
Panji tak bergeming, " mas " panggil yuna
" hmm...."
" ish ko gitu doang sih, bikin gemes aja si kamu " ucap yuna membalikkan tubuhnya menghadap panji.
" trus mau kamu aku gimana ? " tanya panji
" aku mau kamu jawab pertanyaanku, "
" pertanyaan yang mana? " tanya panji.
" aku nggak banyak bertanya ya, kamu jangan bikin aku kesel dech. nggak aku kasih jatah ntar. "
" loh loh... ko jadi ke situ situ sih, sayang aku nggak mau ya kamu kurang kurangi jatah aku. "
protes panji.
" kalau nggak mau kurang, kamu jawab pertanyaan saya. " kesal yuna
" iya iya aku jawab, sini dulu dong " panji melambaikan tangan agar yuna duduk di sampingnya.
yuna berjalan menghampirinya dan duduk di samping panji dengan perlahan karena ia tak lagi leluasa bergerak karena perutnya yang semakin besar.
panji tersenyum melihat wajah muramnya yuna,
'' boleh aku tau kenapa kamu begitu ngotot ingin aku menjawab semua pertanyaanmu itu? " tanya panji.
" ya sudah kalau nggak mau jawab juga " ucap yuna sambil memalingkan mukanya.
panji tersenyum " sepertinya kamu mau tau perasaanku ya saat bertemu mantan "
panji mendekatkan tubuhnya ke yuna membelai suray rambutnya lalu menyelipkannya di telinga, " sayang aku nggak mau kamu dan anak anak kita berhubungan dekat dengan putri kamu rasakan dulukan gimana jahatnya putri sama kamu ? "
yuna menganggukan kepalanya membenarkan perkataan panji. dengan wajah tak semuram tadi saat ia merajuk meminta jawaban.
" bukan nggak mungkin dia masih punya dendam sama kita hingga berniat meneruskan dendamnya yang dulu terhadap keluarga kecil kita, aku nggak mau anak anak ikut jadi korban dendamnya putri padaku." ucap panji lesu tertunduk.
__ADS_1
yuna mulai tersenyum mendengar perkataan panji yang panjang lebar, " maaf ya mas, aku ngerti kekhawatiranmu akan keselamatan aku dan anak anak kita. "
yuna memiringkan tubuhnya bergantian menghadap panji dengan tertahan oleh perutnya yang sudah bulat dan besar.
" mas, semua orang itu berhak berubah berhak memiliki kesempatan ke dua. aku yakin putri sudah bahagia dengan keluarganya, sudah tak mengingat dendam yang dulu lagi.
apa salahnya jika mencoba berpikir positif padanya. "
" iya berpikir positif tapi harus tetap berhati hati, jangan sampai kita menunggu hal yang membahayakan terjadi pada keluarga kita. ucap panji panjang lebar.
" iya mas, lagian aku juga nggak berniat berteman lagi apa lagi sampai berhubungan dekat dengannya, yang aku khawatirkan itu justru kamu mas ? "
" loh ko aku, kalau akh ada yang menculik masib bisa melawan beda sama kamu. "
" aku yakin nggak akan nyulik tubuhmu, tapi yang aku takutkan ia akan menculik hatimu "
'' cie cie cie, gombal nih ceritanya. " ledek panji.
'' aku serius loh mas, aku yakin dia akan coba deketin kamu lagi. " ucap yuna dengan memalingkan wajahnya.
'' aku nggak akan ngorbanin kamu dan anak anak kita hanya demi batu kerikil " ucap panji.
" janji ya mas, aku nggak mau kejadian dulu terulang lagi. aku nggak mau kamu tinggal hanya demi perempuan lain. " ucap yuna
" iya sayang aku janji, " ucap panji sambil memeluk tubuh yuna dan mencium puncuk kepalanya.
" udah malem, bobo yu '' ajak panji.
yuna menganggukan kepalanya sebagai tanda setuju. panji mengangkat tubuh yuna yang sudah membesar itu hingga terlihat urat urat di lehernya.
" mas kalau berat biar aku jalan aja. '' pinta yuna.
" aku masih kuat ko angkat kamu dan anak kita " ucapnya sambil mulai berjalan menuju tangga ke kamarnya.
ada seseorang yang memperhatikan interaksi antara yuna dan panji,
" kelihatannya sayang banget tuan sama nyonya, '' lirihnya
__ADS_1
'' ya sayang la wong sama istri sendiri " timpal si mbo yang mendengar perkataan sri.
" ia maksud aku mereka iti romantis sekali, aku jadi mikir kalau punya suami ingin yang romantis juga kali mbo. ucap sri.
" boleh kamu mikir gitu, tapi jangan pernah mikir buat punya suami den panji. '' ketus si mbo.
'' ya nggak lah mbo, masa ia aku pengen nikah sama tuan panji. dia jug Nggak akan suka sama aku yang hanya pembantu ini mbo. ucap sri.
" ya kali kamu berniat merebut suami majikanmu tuh kaya di novel novel, banyak sekali pembantu mendekati suami majikannya. " ucap si mbo.
" ya ampun mbo, pikiranmu jelek banget gini gini juga aku masih punya harga diri loh mbo, aku nggak bakalan mau sama suami majikan aku yang sudah baik sama aku. "
" makanya mbo jangan kebanyakan baca novel on line jadi jelekan pikirannya sama aku. '' ucap sri kesal.
'' lah masa iya, orang aku tau cerita kamu ketika kamu baru kerja sehari disini. sampe nyonya nggak tenang ada kamu di rumah ini. '' ucap si mbo.
'' ya ampun mbo sebenarnya waktu itu aku nggak sengaja nyeplos aja, denger nyonya muda ngobrol sama nyonya rosa. emang dasar mulut aku tuh ya aku ja kadang kesel sama mulutku. '' ucap sri sambil menepuk nepuk bibirnya.
'' wong sinting moso kesel sama bibirmu " ucap si mbo.
'' aku suka kesel karena aku suka nggak bisa ngontrol ucapanku mbo, makanya sejak saat itu aku lebih memilih banyak diem aja takut salah ngomong malah aku kehilangan pekerjaan aku. " ucap sri panjang lebar.
" makanya sri kalau mau ngomong itu lah wong di pikir dulu, kalau sudah gitukan kamu sendiri yang susah. syukur syukur mereka masih memberimu kesempatan." ucap si mbo.
" iya mbo aku juga nyesel, untung saja bi rosa masih mau berbaik hati sama aku. andai ia tak lagi mau memberi aku kesempatan aku pasti udah balik kampung mbo. '' ujar sri.
" ya sudah balik saja, biar pun kamu di balikin ke kampung tapi kamu pasti di beri uang sama nyonya. nyonya itu baik sekali sampe aku aja betah banget kerja sama keluarga ini. '' ujar si mbo.
" tapi mbo aku butuh uang banyak buat bapaku yang sudah sakit sakitan sama adikku yang masih sekolah. " ucap sri sedih.
" kalau tau begitu kamu bekerja bersungguh sungguh sri, jangan buat tuan dan nyonya kecewa. yang aki tau mereka semua itu sangat baik sama semua orang terlebih orang yang tak mampu. '' ucap si mbo.
'' iya mbo makasih buat nasihatnya, aku janji akan berubah '' ucap sri menyesali perbuatannya.
" ya sudah sekarang kamu tidur sudah malam juga kan, besok kami harus bangun lebih pagikan buat siapin sarapan dan beres beres''
'' ya sudah mbo, aku ke kamar dulu. '' pamitnya
__ADS_1
sri kebetulan tidur satu kamar sama si mbo, karena di rumah panji hanya ada satu kamar pembantu. hanga saja panji memberi 2 tempat tidur agar mereka lebih nyaman.
bersambung.