Putih Abu Abu

Putih Abu Abu
Part 58


__ADS_3

Jadi kamu lebih membela laki laki ini, ketimbang bapa dan ibumu.


kata kata bapanya bagaikan panah yang menghujam hatinya, terluka namun tak berdarah.


yuna tak lagi membalas ucapan bapanya ia lebih memilih diam daripada menyakiti ayahnya yang sedang marah.


bapa putuskan setelah kamu sembuh kita kembali ke palabuhan ratu, kita sudah tak ada urusan apapun lagi disini.


setelah mengatakan itu pa karim pun berlalu meninggalkan ruang rawat yuna, untuk kembali ke ruang rawatnya.


dengan mata yang sembab karena tangisnya, pa karim berusaha dengan susah payah untuk memutarkan kursi rodanya.


pa hartawan yang melihat pa karim tengah kesusahan dengan kursi rodanya, ia tergerak untuk menolong pa karim.


pa hartawan menghampiri pa karim.


'' biar saya bantu pa..


'' tidak terima kasih, ucap pa karim sambil berusaha memutarkan kursi rodanya untuk keluar kamar.


yuna dan panji masih terpaku karena terkejut mendengar ucapan pa karim jika ia dan bapanya harus kembali pulang ke rumahnya yang dulu.


panji yang tak mau jika yuna harus kembali ke kampungnya, '' na, apa kamu akan ikut dengan bapamu? tanya panji.


'' selama aku masih menjadi tanggung jawab bapa maka kemana pun bapa pergi aku akan ikut. ucap yuna.


'' lalu bagaimana dengan aku na?


'bagaimana dengan perasaan kita, aku nggak mau jauh darimu.


panji berlari ke pa hartawan.


'' pa bagaimana ini, pa karim akan membawa yunaku pergi? ucap panji dihadapan pa hartawan.


bu rosa yang mendengar kegundahan hati sang anak, ia hanya bisa menangis. sejujurnya ia pun tak rela jika harus jauh dari yuna.


ia menghampiri, '' na, apa kamu tega meninggalkan mamah disini sendiri.? ucap bu rosa.


mamah sayang banget sama kamu na, mamah tak mau jauh dari anak perempuan mamah satu satunya.


'' mah aku pun sayang banget sama mamah, aku nggakmau jauh dari mamah. aku sudah menganggap mamah sebagai ibuku sendiri.


adanya mamah telah mengisi kekosongan dihatiku. hari hariku begitu menyenangkan dengan adanya mamah yang selalu perhatian kepadaku.


mamah juga udah berkorban banyak untuk aku dan bapa. terima kasih untuk semua kebaikan mamah sama aku dan bapa mah, aki akan selalu mengingat kebaikan mamah.


ucap yuna dengan berurai air mata, rasanya ia tak sanggup lagi untuk berdiri saat ini. hatinya begitu perih dengan keputusan bapanya yang memintanya untuk kembali ke kampung halamannya.

__ADS_1


ia memang sangat merindukan rumah masa kecilnya, kenangannya bersama ibunya dirumah itu. namun untuk saat ini ia telah kembali merasakan kasih sayang ibu yang sempat hilang.


kasih sayang seorang ayah pun ia dapat dari pa haryawan yang begitu baik padanya.


bahkan ia bisa merasakan memiliki seorang kaka yang akan selalu melindunginya, yuna sungguh tak rela meninggalkan keluarganya yang utuh yang baru ia dapat.


'' na, papah akan menghargai apapun keputusan kamu. dan bapamu.


tapi coba pikirkan kembali, dengan kondisi ayahmu seperti saat ini dan kamu yang belum bisa bekerja bagaimana kehidupan kalian nanti disana.


papah tau pa karim seorang yang pekerja keras, tapi saat ini pa karim masih dalam proses penyembuhan bagaimana ia nanti jika kondisinya seperti ini.


' na, papah nggak akan menghalangi kalian kembali ke rumah kalian tapi papah ingin kalian pulang ke rumah kalian dalam keadaan sehat dan baik baik saja.


'' na, papah akan mencoba bicara bahkan akan membujuk bapamu, agar mau mengurungkan niatnya untuk pulang kembali ke rumah kalian.


' papah ingin kalian pulang dalam keadaan sehat, papah tidak akan melarang kalian untuk kembali ke kampung kalian. namun setidak hingga bapamu selesai terapinya dan sudah kembali bisa berjalan.


'' na, papah harap kamu membantu membujuk bapamu agar ia mengurungkan niatnya untuk pulang. hingga terapi yang sedang dijalani bisa tuntas.


'' akan yuna coba pah, mungkin saat ini bapa sedang kecewa. karena aku menyembunyikan tentang kematian ibu.


pov pa karim.


Saat selesai terapi, aku kembali ke ruang rawatku ditemani oleh pa hartawan yang sejak pagi selalu setia menemaniku.


pa hartawan memang sangat baik walaupun ia orang sukses orang kaya raya tapi ia tak jiji atau pun gengsi menemani aku yang hanya orang miskin.


'' selamat siang pa, ini makan siangnya ucap suster sambil meletakan nampan makanan yang ia bawa dan obat untuk pa karim konsumsi.


'' oh iya pa saya lihat tadi bapa ke ruang mawar ya, apa yang disana itu yang dirawat keluarga bapa. tanya perawat itu


'' iya, itu anak saya.


'' tadi saya lihat diruang rawat itu rame rame pa, dokter dan perawat yang biasa menanganinya berlarian masuk kedalam.


pa karim terkejut, '' ada apa dengan anak saya sus?


'' sepertinya pasien koma itu sudah kembali sadar.


'' pa karim terkejut, APA ..... apa suster serius? apa suster benar benar melihat kalau anak saya telah siuman. ujar pa karim menggebu gebu.


'' saya tau dafi temen saya yang biasa merawar dia pa.


'' alhamdulillah aku bahagia sekali jika, anakku sudah siuman.


'' sus boleh ya saya menjenguk anak saya disana?

__ADS_1


'' boleh pa, tapi selesai makan dan minum obatnya ya?


'' iya sus, makasih. ucapnya sambil mengambil makanannya.


dan mulai melahap makanannya dengan perasaan senang karena mengetahui anaknya telah bangun dari komanya.


hingga ia berencana setelah makanannya habis dan memakan obatnya ia akan kekamar rawat yuna, karena ia sudah sangat kangen melihat senyum manis anak kesayangannya.


setelah menghabiskan makanannya dan memakan obatnya, ia menunggu kedatangan suster untuk membantunya pindah ke kursi rodanya.


aku akan berusaha sendiri pergi kekamar rawat yuna.


ceklek


'' bagaimana pa, makannya sudah selesai? tanya perawat yang biasa membantu la karim.


'' sudah, bahkan obatnya juga sudah saya minum. jelasnya


'' yang saya lihat bapa semangat sekali hari ini, tanya perawat itu.


'' iya anak sayakan sudah bangun dari komanya.


'' anak keberapa pa kalau boleh tau? tanya perawat itu sambil membereskan peralatan makan bekas pa karim.


'' itu anak satu satunya saya sus, anak kesayangan saya.


'' pantas saja bapa semangat sekali, semoga bapa dan anak bapa kembali sehat ya.


'' iya makasih doanya sus, tolong saya pindah ke kursi roda sus?


" boleh, sebentar ya pa ujarnya sambil merapikan perlengkapan makannya.


lalu memapah pa karim berpindah ke kursi rodanya,


'' saya antar ya pa?


'' nggak usah sus, biar aja saya sendiri.


'' ya sudah saya tinggal dulu ya pa.


'' iya makasih sus,


'' sama sama pa.


pa karim berjalan memutar roda kursi rodanya menuju kamar rawat yuna, saat sampai depan pintu kamar rawat yuna ia berhenti karena terdengar seperti ada suara seseorang yang tengah terisak.


bersambung.....

__ADS_1


segini dulu ya, authornya ngantuk banget... besok kita lanjut lagi. ...


terimakasih untuk reader tercinta, jangan lupa dukungannya ya untuk yuna dan panji. jangan lupa ya like dan vote nya🙏


__ADS_2