Putih Abu Abu

Putih Abu Abu
Part 98


__ADS_3

Setelah semua bubar, hanya tinggal keluarga saja, kecuali ghani dan elo mereka masih betah di rumah panji.


semua tetangga pun sudah pulang kecuali pa ustad dan pa rt yang masih betah ngobrol bersama papah dan bapa, ibu membawakan makanan sisa sukuran agar tak mumbazir kepada pa rt dan pa ustad sekitar rumah.


panji dan sandi memang sengaja tak pindah rumah karena papah hartawan dan mamah rosa melarang mereka pindah. katanya hingga cucunya sekolah mereka harus tetap di rumah agar suasana rumah tak sepi.


selesai acara sisa sisa acara pun sudah dibereskan oleh para pekerja dan tetangga yang ikut membantu.


pa hartawan dan mamah rosa terkenal dermawan di lingkungan tempat tinggalnya.


'' pa, maaf kalau begitu saya permisi untuk tidur dulu ya. '' pamit bapa karena bapa baru tiba tadi siang dari kampung hingga belum sempat istirahat.


" iya pa silahkan, pasti cape semenjak datang belum istirahat. " sahut pa hartawan.


setelah bapa pamit aku memindahkan si kembar ke kamar karena mereka sudah tidur sejak tadi selesai acara.


'' na, itu ada sisa makanan dikemas aja buat elo sama ghani kalau buat para pekerja sudah mamah sisihkan. " ujar bu rosa.


'' iya mah, " sahut yuna bergegas ke dapur. menyiapkan.


setiap harinya di rumah selalu ramai pantas saja mamah tak mau kami tinggal karena takut kesepian.


* * *


lima tahun kemudian nathan dan nala sudah akan mulai masuk sekolah TK, aku yang setiap harinya memang sibuk kali ini aku harus bangun lebih pagi karena semakin banyak yang harus aku siapkan.


semenjak selesai shalat subuh aku menyiapkan pakaian mas panji suamiku, lalu aku pergi menyiapkan sarapan lalu setelahnya membangunkan si kembar untuk mandi dan bersiap berangkat sekolah bersama papahnya.


aku semakin sibuk sejak aku dan mas panji memutuskan untuk membeli rumah dan hidup mandiri.


baru dua bulan yang lalu kami pindah ke rumah sendiri, sedangkan untuk ka sandi sudah sejak satu tahun lalu pindah rumah, bukannya kami tega dengan orang tua namun kami ingin hidup lebih mandiri.


sejak kepindahanku setiap pagi mamah rosa selalu datang kesini, sekedar untuk bertemu dengan nathan dan nala.


'' Pagi papah " sapa nathan dan nala yang baru selesai memakai baju seragam sekolah.


" pagi kesayangan papah, udah siap nih berangkat sekolah " tanya panji.


" udah dong '' sahutnya bersamaan.


Assalamualaikum .... sapa seseorang yang baru datang.


" loh mah, pagi sekali ayo sekalian sarapan " ajak panji.


" mamah udah sarapan, gimana ini cucu oma sarapannya habiskan? " sapa oma rosa.


" pasti dong '' sahut keduanya. .


" mamah ada apa ko pagi pagi udah kesini? " tanya panji.


" nggak ada mamah udah janji sama nathan dan nala mau nganterin sekolah " sahut mamah rosa

__ADS_1


" oh begitu, ko bisa janji gitu ya? " tanya panji


" kemaren oma kangen nelpon, ya akhirnya janji gini deh. '' jelasnya.


" tapi mamah sehatkan, nggak akan pusing mendadak gitukan. ? " tanya panji


" nggak panji mamah, sudah sehat sekarang. "


" ya sudah aku siap siap dulu ya mas, '' pamit yuna


'' mau kemana? " tanya mamah.


'' ke sekolah. bareng mamah.'' sahut yuna


'' eh nggak usah kamu santai aja di rumah, biar hari ini mamah yang antar si kembar.


'' tapi mamah nggak apa apakan, aku khawatir loh.'' tanya yuna.


'' nggak percaya eh sama mamah."


selesai sarapan nathan nala dan bu rosa berpamitan mereka berangkat memakai mobilnya oma rosa.


panji dan yuna mengantar kepergian anak anaknya.


" dadah mamah papah, '' ucap nathan dan nala.


'' kalian hati hati ya jagain omanya ya, " pesan yuna


'' bukan nggak percaya tapi aku khawatir mah. '' lirih yuna


'' mamah baik baik saja sayang, mamah ini punya mantu dua duanya posesif banget sih. "


ucap mamah.


tak lama mereka berpamitan, panji dan yuna memandang mobil yang mereka tumpangi hingga menghilang tak terlihat lagi.


yuna dan panji tengah berdiri dengan tangan yang saling bergandengan, " sayang " panggil panji


" hemmm..."


" kalau dilihat lihat nathan dan nala sudah cocok punya adik kayanya. '' ucap panji


'' iya sih, tapi kayanya aku belum mau hamil. " sahut yuna.


" jangan gitu sayang kalau malem aku selalu terabaykan olehmu, sekarang aku mau kita berdua '' ucap panji sambil menaikan turunkan kedua alisnya.


" ish... sekarang kan masih pagi kamu harus berangkat kerja juga, ucap yuna.


" libur sehari mah nggak masalah kali sayang, ya ya mau ya pleaseee.... panji memmelas...


" baiklah....

__ADS_1


tanpa kata lagi panji langsung menutup dan mengunci pintu, lalu ia menggendng yuna ke kamarnya.


yuna tersenyum manis mengalungkan kedua tangannya di leher panji.


masuk ke kamar merebahkan yuna di atas tempat tidut berukuran king size di kamar baru mereka.


" semakin lama kamu semakin sexy aja ya, lirih panji ditelinga yuna membuat yuna merinding disko.


yuna tak berkata apapun ia hanya pasrah saja dengan segala tingkah sang suami.


panji membuka kembali jas dan dasi yang sudah ia pakai melemparnya sembarang tempat, membuka kancing jasnya.


menghampiri yuna yang sedari tadi terlentang di kasur.


" are you ready ? " tanya panji


yuna menganggukan kepalanya tersenyum nakal, bibir mereka saling berpangutan, semakin lama semakin panas. panji melepas satu per satu baju yang di pakai oleh yuna melemparnya.


tangan panji yang satu memegang tengkuk yuna, sedangkan yang satu lagi berkelana kemana pun. setelah manemukan sesuatu yang kenyal yang ia sukai tangannya mulai meremasnya membuat yuna terbuai semakin dalam.


semakin jauh dan dalam mereka mereguk kenikmatan yang hakiki. .


satu jam kemudian dengan napas yang memburu panji ambruk diatas tubuh yuna, dengan napas yang masih tersengal panji mengecuk bibir yuna terima kasih sayang.


panji terlentang disamping yuna.


" mas kamu nggak ke kantor, ini udah siang loh ? tanya yuna memiringkan tubuhnya menghadap panji.


" nggak sayang aku seharian ini pengen sama kamu aja berdua, mumpung anak anak dibawa mamah jalan juga. "


" loh memangnya mamah mau ajak nathan dan nala jalan mas? " tanya yuna


" iya tadi mamah sempet bilang sama aku, trus aku di suruh bikin adik deh sama kamu. "


" ish nyebelin deh... " yuna mencebikan bibirnya.


" ko nyebelin? ......"


" malah sama mamah bilangnya bukan sama aku. "


" kan mamah bagian dari tim sukses sayang, oh ya sayang gimana kalau kita pakai mba biar kamu ada yang bantuin. aku kasian sama kamu tiap hari sibuk sampe aku sering di abaykan."


" jadi karena kamu terabaykan pakai mbanya? " rajuk yuna.


" ya bukan gitu juga, gimana sayang? "


" ya udah pakai mba aja nggak apa mas."


" ya udah kalau gitu aku nyari dari yayasan nanti ya. "


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2