh hiburan. ''
'' Aku juga pengen ikut pah, ke rumah bapak kangen juga suasana pedesaan " timpal yuna yang baru saja keluar dari dapur. .
__ADS_1
" kamu kan, lagi hamil besar sayang nanti kalau tiba - tiba kamu mau melahirkan di sana susah dokter di sana '' tolak Panji.
'' kata siapa nggak ada dokter, sembarangan kamu di sana ada dokter bidan semua ada. kamu pikir bapakku hidup di tengah hutan '' kesal yuna.
" maaf sayang, tapi aku khawatir aja kalau kamu ikut ke sana. trus nanti kalau aku kangen sama kamu gimana? '' rajuknya Panji.
'' Mah, pah aku ikut ya ke rumah Bapak di lembang di sana juga kan deket ke rumah sakit dan bidan - bidan. '' ucap yuna
Pak hartawan dan bu Rosa nampak berpikir, memikirkan perkataan yuna yang ingin mengikuti pak Hartawan ke kebunnya pak Karim.
'' Kalau papah sih gimana mamah aja na, '' ujar pak Hartawan.
'' Ya sudah kalau kamu mau ikut berarti mamah, Nala dan Nathan juga ikut. '' ucap bu Rosa.
" Kalau gitu sekalian ajak Jeni saja mah, biar ia ikut berlibur kasian dia udah nggak liburan lama. '' ucap Sandi.
'' Ya udah ayo, kamu siapin aja Jeni sama anak - anak dan pengasuhnya. nanti kita pakai mobil yang besar sekalian biar muat satu mobil. senengnya mamah bisa berlibur sama cucu - cucu. ''
'' Hore, jadi kita berlibur oma '' teriak Nala dan Nathan bersamaan.
Bu Rosa mengangguk - anggukan kepalanya sebagai tanda mengiyakan pertanyaan mereka, yuna tersenyum bahagia karena keinginannya tercapai untuj ikut dengan papah mertuanya ke kebun milik bapaknya.
'' Yah mamah malah di setujui, aku di sini sendiri dong. '' Kesal Panji.
'' Tenang bro, gue temenin Jeni kan nggak ada di rumah. kita bisa bobok bareng '' ucap Sandi seraya menaik turunkan kedua alisnya menggoda Panji.
'' lo nggak mau ngumpul - ngumpul bareng temen lo '' bisik Sandi.
'' Ya mau, tapi nggak tiap hari juga kali. ''
'' Ya sudah sekarang lo izinin dulu Yuna dan anak - anak berlibur dulu kasian mereka apalagi sekarang di jaga ketat body guard juga.''
'' Ya sudah kamu aku izinin, tapi body guard semua ikut jadi kalau terjadi apa - apa mereka bisa sigap membantu rombongan ''
ucap Panji.
" Setuju " sahut Sandi.
" Tapi aku rasa Putri nggak tahu sampe kampung bapak, '' ucap yuna
'' Nggak apa - apa na, buat jaga - jaga saja biar anak - anak juga aman selama di sana.
__ADS_1