Putih Abu Abu

Putih Abu Abu
Part 65


__ADS_3

yuk sebelum membaca kita saling mengingatkan terlebih dahulu, jangan lupa dukungannya seperti biasa like, komen, vote dan hadiahnya.


Dirumah sakit panji menunggui yuna ditemani oleh teman temannya yakni ghani, alan dan elo.


mereka datang kembali ke rumah sakit untuk melihat perkembangan kesehatan yuna.


panji bisa sedikit tertawa ditemani oleh teman temannya, sedikit melupakan kesedihannya.


eegh... yuna terbangun, panji menghampiri yuna yang baru sadar. '' na, panggil panji pelan.


'' minum.... pinta yuna lirih.


panji mengambil gelas yang ada diatas nakas, membantu yuna minum, mengangkat sedikit kepala yuna.


'' na, dari tadi kamu belum makan. aku suapin ya? biar ada tenaga. ucap panji.


yuna mengangguk tanda setuju.


panji mengambil bubur yang sudah disediakan oleh pihak rumah sakit.


aaaaa, ucap panji menyodorkan sendok ke mulut yuna.


yuna menerimanya dan mengunyah pelan buburnya, dengan telaten dan penuh kasih sayang panji nyuapin bubur ke mulut yuna.


walau baru pertama kali ia melakukan ini, namun panji terlihat begitu cekatan. hingga teman temannya yang sedari tadi memerhatikan panji dibuatnya kagum atas perlakuan panji terhadap yuna.


'' hebat ya si panji nggak nyangka gue dia bisa perhatian dan selembut itu kalau sama cewe ucap alan. sambil menatap kagum panji tanpa berkedip.


'' awas lo jatuh cinta, ucap elo nonyor bahunya alan. sambil terkekeh.


'' gini nih, kalau sama jones lihat yang romantis dikit aja baper. ucap ghani sambil geleng geleng kepala.


'' kaya lo laku aja anjing, ucap elo.


'' eh gue udah ada calon, udeh gue targetkan dia akan jadi jodoh dunia akhirat gue.


'' alah ke semua cewe yang lo temuin juga lo bilang gitu. ledek elo


panji yang sedang nyuapin yuna makan, mendengar perdebatan kawannya. ingin rasanya nimpalin namun ia tak enak dengan yuna.


bukannya apa apa ya, secara kan yuna lagi sakit masa iya gue pecicilan sama temen gue. kan nggak lucu ya, bisa diusir gue dari sini batin panji.


baru saja habis setengah porsi yuna geleng kepala, '' loh kenapa na baru juga abis sedikit ucap panji.


'' aku enek, ''


'' oh ya sudah pelan pelan saja, ditambah ngemil aja. jelas panji.

__ADS_1


panji merapikan kembali bekas makan yuna, dan membuangnya ke tempat sampah.


saat panji berjalan ke pintu keluar akan membuang sampah. ia melihat kearah teman temannya.


ghani, alan dan elo kompak mengacukan kedua jempol mereka.


panji yang melihat tingkah temannya ingin sekali ia ngakak sampe guling guling. namun ia hanya tersenyum sedikit.


'' keren banget lo ji, nggak nyangka gue. lirih alan.


panji kembali menghampiri yuna, '' na kamu butuh sesuatu? tanya panji.


'' ka aku pengen liat bapa,


'' tapi bagai mana kalau pa karim sedang istirahat. nanti malah kita mengganggunya.


'' aku hanya ingin melihat saja ka. ingin memastikan jika bapa baik baik saja.


'' ya sudah kalau begitu aku ambil kursi roda dulu ya.


yuna mengangguk tersenyum, semoga bapa bisa luluh dan merestui hubunganku dengan panji.


walau dia penyebab ibuku meninggal namun, itu bagian dari takdir panji pun tak sengaja melakukan itu. batin yuna


panji kembali dengan kursi rodanya. ia membantu yuna naik kursi roda.


melirik kearah temannya, gue tinggal dulu ya. mau anter yuna nengok bokapnya.


lagi lagi panji dibuat heran dan pengen banget nimpuk tuh orang lalu ngakak.


elo, alan, dan ghani melihat kepergian panji mengantar yuna bertemu bokapnya. mereka memandangi panji hingga punggung panji tak terlihat lagi.


ck ck ..... luar biasa si asu. telaten banget.


jadi iri gue sama yuna, gue saja sahabat lamanya nggak pernah diperhatiin sama panji ucap alan.


elo nonyor kepala alan, ngapain juga si panji perhatian sama lo, kurang kerjaan banget.


sampai didepan pintu ruang rawat bapanya panji berhenti, menatap pintu ada rasa takut dihatinya bertemu dengan pa karim. takut jika pa karim mengusirnya. ..


'' ji '' panggil yuna.


'' i- iya kenapa na, sahut panji gugup.


'' kamu nggak usah takut bapa yang aku tau itu, tidak akan pernah bisa kasar sama orang lain.


'' aku nggak apa apa na, jika bapamu memukul atau nampar aku. yang aki takutkan justru ia tak merestui hubungan kita ucap panji.

__ADS_1


'' aku akan berusaha meyakinkan bapa, jika kamu adalah pria terbaik yang aku pilih.


mendengar ucapan yuna, hati panji merasa sejuk sekali, ingin rasa jingkrak jingkrak bahkan salto saking bahagianya.


' ya tuhan dia muji gue. batin panji sambil tercetak senyum dibibirnya.


yuna melihat samar senyum panji dari pantulan kaca dipintu ruang rawat pa karim.


'' kamu jangan geer dulu, itu juga pun tergantung penilaianku. bagaimana cara kamu bisa menaklukan hati bapa.


panji yang tadinya, sudah terbang terbang diatas awan, dalam sekejar dibanting lagi kelautan, bukan saja sakit tapi sesek dadanya.


itu hal yang paling aku takutkan aku takut bapanya yuna tak mau menerima aku, dan tak bisa memaafkan kehilafanku.


yuna memandang panji dari pantulan kaca meyakinkan keteguhan hati panji.


'' bagaimana kamu sanggup? tanya yuna. menatap tajam wajah panji dari pantulan kaca, terlihat panji menunduk.


'' akhirnya yuna melihat panji menganggukan kepalanya sebagai tanda ia setuju dengan semua yang yuna katakan.


dalam hati yuna bersorak bahagia karena panji bersedia memperjuangkannya. sebenarnya ketika ia bertanya kesiapan panji yuna sebenarnya takut panji akan mundur tak mau memperjuangkannya.


'' ya sudah ayo kita masuk ajak yuna.


panji mendorong kembali kursi roda yuna setelah terlebih dahulu panji membuka pintu.


nampak seorang perawat pria tengah merawat pa karim mengelap wajah serta badan pa karim.


'' maafkan kami mengganggu. ucap panji.


'' tak apa ini udah mau selesai ko, ucap perawat pria itu. memang lebih bagus mas, mba jika pa karim sering dijenguk dan diajak ngobrol.


mendengar itu yuna terkejut '' loh bapa saya memangnya kenapa sus?


" pa karim kembali mengalami koma, karena psikisnya tertekan. ia tak mampu mengelola emosinya hingga kembali koma seperti ini.


mendengar penjelasan perawat pria itu, air mata yuna luruh tak dapat dibendunh lagi.


yuna berusaha menggapai pa karim, panji yang mengerti ia langsung mendorong kursi roda yang yuna duduki untuk lebih mendekat ke ranjang pa karim.


'' masyaallah pa, kenapa jadi begini?


'' maafkan yuna pa, tak ada sedikit pun maksud yuna untuk membohongi bapa.


' ini semua yuna lakukan hanya demi kesehatan bapa semata, tak ada niat sedikit pun inntuk menipu bapa.


'' begitu dengan keluarga papah hartawan pa mereka sudah baik sekali sama yuna, mereka merawat bapa sudah seperti keluarga mereka sendiri.

__ADS_1


bersambung....


jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya ya untuk novel pertamaku.


__ADS_2